Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Masyarakat » Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali, di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar empat hektare lahan perkebunan di wilayah Kecamatan Kubu. Kobaran api yang cepat membesar akibat kondisi lahan yang kering serta tiupan angin kencang membuat kebakaran nyaris merambat ke kawasan permukiman warga dan kandang ternak yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik lahan ketika melihat kepulan asap disertai kobaran api yang terus meluas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menghubungi aparat desa dan petugas pemadam kebakaran. Mengingat lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan rumah penduduk, proses penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mencegah api menjalar ke bangunan warga.

Kepala Desa Dukuh menyampaikan bahwa laporan dari masyarakat langsung diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem. Tim pemadam kemudian bergerak menuju lokasi bersama aparat desa dan warga untuk mengendalikan kobaran api. Meski medan yang cukup sulit dan luas area yang terbakar menjadi tantangan tersendiri, petugas akhirnya berhasil mencegah api mencapai rumah-rumah warga maupun kandang ternak yang berada di sekitar lokasi.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan area perkebunan yang ditanami berbagai tanaman produktif seperti jambu mete, mangga, dan jeruk. Sebagian besar vegetasi di lokasi telah mengering akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau sehingga api dengan mudah merambat dari satu titik ke titik lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan luas area yang terdampak terus bertambah dalam waktu singkat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian material akibat rusaknya tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasilan. Selain itu, kebakaran juga sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga karena api berada sangat dekat dengan kawasan permukiman serta kandang ternak yang berisi hewan peliharaan.

Musim kemarau yang melanda wilayah Karangasem memang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Karangasem sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api di lahan kering. Tiupan angin yang cukup kencang serta banyaknya ilalang kering membuat kobaran api sangat mudah membesar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Pemilik lahan diminta rutin memantau kondisi kebun, membersihkan semak belukar yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan masyarakat maupun aset pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih menjadi salah satu bencana yang harus diwaspadai selama musim kemarau. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, dan petugas pemadam kebakaran sangat diperlukan agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less