Polri dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Transnasional dalam SOM ke-14 di Bali
- calendar_month 43 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri dan AFP Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Transnasional dalam SOM ke-14 di Bali
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Australian Federal Police (AFP) memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional melalui The 14th Senior Officers Meeting (SOM) yang digelar di Merusaka Hotel, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin, 21 September 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari forum rutin tahunan antara Polri dan AFP yang telah berlangsung sejak 2011. SOM menjadi wadah bagi kedua institusi untuk mengevaluasi perkembangan kerja sama sekaligus menyusun sejumlah prioritas dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang terus berkembang dan semakin kompleks.
Dalam pertemuan SOM ke-14, Polri dan AFP membahas sembilan bidang prioritas kerja sama. Bidang tersebut mencakup penanggulangan terorisme, penyelundupan manusia, eksploitasi manusia, kejahatan terorganisasi, kejahatan siber, pemberantasan korupsi, forensik, peningkatan kapasitas bersama, serta penguatan upaya pengejaran terhadap buronan.
Penguatan kerja sama tersebut dinilai penting karena kejahatan transnasional tidak lagi terbatas pada wilayah satu negara. Perkembangan teknologi dan meningkatnya mobilitas antarnegara membuat pelaku kejahatan dapat menjalankan aktivitasnya dengan memanfaatkan jaringan lintas yurisdiksi. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pertukaran informasi yang lebih kuat antara aparat penegak hukum kedua negara.
Dalam forum tersebut, Kapolri menekankan pentingnya meningkatkan pertukaran informasi antara Polri dan AFP. Selain itu, kerja sama investigasi, penegakan hukum lintas yurisdiksi, pelacakan aset dan transaksi digital, serta peningkatan kemampuan personel menjadi bagian dari langkah yang dibahas untuk memperkuat penanganan kejahatan transnasional.
Rangkaian kegiatan SOM ke-14 juga diisi dengan JCLEC Board of Patrons Meeting. JCLEC atau Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation merupakan salah satu wadah kerja sama dalam bidang peningkatan kapasitas aparat penegak hukum. Sejak didirikan pada 3 Juli 2004 hingga Agustus 2026, JCLEC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 53.091 personel penegak hukum dari berbagai negara.
Selain agenda tersebut, Polri dan AFP turut melakukan penandatanganan Circular Resolution 31 serta membahas hasil SOM 2026. Kedua institusi juga membicarakan rencana kerja sama melalui INP-AFP People Smuggling Cooperation Program Work Plan yang diarahkan untuk memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas dalam penanganan penyelundupan manusia.
Kapolri juga melakukan pertemuan bilateral dengan Commissioner of AFP Krissy Barrett. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, termasuk penanganan buronan yang berkaitan dengan kedua negara, peluang pengembangan kerja sama antara Polri dan AFP, serta akreditasi diplomatik para Liaison Officer AFP yang bertugas di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa aspek keamanan Indonesia dan Australia memiliki keterkaitan yang erat. Karena itu, penguatan hubungan antara kedua lembaga penegak hukum diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan yang melibatkan lebih dari satu negara.
Kerja sama yang dibangun tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan personel dan penguatan koordinasi antarlembaga. Pertukaran informasi yang lebih cepat dan akurat diharapkan dapat membantu kedua negara dalam merespons perkembangan kejahatan lintas batas secara lebih terkoordinasi.
Polri dan AFP juga menempatkan peningkatan kapasitas sebagai salah satu bagian penting dalam hubungan kedua institusi. Melalui berbagai program pelatihan dan pertukaran pengetahuan, personel penegak hukum diharapkan memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menangani pola kejahatan yang terus berubah, termasuk kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Seluruh rangkaian SOM ke-14 kemudian ditutup melalui Official Dinner yang menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan AFP. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, persahabatan, dan kepercayaan antara kedua institusi penegak hukum.
Melalui penguatan kerja sama tersebut, Indonesia dan Australia terus mendorong koordinasi dalam menjaga keamanan masyarakat serta menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional. Kerja sama lintas negara menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi kejahatan yang memiliki jaringan, pelaku, maupun dampak yang melampaui batas wilayah suatu negara.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar