Polda Sumsel Intensifkan Penanganan Karhutla di Teluk Limau
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Dok. Polda Sumsel
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Sumsel Intensifkan Penanganan Karhutla di Teluk Limau
Polda Sumatera Selatan terus meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Teluk Limau, Kabupaten Muara Enim. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas, terutama karena lokasi terdampak merupakan kawasan lahan gambut.
Penanganan karhutla dilakukan melalui Operasi Aman Nusa II dengan melibatkan personel Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel. Kegiatan di lapangan mencakup pemantauan, patroli, pencegahan, hingga pemadaman titik yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran.
Tim melakukan penanganan di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare.
Upaya pemadaman dilakukan sejak Sabtu, 5 September 2026, dan berlanjut hingga malam hari. Penanganan dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol James Parlindungan Hutagaol bersama personel yang tergabung dalam satgas.
Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus. Api tidak hanya berpotensi muncul di permukaan, tetapi bara juga dapat bertahan di lapisan bawah tanah dan kemudian merambat ke area lainnya.
Berdasarkan kondisi di lapangan, kedalaman lapisan gambut di lokasi diperkirakan mencapai sekitar satu hingga satu setengah meter. Situasi tersebut membuat petugas harus memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu munculnya api kembali.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menerapkan pola pemadaman secara spiral. Penyiraman dilakukan dari bagian luar menuju bagian dalam area yang terdampak untuk membantu membatasi serta meredam bara yang berada di bawah permukaan.
Dalam prosesnya, petugas menggunakan peralatan pemadam dan campuran cairan yang membantu proses pembasahan lahan. Setelah penyiraman dilakukan, petugas memberikan waktu agar cairan dapat meresap ke lapisan gambut.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan kembali terhadap area yang telah ditangani. Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan sisa bara atau titik yang masih mengeluarkan asap sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran baru.
Area terdampak juga dipetakan berdasarkan kondisi di lapangan. Pembagian tersebut membantu petugas menentukan bagian yang masih menunjukkan asap, terdapat bara, maupun lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Setiap bagian kemudian mendapatkan pengawasan personel agar perkembangan penanganan dapat dipantau secara bertahap. Langkah tersebut juga membantu satgas melakukan evaluasi terhadap hasil pemadaman di masing-masing sektor.
Penanganan pada malam hari turut dilakukan karena kondisi gelap dapat membantu petugas melihat keberadaan bara yang masih tampak di permukaan. Dengan demikian, titik yang berpotensi kembali memicu kebakaran dapat segera ditemukan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penanganan karhutla di kawasan gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat. Sisa bara di dalam lapisan gambut juga harus diperiksa dan ditangani untuk mencegah api kembali muncul.
Polda Sumsel bersama unsur terkait akan terus mengoptimalkan personel dan sarana prasarana dalam penanganan karhutla. Pemantauan serta pemadaman dilakukan secara bertahap hingga wilayah yang terdampak dinyatakan aman dari api dan potensi bara.
Penanganan di Teluk Limau menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mencegah dampak karhutla meluas ke kawasan lain. Kepolisian juga terus mendorong pencegahan agar masyarakat ikut menjaga lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Dengan pengawasan dan penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polda Sumsel berharap risiko meluasnya karhutla di wilayah Muara Enim dapat ditekan. Upaya pemadaman sekaligus pemeriksaan titik panas menjadi langkah penting untuk memastikan kebakaran tidak kembali berkembang.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar