KAI Jelaskan Penggunaan KRL oleh Polisi saat Gerebek Bandar Narkoba di Kampung Bahari
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polri bersama BNN naik KRL saat melakukan penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut), Minggu (1/11/2026). (Dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAI Jelaskan Penggunaan KRL oleh Polisi saat Gerebek Bandar Narkoba di Kampung Bahari
Jakarta – PT KAI Commuter memberikan penjelasan mengenai penggunaan Kereta Rel Listrik (KRL) oleh aparat kepolisian saat melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara. Perjalanan kereta tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pihak kepolisian dan KAI Commuter.
Penggerebekan yang berlangsung pada Minggu (1/11/2026) itu melibatkan sejumlah personel dari Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Aparat menggunakan berbagai jalur untuk menjangkau lokasi sasaran, termasuk melalui jalur rel kereta yang berada di sekitar Kampung Bahari.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok yang digunakan aparat merupakan perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB). Perjalanan tersebut berlangsung sekitar pukul 06.25 WIB dan dilaksanakan berdasarkan koordinasi pihak kepolisian dengan KAI Commuter.
Menurut Karina, penggunaan perjalanan KLB tersebut bertujuan mendukung mobilitas aparat menuju kawasan Tanjung Priok. Ia menegaskan bahwa perjalanan khusus tersebut tidak mengganggu operasional Commuter Line reguler yang melayani penumpang di rute menuju Tanjung Priok.
Meski demikian, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas keterlambatan yang terjadi selama proses penggerebekan. Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok yang mengalami keterlambatan dengan rentang waktu sekitar empat hingga 19 menit.
Keterlambatan tersebut dipicu oleh adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel Kampung Bahari ketika aparat melaksanakan operasi. Kondisi itu berdampak pada kelancaran perjalanan kereta sehingga perlu dilakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan perjalanan.
KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan perjalanan kereta tetap menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan ketika terdapat kegiatan khusus yang berlangsung di sekitar jalur perkeretaapian.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian melakukan penindakan dari sejumlah arah. Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menyebut operasi dilakukan secara serempak dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk BNN, Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob.
Penggunaan jalur rel menjadi salah satu bagian dari strategi aparat untuk menjangkau kawasan yang menjadi sasaran operasi. Selain melalui KRL, sejumlah personel juga dilaporkan menggunakan kendaraan lain untuk mendukung mobilitas selama kegiatan berlangsung.
Bismo menjelaskan bahwa saat penggerebekan berlangsung, petugas masih menemukan dugaan aktivitas transaksi narkotika di salah satu lapak yang berada di pinggir rel. Keberadaan lapak-lapak tersebut menjadi perhatian aparat karena diduga dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan peredaran narkoba.
Polisi menyatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut, termasuk melakukan pembongkaran terhadap lapak yang dinilai berpotensi kembali digunakan untuk aktivitas ilegal. Aparat juga berencana melanjutkan operasi dan mengejar pihak-pihak yang diduga menjadi bandar atau bagian dari jaringan peredaran narkotika.
Penindakan di Kampung Bahari menjadi bagian dari upaya kepolisian dan instansi terkait dalam memberantas peredaran narkoba. Operasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur agar penanganan dapat menjangkau berbagai titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Di sisi lain, KAI Commuter mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar jalur kereta, terutama ketika terdapat kegiatan aparat atau situasi yang membutuhkan pengamanan. Keberadaan warga di area rel dapat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu operasional perjalanan kereta.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa jalur perkeretaapian merupakan kawasan yang harus dijaga keamanannya. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menghambat perjalanan kereta maupun proses penanganan situasi di lapangan.
Dengan adanya koordinasi antara kepolisian dan KAI Commuter, diharapkan kegiatan penegakan hukum dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan serta kenyamanan pengguna transportasi publik. KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang sempat dialami penumpang selama operasi berlangsung.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar