Bencana tanah longsor akibat hujan deras dilaporkan melanda wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya pada akhir Oktober 2026.
- calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bencana tanah longsor akibat hujan deras dilaporkan melanda wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya pada akhir Oktober 2026.
Berikut adalah rangkuman situasi terkini mengenai bencana pergeseran tanah tersebut:
Pada hari Rabu 28 Oktober 2026 sekira pkl 23.00 wib bertempat di Kejadian di blok kadu cagak Kp Sabelen babakan Rt. 007 rw. 003 Ds Tenjonagara Kec. Cigalontang_ Kab Tasikmalaya telah terjadi bencana alam tanah longsor /pergeseran tanah yang diduga diakibatkan curah hujan sehingga matrial tanah longsoran menimpa sebagian sawah milik warga dan saluran selokan sungai cibangun
#tanahlongsor
#jangkauanluas
Pada hari Rabu 28 Oktober 2026 sekira pkl 23.00 wib bertempat di Kejadian di blok kadu cagak Kp Sabelen babakan Rt. 007 rw. 003 Ds Tenjonagara Kec. Cigalontang_ Kab Tasikmalaya telah terjadi bencana alam tanah longsor /pergeseran tanah yang diduga diakibatkan curah hujan sehingga matrial tanah longsoran menimpa sebagian sawah milik warga dan saluran selokan sungai cibangun
• Lokasi Kejadian: Blok Kadu Cagak, Kampung Sabelen Babakan (RT 007 / RW 003), Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.
• Waktu Kejadian: Rabu malam, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, dengan dampak penanganan yang masih berlangsung hingga hari ini, 30 Oktober 2026.
• Penyebab & Dampak: Dipicu oleh tingginya curah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan struktur tebing menjadi labil. Material longsoran tanah dilaporkan ambruk dan menimbun sebagian area persawahan milik warga serta menyumbat saluran selokan aliran Sungai Cibangun.
Sebagai catatan, foto pemukiman dan tebing yang runtuh pada lampiran sebelumnya merujuk pada dokumentasi Tragedi Longsor Cidugaleun yang terjadi akibat cuaca ekstrem serupa di wilayah Cigalontang pada Agustus tahun lalu.
Jurnalis : Damara Rizky Elisyah
- Penulis: Damara Rizky Elisyah


Saat ini belum ada komentar