Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Masyarakat » Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Empat Hektare Lahan di Karangasem Terbakar, Api Nyaris Melalap Rumah dan Kandang Ternak Warga

Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali, di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar empat hektare lahan perkebunan di wilayah Kecamatan Kubu. Kobaran api yang cepat membesar akibat kondisi lahan yang kering serta tiupan angin kencang membuat kebakaran nyaris merambat ke kawasan permukiman warga dan kandang ternak yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik lahan ketika melihat kepulan asap disertai kobaran api yang terus meluas. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menghubungi aparat desa dan petugas pemadam kebakaran. Mengingat lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan rumah penduduk, proses penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mencegah api menjalar ke bangunan warga.

Kepala Desa Dukuh menyampaikan bahwa laporan dari masyarakat langsung diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem. Tim pemadam kemudian bergerak menuju lokasi bersama aparat desa dan warga untuk mengendalikan kobaran api. Meski medan yang cukup sulit dan luas area yang terbakar menjadi tantangan tersendiri, petugas akhirnya berhasil mencegah api mencapai rumah-rumah warga maupun kandang ternak yang berada di sekitar lokasi.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan area perkebunan yang ditanami berbagai tanaman produktif seperti jambu mete, mangga, dan jeruk. Sebagian besar vegetasi di lokasi telah mengering akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau sehingga api dengan mudah merambat dari satu titik ke titik lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan luas area yang terdampak terus bertambah dalam waktu singkat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian material akibat rusaknya tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasilan. Selain itu, kebakaran juga sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga karena api berada sangat dekat dengan kawasan permukiman serta kandang ternak yang berisi hewan peliharaan.

Musim kemarau yang melanda wilayah Karangasem memang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Karangasem sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api di lahan kering. Tiupan angin yang cukup kencang serta banyaknya ilalang kering membuat kobaran api sangat mudah membesar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Pemilik lahan diminta rutin memantau kondisi kebun, membersihkan semak belukar yang mudah terbakar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan masyarakat maupun aset pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih menjadi salah satu bencana yang harus diwaspadai selama musim kemarau. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, dan petugas pemadam kebakaran sangat diperlukan agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Jurnalis : Danilo Fernandes

  • Penulis: Danilo Fernandes

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini

    Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oegroseno Bakal Penuhi Undangan Klarifikasi soal Kasus Lahan Hari Ini Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol (Purn) Oegroseno, dijadwalkan memenuhi undangan klarifikasi dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam pengadaan lahan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Kehadiran Oegroseno merupakan bagian dari proses pengumpulan keterangan pada tahap […]

  • Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan di Bekasi Dituntut 15 Tahun Penjara

    Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan di Bekasi Dituntut 15 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan di Bekasi Dituntut 15 Tahun Penjara Kasus pembunuhan seorang pria berinisial NHW di Bekasi, Jawa Barat, memasuki tahap akhir persidangan. Jaksa Penuntut Umum menuntut dua terdakwa, Ari bin H Mulyana dan Aris Aparatulloh bin H Mulyana, dengan hukuman masing-masing 15 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan setelah jaksa menilai keduanya […]

  • Polisi Buru Koordinator Lapangan Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah di Belitung Timur

    Polisi Buru Koordinator Lapangan Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah di Belitung Timur

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Polisi Buru Koordinator Lapangan Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah di Belitung Timur Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap seorang pria berinisial F yang diduga berperan sebagai koordinator lapangan dalam kasus penyelundupan pasir timah seberat kurang lebih 8 ton di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) […]

  • Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Dugaan Pembakaran Hutan dan Lahan

    Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Dugaan Pembakaran Hutan dan Lahan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bareskrim Polri Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Dugaan Pembakaran Hutan dan Lahan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan sebanyak 72 orang sebagai tersangka dalam sejumlah kasus dugaan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan tersebut merupakan hasil pengungkapan dan penyelidikan yang dilakukan kepolisian terhadap berbagai kejadian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah penegakan hukum […]

  • Kapal yang Dikirim TNI AD ke NTT Bisa Jadi Rumah Sakit, Angkut Dokter dan Perawat

    Kapal yang Dikirim TNI AD ke NTT Bisa Jadi Rumah Sakit, Angkut Dokter dan Perawat

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kapal yang Dikirim TNI AD ke NTT Bisa Jadi Rumah Sakit, Angkut Dokter dan Perawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengerahkan kapal untuk mendukung penanganan dampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut tidak hanya digunakan untuk membawa bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana. […]

  • Polres Banyuasin Gelar Press Conference, Ungkap Kasus Pembunuhan Dua Perempuan Setelah Lima Tahun

    Polres Banyuasin Gelar Press Conference, Ungkap Kasus Pembunuhan Dua Perempuan Setelah Lima Tahun

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Polres Banyuasin Gelar Press Conference, Ungkap Kasus Pembunuhan Dua Perempuan Setelah Lima Tahun Banyuasin — Polres Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana yang selama sekitar lima tahun menjadi misteri. Perkara tersebut berkaitan dengan hilangnya dua perempuan muda, Rani (23) dan Ayuhana (18), yang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak 2021. Pengungkapan […]

expand_less