Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Berikan Trauma Healing
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Berikan Trauma Healing
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang atau galodo dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah, tim SAR, TNI, masyarakat, serta berbagai unsur terkait dengan fokus utama membantu warga terdampak dan memulihkan kondisi wilayah yang mengalami kerusakan.
Langkah yang dilakukan kepolisian tidak hanya berfokus pada penanganan kondisi fisik pascabencana. Personel di lapangan turut membantu membuka akses jalan yang tertutup material longsor, membersihkan lumpur dan bebatuan, mendukung proses pencarian warga yang masih belum ditemukan, melakukan pendataan dampak bencana, hingga memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi terdampak dapat berbeda sehingga penanganan harus disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Galodo menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sejumlah wilayah di Kayu Aro, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam, 21 September 2026. Setelah kejadian tersebut, jajaran Polda Sumatera Barat langsung mengerahkan personel untuk membantu penanganan bersama unsur pemerintah, tim SAR, dan masyarakat setempat.
Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumbar bersama satu kompi personel Direktorat Samapta dikerahkan untuk membantu membuka jalur utama Solok-Padang yang sempat tertutup material longsor. Personel bersama masyarakat melakukan pembersihan endapan lumpur dan bebatuan dengan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi.
Selain membersihkan material secara manual, proses penanganan juga didukung kendaraan taktis dan mesin pompa air. Pembersihan dilakukan secara bertahap untuk memulihkan akses transportasi sehingga mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, serta proses evakuasi dapat kembali berjalan.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy turut turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak bencana. Kehadiran pimpinan kepolisian di lapangan juga dilakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan sesuai kebutuhan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Di samping pemulihan akses jalan, personel kepolisian bersama tim SAR gabungan melakukan pendataan terhadap rumah dan warga yang terdampak. Upaya pencarian terhadap warga yang masih belum ditemukan juga terus dilakukan dengan memperluas wilayah penyisiran berdasarkan pembagian sektor pencarian yang telah ditentukan.
Pada Rabu, 23 September 2026, Tim SAR Satbrimob Polda Sumbar kembali memperluas penyisiran di sejumlah titik. Pencarian dilakukan bersama unsur SAR terkait dengan menyesuaikan kondisi medan serta informasi yang diperoleh selama proses penanganan bencana.
Personel kepolisian juga membantu warga membersihkan sisa material lumpur yang masuk ke kawasan permukiman. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan gerobak dorong, petugas bersama masyarakat mengangkut lumpur dari halaman dan sekitar rumah agar lingkungan dapat kembali digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penanganan pascabencana juga menyentuh aspek pemulihan psikologis masyarakat. Polres Solok melalui tim konselornya memberikan pendampingan kepada anak-anak dan warga yang berada di wilayah terdampak. Kegiatan trauma healing dilaksanakan di Komplek Nuansa Griya Arosuka Tahap 1 dan 2 serta lokasi pengungsian di rumah dinas Wakil Bupati Solok di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
Dalam kegiatan tersebut, para konselor mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, dan memberikan motivasi. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi kecemasan serta memberikan rasa aman kepada anak-anak setelah mengalami situasi bencana.
Polri menilai pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembersihan lingkungan dan perbaikan akses. Kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang mengalami langsung dampak bencana, juga menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian selama masa pemulihan.
Hingga saat ini, penanganan di sejumlah wilayah terdampak masih terus dilakukan. Selain pencarian dan pembersihan material, petugas melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Polri menegaskan bahwa penanganan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tim SAR, masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai kebutuhan warga dapat ditangani secara bertahap sekaligus memastikan keselamatan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap mengikuti arahan petugas dan menggunakan informasi resmi sebagai acuan selama proses penanganan bencana. Pemerintah dan aparat terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah untuk memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar