64 Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kapal Virgo, 32 Jenazah Masih dalam Proses Identifikasi
- calendar_month 40 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
64 Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kapal Virgo, 32 Jenazah Masih dalam Proses Identifikasi
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Hingga Minggu, 27 September 2026, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 64 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 lainnya masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Proses identifikasi masih terus dilakukan seiring dengan bertambahnya temuan jenazah dari berbagai lokasi. Sejumlah jasad yang ditemukan tim SAR gabungan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan. Bahkan, beberapa jenazah lainnya masih dalam perjalanan menuju Banjarmasin setelah ditemukan di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Nur Khamid mengatakan tim DVI bekerja secara simultan untuk mempercepat proses identifikasi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap karena kondisi sebagian jenazah membutuhkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum identitas korban dapat dipastikan.
Banyaknya temuan korban membuat fasilitas penyimpanan jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin turut dipersiapkan. Rumah sakit tersebut menyiapkan dua kontainer pendingin dengan kapasitas maksimal hingga 200 jenazah. Fasilitas ini digunakan untuk menjaga kondisi jenazah selama proses identifikasi masih berlangsung.
Penggunaan kontainer pendingin menjadi penting karena proses identifikasi membutuhkan waktu, terutama apabila kondisi jenazah sudah mengalami perubahan sehingga sulit dikenali secara langsung. Tim DVI harus melakukan pemeriksaan berdasarkan prosedur identifikasi korban bencana untuk memastikan setiap jenazah dapat diketahui identitasnya secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan data Basarnas yang dikutip dalam laporan tersebut, sebanyak 172 orang telah berhasil dievakuasi dari total 243 penumpang dan awak Kapal Virgo. Dari jumlah yang berhasil dievakuasi, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 64 orang dinyatakan meninggal dunia.
Di sisi lain, operasi pencarian masih terus dilakukan karena terdapat 71 korban yang hingga saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Tim penyelamat terus menyisir sejumlah wilayah perairan dan lokasi yang diperkirakan menjadi titik ditemukannya korban.
Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 terjadi di Laut Jawa pada 13 September 2026. Kapal tersebut diketahui membawa ratusan penumpang dan awak dalam perjalanan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Sejak kejadian tersebut, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur untuk melakukan pencarian, evakuasi korban, serta penanganan terhadap para korban yang telah ditemukan.
Temuan korban dalam beberapa hari terakhir membuat jumlah jenazah yang harus diperiksa oleh tim DVI terus bertambah. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan identitas korban. Kepastian identitas menjadi bagian penting sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Selain pencarian korban yang masih hilang, proses pendataan juga terus dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data penumpang, korban yang telah ditemukan, serta mereka yang masih dinyatakan hilang. Langkah tersebut diperlukan agar jumlah korban dan status masing-masing dapat tercatat secara akurat.
Pemerintah dan tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian serta penanganan korban. Sementara itu, proses identifikasi terhadap jenazah yang telah ditemukan akan terus dilakukan oleh tim DVI hingga seluruh korban yang berhasil dievakuasi dapat diketahui identitasnya.
Keluarga korban juga masih menunggu kepastian mengenai identitas anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Proses identifikasi diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dan pemulangan sesuai prosedur yang berlaku.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar