Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7, Pengawasan Buronan Internasional Diperkuat di Seluruh Pintu Masuk Indonesia.
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri dan Imigrasi Luncurkan I-GHAS 24/7, Pengawasan Buronan Internasional Diperkuat di Seluruh Pintu Masuk Indonesia.
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat sistem pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara melalui peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7). Inovasi berbasis digital tersebut diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi, verifikasi, serta pertukaran informasi antara petugas imigrasi dan jajaran kepolisian di berbagai pintu perlintasan Indonesia.
Peluncuran aplikasi I-GHAS 24/7 berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko, serta Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi antarlembaga untuk menghadapi ancaman kejahatan transnasional.
Aplikasi I-GHAS 24/7 dirancang untuk menghubungkan petugas imigrasi yang bertugas di tempat pemeriksaan perlintasan dengan Divisi Hubungan Internasional Polri melalui jaringan Interpol. Jaringan internasional tersebut mencakup 196 negara anggota sehingga memungkinkan proses pencocokan informasi terkait individu yang masuk dalam daftar pencarian internasional dilakukan secara lebih cepat.
Melalui sistem ini, apabila terdapat kecocokan data seseorang dengan informasi buronan internasional, petugas dapat segera melakukan verifikasi dan berkoordinasi dengan Divhubinter Polri untuk menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sejak seseorang memasuki wilayah Indonesia maupun ketika melintasi pintu pemeriksaan keimigrasian.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa penerapan I-GHAS 24/7 merupakan bentuk terobosan kolaborasi antara Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap buronan internasional serta individu yang terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan lintas negara.
Suyudi menilai perkembangan kejahatan transnasional membutuhkan dukungan teknologi yang mampu mempercepat proses identifikasi dan pertukaran informasi. Tantangan keamanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan tindak kejahatan yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga melibatkan jaringan lintas negara yang memanfaatkan mobilitas internasional.
Sejumlah tindak pidana seperti perdagangan orang atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, dan aktivitas jaringan kriminal internasional menjadi perhatian dalam penguatan pengawasan perbatasan. Oleh karena itu, koordinasi antara aparat kepolisian dan petugas imigrasi dinilai penting agar informasi yang berkaitan dengan potensi ancaman keamanan dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi perlu terus diperkuat agar proses identifikasi dan penanganan terhadap pelaku kejahatan lintas negara dapat berlangsung lebih cepat dan akurat. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai langkah penting untuk meningkatkan kemampuan aparat dalam menghadapi dinamika kejahatan internasional.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko juga menyambut positif peluncuran aplikasi tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif Divisi Hubungan Internasional Polri yang menghadirkan sistem digital untuk menghubungkan koordinasi antara petugas imigrasi dan kepolisian, terutama di wilayah-wilayah perlintasan negara.
Hendarsam menjelaskan bahwa integrasi komunikasi dan pertukaran informasi menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaan pengawasan perbatasan. Dengan adanya sistem yang terhubung, koordinasi antarpersonel di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sehingga proses penyampaian informasi dan tindak lanjut terhadap temuan pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan komitmen antara Imigrasi dan Polri dalam menjalankan tugas pelayanan sekaligus menjaga keamanan negara. Hendarsam menyampaikan bahwa sinergi kedua institusi tersebut berorientasi pada prinsip pelayanan kepada masyarakat, sebagaimana tercermin dalam pernyataannya, “Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat.”
Selain penerapan sistem yang telah diluncurkan, Polri juga merencanakan pengembangan I-GHAS 24/7 melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027 mendatang. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sistem dalam mendukung proses identifikasi dan pencocokan data.
Kapolri meminta seluruh jajaran terkait mempersiapkan kebutuhan personel dan memastikan keandalan sistem agar penerapan teknologi tersebut dapat berjalan sesuai tujuan. Kesiapan sumber daya manusia dan dukungan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan koordinasi digital dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petugas di lapangan.
Peluncuran I-GHAS 24/7 menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah Indonesia. Melalui keterhubungan dengan jaringan Interpol dan rencana pengembangan teknologi lanjutan, kedua institusi berupaya meningkatkan pengawasan terhadap buronan internasional serta mencegah potensi kejahatan lintas negara melalui pintu-pintu perlintasan Indonesia.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar