Polri Kawal Pemulangan Jenazah ABK KM Arupadatu I untuk Diserahkan kepada Keluarga
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Kawal Pemulangan Jenazah ABK KM Arupadatu I untuk Diserahkan kepada Keluarga
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memberikan pelayanan kemanusiaan dalam penanganan insiden hilangnya kapal cepat KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda. Salah satu bentuk pelayanan tersebut dilakukan melalui proses identifikasi dan pengawalan pemulangan jenazah salah satu anak buah kapal (ABK) yang telah berhasil ditemukan dan dipastikan identitasnya.
Salah satu kru KM Arupadatu I yang berhasil diidentifikasi adalah Sukarman atau Surakman, berusia 60 tahun. Kepastian identitas korban diperoleh melalui pemeriksaan dan pencocokan DNA yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Hasil pemeriksaan tersebut memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan salah satu ABK kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan membandingkan data antemortem dan postmortem. Data antemortem merupakan informasi yang dikumpulkan dari keluarga korban, sedangkan data postmortem diperoleh melalui pemeriksaan terhadap jenazah. Pencocokan kedua data tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan identitas korban secara akurat.
Jenazah tersebut ditemukan oleh aparat kepolisian di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu. Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Dalam proses identifikasi, tim DVI melakukan pemeriksaan berdasarkan sejumlah data pembanding, termasuk sampel DNA dari keluarga korban. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara teliti untuk memastikan bahwa identitas jenazah benar-benar sesuai dengan data keluarga yang telah dihimpun oleh pihak kepolisian.
Setelah identitas korban dipastikan, Polri menyiapkan proses pemulangan jenazah dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga di wilayah Pandeglang, Banten, untuk mendapatkan penanganan dan pemakaman sesuai dengan ketentuan serta keinginan keluarga.
Pengawalan pemulangan jenazah menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada keluarga korban yang tengah menghadapi suasana duka. Selain memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib, langkah tersebut juga bertujuan membantu proses penyerahan jenazah agar berjalan dengan baik hingga tiba di pihak keluarga.
KM Arupadatu I sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang. Kapal tersebut membawa delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Keberangkatan kapal berkaitan dengan kegiatan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda.
Hilangnya kapal tersebut kemudian memicu operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur. Polri bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan untuk mencari keberadaan kapal dan seluruh orang yang berada di dalamnya. Operasi pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi perairan serta keselamatan personel yang bertugas.
Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, penemuan jenazah yang kemudian diidentifikasi sebagai salah satu ABK menjadi perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut. Meskipun demikian, keberadaan KM Arupadatu I dan sejumlah orang lainnya yang masih dalam pencarian tetap menjadi perhatian tim gabungan.
Polri juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dalam proses pengumpulan data dan pemeriksaan identitas. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur, sekaligus memberikan informasi mengenai perkembangan penanganan kepada keluarga yang menunggu kepastian.
Kapolda Banten menyampaikan bahwa proses pencarian dan penanganan korban dilakukan secara berkelanjutan. Selain mengupayakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, kepolisian juga memastikan proses identifikasi terhadap jenazah yang telah ditemukan dilakukan secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam penanganan insiden tersebut, aspek kemanusiaan menjadi salah satu perhatian utama. Proses identifikasi dan pemulangan jenazah tidak hanya berkaitan dengan prosedur kepolisian, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban. Dengan adanya kepastian identitas, keluarga dapat mempersiapkan proses pemakaman dan penghormatan terakhir bagi anggota keluarganya.
Polri mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai perkembangan pencarian KM Arupadatu I. Informasi resmi dari kepolisian dan pihak berwenang diharapkan menjadi rujukan utama agar tidak menimbulkan keresahan maupun kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Hingga perkembangan terakhir, Polri masih melakukan koordinasi dan penanganan bersama unsur terkait dalam rangka pencarian serta penanganan korban KM Arupadatu I. Proses pemulangan jenazah Sukarman diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan lancar hingga diserahkan kepada pihak keluarga di Pandeglang.
Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar