Penggerebekan Kampung Bahari Jakarta Utara, 1.800 Personel Gabungan Dikerahkan, Polisi Datang Menggunakan KRL
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penggerebekan Kampung Bahari Jakarta Utara, 1.800 Personel Gabungan Dikerahkan, Polisi Datang Menggunakan KRL
JAKARTA – Aksi penggerebekan besar-besaran terhadap dugaan jaringan peredaran narkotika di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berlangsung pada Minggu (1/11/2026). Operasi gabungan yang melibatkan sekitar 1.800 personel dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta unsur Brimob tersebut menyita perhatian masyarakat. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) oleh sejumlah petugas untuk menjangkau lokasi operasi.
Penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai arah guna menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penyimpanan, penyalahgunaan, dan transaksi narkotika. Kawasan yang menjadi sasaran operasi berada di sekitar permukiman warga dan lapak-lapak yang berdiri di sepanjang bantaran rel kereta api. Selain menggunakan KRL, sebagian personel lainnya dikerahkan dengan sepeda motor dan kendaraan operasional kepolisian.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahwa pengerahan petugas melalui sejumlah jalur merupakan bagian dari strategi operasi agar penyisiran dapat dilakukan secara bersamaan. Keterlibatan berbagai unsur aparat juga bertujuan memperkuat upaya penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran narkoba yang beroperasi di kawasan tersebut.
Menurut Bismo, petugas bergerak dari berbagai sisi, termasuk melalui jalur rel kereta api. Penggunaan KRL dilakukan untuk mendukung mobilitas personel menuju kawasan sasaran. Dengan pola pengerahan tersebut, aparat dapat melakukan penyisiran secara serentak dan menjangkau sejumlah lokasi yang menjadi perhatian penyidik.
Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan sempat menghadapi perlawanan dari sejumlah orang di lokasi penggerebekan. Bismo menduga perlawanan tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat dari titik-titik yang menjadi target operasi. Meski demikian, situasi tersebut tidak menghentikan kegiatan penyisiran yang telah direncanakan sebelumnya.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lapak dan tempat yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi narkotika. Dari hasil operasi tersebut, polisi mengamankan 26 orang yang selanjutnya dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami identitas, peran, serta kemungkinan keterlibatan masing-masing orang dalam aktivitas peredaran narkoba.
Selain mengamankan puluhan orang, aparat juga menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Barang bukti yang disita antara lain sabu dengan berat ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan penyidik untuk mengungkap aktivitas yang berlangsung di sejumlah titik kawasan Kampung Bahari.
Petugas juga menemukan sebuah mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika. Keberadaan mesin tersebut menjadi salah satu temuan penting dalam pengembangan perkara karena penyidik perlu memastikan fungsi dan keterkaitannya dengan dugaan jaringan peredaran narkoba di lokasi tersebut.
Selain narkotika dan mesin pencetak ekstasi, polisi turut mengamankan sejumlah senjata tajam, alat isap atau bong, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Uang tunai juga ditemukan bersama barang bukti ganja. Polisi menduga uang tersebut berkaitan dengan aktivitas transaksi narkotika, meskipun keterkaitannya masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Bismo menegaskan bahwa operasi pemberantasan narkotika di Kampung Bahari tidak berhenti setelah puluhan orang diamankan. Pihaknya masih akan melakukan penelusuran terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi serta memburu pihak yang diduga berperan sebagai bandar atau pengendali jaringan peredaran narkoba.
Menurutnya, keberadaan lapak-lapak di pinggir rel yang diduga masih digunakan untuk transaksi menjadi perhatian aparat. Polisi menyebut aktivitas transaksi narkotika bahkan masih ditemukan ketika operasi berlangsung. Oleh karena itu, penindakan lanjutan dan pembongkaran lokasi yang disalahgunakan akan menjadi bagian dari upaya mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.
Penggunaan KRL oleh petugas kepolisian dalam operasi tersebut juga mendapatkan penjelasan dari pihak PT KAI Commuter. Vice President Corporate Communication KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa perjalanan kereta yang digunakan aparat merupakan Kereta Luar Biasa (KLB) dengan rute Jakarta Kota menuju Tanjung Priok.
Perjalanan khusus tersebut berlangsung sekitar pukul 06.25 WIB pada Minggu (1/11/2026). Karina menjelaskan bahwa penggunaan kereta untuk mobilitas personel kepolisian telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak KAI Commuter. Ia memastikan perjalanan KLB tersebut tidak mengganggu operasional reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok.
Meski demikian, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa karena terdapat tiga perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok yang mengalami keterlambatan. Keterlambatan tersebut berkisar antara empat hingga 19 menit akibat adanya kerumunan warga di sekitar rel ketika penggerebekan berlangsung.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa operasi pemberantasan narkotika membutuhkan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pihak pengelola transportasi publik apabila mobilisasi petugas melibatkan fasilitas kereta api. KAI Commuter menyatakan dukungannya terhadap koordinasi tersebut dengan tetap memperhatikan kelancaran perjalanan penumpang reguler.
Hingga setelah operasi berlangsung, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang yang diamankan serta mendalami seluruh barang bukti yang ditemukan. Aparat juga menyatakan akan melanjutkan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga mengendalikan peredaran narkotika di Kampung Bahari. Pengembangan perkara tersebut diharapkan dapat mengungkap jaringan yang lebih luas dan memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar