Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polri Tegaskan Rekrutmen Penyandang Disabilitas Berbasis Kompetensi dan Kebutuhan Organisasi

Polri Tegaskan Rekrutmen Penyandang Disabilitas Berbasis Kompetensi dan Kebutuhan Organisasi

  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polri Tegaskan Rekrutmen Penyandang Disabilitas Berbasis Kompetensi dan Kebutuhan Organisasi

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam membangun institusi yang semakin inklusif dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi bagian dari anggota Polri. Rekrutmen tersebut dilakukan melalui mekanisme seleksi yang tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, kompetensi, integritas, serta disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan karakteristik jabatan yang tersedia.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa proses seleksi bagi penyandang disabilitas tetap menerapkan standar yang berlaku, namun disertai penyesuaian sesuai kondisi masing-masing peserta. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan proses rekrutmen berjalan adil tanpa mengurangi kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh institusi kepolisian.

Menurutnya, Polri memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Prinsip kesetaraan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Polri, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik yang lebih inklusif.

Rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia beserta perubahannya, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara untuk bergabung menjadi anggota Polri.

Polri menjelaskan bahwa tidak seluruh jenis disabilitas dapat mengikuti seluruh formasi yang tersedia. Penempatan personel dilakukan berdasarkan hasil seleksi, kompetensi, latar belakang pendidikan, kemampuan individu, serta kebutuhan organisasi. Dengan pendekatan tersebut, setiap personel dapat ditempatkan pada bidang tugas yang sesuai sehingga mampu bekerja secara optimal dan profesional.

Beberapa bidang penugasan yang dinilai sesuai bagi personel penyandang disabilitas antara lain administrasi, pelayanan publik, analisis data, teknologi informasi, kesehatan, penelitian, hingga berbagai fungsi pendukung lainnya yang tidak menuntut kemampuan fisik tertentu. Kebijakan ini bertujuan agar setiap anggota dapat memberikan kontribusi maksimal sesuai kapasitas dan keahliannya.

Sejak program rekrutmen penyandang disabilitas mulai diterapkan beberapa tahun lalu, Polri terus melakukan berbagai evaluasi dan penyesuaian. Tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga pada aspek pendidikan, pelatihan, fasilitas pendukung, hingga penyesuaian lingkungan kerja agar semakin ramah terhadap penyandang disabilitas. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi organisasi menuju institusi yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kesetaraan.

Selain mempersiapkan peserta rekrutmen, Polri juga melakukan pembinaan terhadap seluruh personel agar mampu membangun budaya kerja yang inklusif. Kehadiran anggota penyandang disabilitas diharapkan dapat memperkuat keberagaman dalam organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang.

Polri menegaskan bahwa perluasan ruang jabatan bagi penyandang disabilitas akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan organisasi dan kebutuhan institusi. Upaya tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga terkait, organisasi penyandang disabilitas, serta masyarakat agar proses inklusi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Melalui kebijakan tersebut, Polri berharap dapat menjadi contoh dalam penerapan prinsip kesetaraan kesempatan kerja di sektor publik. Rekrutmen berbasis kompetensi diharapkan mampu memberikan ruang pengabdian yang lebih luas bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat secara profesional, humanis, dan berkeadilan.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Hari Buruh, Polresta Cirebon Gelar Doa Bersama Minta Keamanan Kondusif

    Jelang Hari Buruh, Polresta Cirebon Gelar Doa Bersama Minta Keamanan Kondusif

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    CIREBON – Menjelang peringatan Hari Buruh Nasional, Polresta Cirebon menggelar kegiatan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi terciptanya situasi keamanan yang aman dan damai. Acara berlangsung di Masjid Syarif Hidayatullah, Asrama Polisi Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/4/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolresta […]

  • Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung

    Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Polisi Periksa Manajemen DWP Terkait Dugaan Penjualan Whip Pink, Penyelidikan Masih Berlangsung Aparat kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap pihak manajemen DWP terkait dugaan penjualan produk yang dikenal dengan nama Whip Pink. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengumpulkan informasi, keterangan, serta berbagai bukti yang diperlukan guna mengetahui apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam […]

  • Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

    Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Truk Ekspedisi Terguling Saat Hendak Putar Balik di Jakarta Barat, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan ekspedisi terjadi di wilayah Jakarta Barat. Sebuah truk ekspedisi dilaporkan terguling ketika hendak melakukan putar balik di jalan raya. Insiden tersebut mengakibatkan arus kendaraan di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan karena badan […]

  • Survei Litbang Kompas Beri Skor Pelayanan Polri 8,37, Institusi Sebut Kepercayaan Publik Adalah Amanah

    Survei Litbang Kompas Beri Skor Pelayanan Polri 8,37, Institusi Sebut Kepercayaan Publik Adalah Amanah

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Survei Litbang Kompas Beri Skor Pelayanan Polri 8,37, Institusi Sebut Kepercayaan Publik Adalah Amanah Hasil Survei Persepsi Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Polri Triwulan II Tahun 2026 yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan adanya peningkatan penilaian masyarakat terhadap profesionalitas pelayanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam survei tersebut, skor pelayanan Polri meningkat menjadi 8,37, naik dibandingkan hasil […]

  • Malaysia Ungkap Hasil Pemindaian Koper Pilot di KLIA, Narkoba 26 Kg Kok Bisa Lolos?

    Malaysia Ungkap Hasil Pemindaian Koper Pilot di KLIA, Narkoba 26 Kg Kok Bisa Lolos?

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Malaysia Ungkap Hasil Pemindaian Koper Pilot di KLIA, Narkoba 26 Kg Kok Bisa Lolos? Otoritas Malaysia akhirnya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap koper milik seorang pilot yang menjadi sorotan setelah ditemukan sekitar 26 kilogram narkotika di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Kasus tersebut memicu perhatian luas karena barang terlarang dalam jumlah besar itu diduga berhasil melewati […]

  • Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Diduga Salah Paham, Satpam Rumah Sakit Tikam Petugas Cuci Darah hingga Kritis Peristiwa penusukan yang terjadi di lingkungan sebuah rumah sakit menggemparkan masyarakat setelah seorang petugas satuan pengamanan (satpam) diduga menikam petugas hemodialisis atau cuci darah hingga mengalami luka berat dan sempat berada dalam kondisi kritis. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah […]

expand_less