Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Usai Ditangkap, Diduga RI dan Giono Disebut Dilepas Polresta Tuban,Dan Lapak Penimbunan BBM Solar Tidak Dipasang Police Line

Usai Ditangkap, Diduga RI dan Giono Disebut Dilepas Polresta Tuban,Dan Lapak Penimbunan BBM Solar Tidak Dipasang Police Line

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TUBAN – Dugaan praktik penampungan dan jual beli kembali Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian. Persoalan tersebut mencuat setelah sebelumnya beredar informasi mengenai sebuah lapak yang diduga digunakan untuk menampung solar bersubsidi sebelum kembali diperjualbelikan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, nama RI dan Giono disebut sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan lapak penampungan atau jual beli solar di wilayah Karang Agung. Sementara itu, nama Kariono disebut sebagai pihak yang diduga mengambil atau mengangkut solar dari lokasi tersebut menuju wilayah lain.

Informasi terbaru yang diterima menyebutkan bahwa RI dan Giono sebelumnya telah diamankan atau diperiksa oleh pihak kepolisian, namun kemudian disebut telah dilepaskan. Setelah keduanya disebut kembali berada di luar proses pemeriksaan tersebut, warga mempertanyakan kondisi lapak yang diduga masih digunakan untuk aktivitas jual beli solar.

Menurut informasi yang disampaikan kepada redaksi, lapak tersebut disebut kembali digunakan untuk memperjualbelikan solar. Bahkan, warga mempertanyakan mengapa lokasi yang sebelumnya menjadi sorotan tersebut belum terlihat dipasang garis polisi atau police line, sehingga aktivitas di lokasi disebut masih dapat berlangsung.

Warga Pertanyakan Mengapa Lapak Belum Dipasang Police Line

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat sebelumnya berharap aparat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang diduga berkaitan dengan penampungan dan distribusi kembali solar bersubsidi. Jika memang terdapat barang, tempat, kendaraan atau sarana yang berkaitan dengan proses penyelidikan, warga meminta kepolisian menentukan langkah pengamanan sesuai kewenangan dan prosedur hukum.

Masyarakat juga meminta agar aparat tidak hanya memeriksa orang yang berada di lokasi, tetapi menelusuri alur solar secara keseluruhan. Pemeriksaan dinilai perlu mencakup asal solar, tempat pembelian, pihak yang melakukan pembelian, lokasi penampungan, pihak yang membawa solar, serta tujuan akhir BBM tersebut.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan bukti yang cukup mengenai adanya pelanggaran, warga berharap kepolisian segera mengambil tindakan sesuai hukum. Termasuk apabila secara prosedural diperlukan pengamanan lokasi, masyarakat meminta agar police line dipasang untuk mencegah aktivitas atau perubahan kondisi tempat yang dapat mengganggu proses pemeriksaan.

Kariono Disebut Kembali Membawa Solar ke Wilayah Jenu

Selain persoalan lapak di Karang Agung, informasi terbaru yang diterima juga menyebut nama Kariono. Kariono diduga mengambil atau membawa solar dari lokasi yang dikaitkan dengan RI dan Giono untuk kemudian dibawa menuju wilayah Dusun Ndermo, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Informasi tersebut juga menyebut bahwa Kariono diduga menggunakan pengemudi lain yang berinisial R. Penggunaan pengemudi tersebut perlu diklarifikasi dan diverifikasi oleh aparat untuk mengetahui hubungan antara kendaraan, pengemudi, pemilik kendaraan, serta pihak yang menguasai atau menerima solar yang dibawa.

Apabila benar terdapat pengangkutan solar dari satu lokasi penampungan menuju lokasi lainnya, aparat diharapkan menelusuri setiap tahap pergerakannya. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui keterangan saksi, dokumentasi, data transaksi, kendaraan yang digunakan, serta bukti lain yang tersedia.

Polisi Diminta Telusuri Rantai Distribusi Solar

Masyarakat meminta Polres Tuban dan Polda Jawa Timur tidak berhenti pada pemeriksaan di satu lokasi. Dugaan aktivitas tersebut perlu ditelusuri mulai dari sumber solar di SPBU hingga lokasi penampungan dan tujuan pengangkutannya.

Jika terdapat pola pembelian secara berulang, aparat diharapkan memeriksa bagaimana pembelian tersebut dilakukan dan apakah sesuai dengan ketentuan distribusi BBM bersubsidi. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui apakah solar tersebut digunakan untuk kebutuhan yang sesuai peruntukan atau justru dikumpulkan dan diperjualbelikan kembali.

Dalam kasus seperti ini, masyarakat membutuhkan kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan resmi. Informasi mengenai RI, Giono, Kariono maupun pengemudi berinisial R perlu diklarifikasi melalui proses hukum agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Warga Minta Ada Tindakan Nyata di Lapangan

Warga mempertanyakan apakah setelah RI dan Giono disebut dilepaskan, aktivitas di lapak tersebut masih berlangsung dan apakah aparat telah melakukan pemeriksaan lanjutan. Pertanyaan tersebut dinilai penting karena lokasi yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat disebut masih digunakan untuk aktivitas yang diduga berkaitan dengan jual beli solar.

Masyarakat juga meminta agar apabila ditemukan adanya aktivitas yang masih berjalan, petugas segera melakukan pengecekan langsung. Bila dari pemeriksaan ditemukan pelanggaran dan lokasi memiliki keterkaitan dengan proses penyelidikan, warga berharap langkah pengamanan lokasi dilakukan sesuai prosedur, termasuk pemasangan garis polisi atau police line apabila memenuhi dasar hukum.

Selain lokasi di Karang Agung, warga berharap aparat juga memeriksa informasi mengenai pengangkutan solar menuju Dusun Ndermo, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Pemeriksaan di lokasi tujuan dinilai dapat membantu mengetahui apakah solar tersebut benar-benar dibawa dari lapak yang dimaksud dan siapa pihak yang menerima atau menguasainya.

Redaksi Dorong Klarifikasi dari Kepolisian

Dengan munculnya informasi terbaru tersebut, redaksi mendorong adanya klarifikasi resmi dari pihak kepolisian mengenai status pemeriksaan terhadap RI dan Giono, kondisi lapak yang dimaksud, serta langkah hukum yang telah atau akan dilakukan terhadap dugaan distribusi solar bersubsidi tersebut.

Klarifikasi resmi juga penting untuk menjelaskan apakah sebelumnya telah ditemukan barang bukti, apakah lokasi telah diperiksa, serta apakah terdapat dasar hukum untuk melakukan pengamanan atau pemasangan police line. Dengan demikian, masyarakat memperoleh informasi yang jelas berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan aparat.

Sementara itu, informasi mengenai Kariono dan pengemudi berinisial R yang disebut membawa solar menuju wilayah Tasikharjo juga masih perlu diverifikasi. Keterangan dari seluruh pihak terkait diperlukan agar pemberitaan tidak hanya berdasarkan informasi sepihak dan setiap orang yang disebut tetap mendapatkan kesempatan memberikan klarifikasi.

Masyarakat berharap persoalan dugaan penampungan, pengangkutan dan jual beli kembali solar bersubsidi di wilayah Tuban dapat segera mendapatkan kepastian. Jika memang ditemukan pelanggaran, warga meminta aparat melakukan penindakan sesuai hukum. Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak terbukti, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan resmi agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi dari Polres Tuban maupun Polda Jawa Timur mengenai status pemeriksaan RI dan Giono, kondisi lapak setelah keduanya disebut dilepaskan, serta kebenaran informasi mengenai pengangkutan solar oleh Kariono menggunakan pengemudi berinisial R.

Jurnalis : Bambang Sutejo

 

  • Penulis: Beritapolri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif

    BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Masih Fluktuatif Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut. Data tersebut tercatat hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, […]

  • Program Bedah Rumah Bukti Keberpihakan Prabowo Terhadap Masyarakat Kecil

    Program Bedah Rumah Bukti Keberpihakan Prabowo Terhadap Masyarakat Kecil

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Program Bedah Rumah Bukti Keberpihakan Prabowo Terhadap Masyarakat Kecil BEKASI – Program bedah rumah dinilai sebagai bukti keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Sebab, program ini diproyeksikan agar rakyat mendapatkan hunian yang layak, sehat, dan aman. “Program bedah rumah ini adalah salah satu program kerakyatan yang menunjukkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat kecil,” kata […]

  • KPA Soroti 147 Kasus Kriminalisasi Petani, Bareskrim Polri Tidak Hadir dalam Rapat DPR

    KPA Soroti 147 Kasus Kriminalisasi Petani, Bareskrim Polri Tidak Hadir dalam Rapat DPR

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KPA Soroti 147 Kasus Kriminalisasi Petani, Bareskrim Polri Tidak Hadir dalam Rapat DPR JAKARTA — Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyoroti masih berlangsungnya kasus kriminalisasi terhadap petani dan masyarakat dalam konflik agraria. Sorotan tersebut mengemuka setelah perwakilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tidak hadir dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) […]

  • Polisi Perketat Pengawasan KRL, Cegah Pelajar Ikut Aksi Demo 27 Agustus di Jakarta

    Polisi Perketat Pengawasan KRL, Cegah Pelajar Ikut Aksi Demo 27 Agustus di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

      Polisi Perketat Pengawasan KRL, Cegah Pelajar Ikut Aksi Demo 27 Agustus di Jakarta Polresta Tangerang memperketat pengawasan terhadap mobilitas pelajar menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sejumlah titik yang dinilai menjadi jalur pergerakan menuju Jakarta, termasuk fasilitas transportasi umum, mendapat penjagaan untuk mencegah pelajar tingkat SMP dan […]

  • Hasil CKG Ungkap 2,2 Juta Anak Indonesia Alami Tekanan Darah di Atas Normal, Pola Hidup Jadi Sorotan

    Hasil CKG Ungkap 2,2 Juta Anak Indonesia Alami Tekanan Darah di Atas Normal, Pola Hidup Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Hasil CKG Ungkap 2,2 Juta Anak Indonesia Alami Tekanan Darah di Atas Normal, Pola Hidup Jadi Sorotan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan kembali mengungkap temuan yang menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan hingga akhir Juli 2026, sekitar 2,2 juta anak usia sekolah di Indonesia terdeteksi memiliki tekanan darah di atas batas […]

  • Matangkan Pengamanan May Day, Polres Demak Gelar Latihan Sispamkota

    Matangkan Pengamanan May Day, Polres Demak Gelar Latihan Sispamkota

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DEMAK – Polres Demak menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Kantor Bupati Demak, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan personel menghadapi potensi kerawanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang. Dalam latihan tersebut, aparat mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 5.000 orang yang berujung ricuh. […]

expand_less