Prabowo Ingatkan Polri agar Selalu Melayani Masyarakat: Jangan Menyusahkan Rakyat, Gaji Aparat Berasal dari Uang Rakyat
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prabowo Ingatkan Polri agar Selalu Melayani Masyarakat: Jangan Menyusahkan Rakyat, Gaji Aparat Berasal dari Uang Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar senantiasa menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Dalam arahannya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Presiden menekankan bahwa setiap anggota kepolisian harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan, memberikan pelayanan terbaik, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan atau menyulitkan rakyat.
Menurut Presiden, seluruh aparat negara harus menyadari bahwa keberadaan mereka merupakan amanah yang diberikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota Polri dituntut untuk bekerja secara profesional, jujur, disiplin, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pelayanan publik yang cepat, transparan, dan humanis dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Prabowo mengingatkan bahwa gaji maupun berbagai fasilitas yang digunakan aparat negara berasal dari uang rakyat yang dihimpun melalui penerimaan negara. Karena itu, setiap anggota kepolisian memiliki kewajiban moral untuk memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh menyalahgunakan kewenangan ataupun melakukan tindakan yang justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Selain menekankan pentingnya pelayanan kepada masyarakat, Presiden juga meminta seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan fungsi penegakan hukum. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil, objektif, serta tidak membeda-bedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang seseorang. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat terus terjaga dan semakin meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak Polri untuk terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, menciptakan ketertiban, serta menjadi solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga. Hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Prabowo turut mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa ke depan akan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, ancaman kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, hingga berbagai bentuk kejahatan transnasional. Oleh sebab itu, Polri dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kemampuan teknologi, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Presiden berharap momentum Hari Bhayangkara menjadi sarana refleksi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat komitmen dalam menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan. Dengan pelayanan yang semakin baik, Polri diharapkan mampu menjadi institusi yang semakin dipercaya, dicintai, dan dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Jurnalis : Ridwan
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar