Penyu Hendak Bertelur Ditemukan Mati Terbelah di Berau, Seluruh Telur Diduga Diambil Pelaku
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penyu ditemukan mati mengenaskan di pesisir Berau, Kaltim.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penyu Hendak Bertelur Ditemukan Mati Terbelah di Berau, Seluruh Telur Diduga Diambil Pelaku
Peristiwa yang memprihatinkan terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, setelah seekor penyu betina yang diduga hendak bertelur ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Satwa laut yang dilindungi tersebut ditemukan mati dengan bagian bawah tubuh terbelah, sementara seluruh telur yang masih berada di dalam tubuhnya diduga telah diambil oleh pelaku. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perburuan terhadap satwa yang status populasinya terus mengalami penurunan.
Bangkai penyu pertama kali ditemukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) saat melakukan patroli rutin di kawasan pendaratan penyu di pesisir Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih. Saat ditemukan, kondisi penyu sangat memprihatinkan dengan luka sayatan panjang di bagian bawah tubuh hingga organ dalamnya terlihat keluar. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menduga luka tersebut sengaja dibuat untuk mengambil seluruh telur yang masih berada di dalam tubuh induk penyu sebelum sempat dikeluarkan secara alami.
Kepala UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KKP3K) KDPS Berau menjelaskan bahwa tidak ditemukan satu pun telur yang tersisa ketika bangkai penyu diperiksa. Hal tersebut menguatkan dugaan bahwa pelaku sengaja membunuh penyu demi mengambil telur yang memiliki nilai jual di pasar gelap. Dugaan sementara, aksi tersebut dilakukan pada malam atau dini hari ketika penyu naik ke pantai untuk mencari lokasi bertelur dan kondisi pantai relatif sepi dari aktivitas masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi kehilangan besar bagi upaya konservasi satwa laut di Kalimantan Timur. Seekor penyu betina dewasa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai usia reproduksi. Kehilangan satu induk produktif tidak hanya mengurangi populasi saat ini, tetapi juga menghilangkan ratusan calon tukik yang seharusnya lahir dan menjadi bagian dari regenerasi populasi penyu di masa mendatang. Para pegiat konservasi menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap satwa liar yang harus ditindak secara tegas.
Pemerintah daerah bersama petugas konservasi kini meningkatkan patroli di kawasan pantai yang menjadi lokasi pendaratan penyu, terutama selama musim bertelur. Pengawasan diperketat untuk mencegah perburuan telur maupun pembunuhan terhadap induk penyu. Selain patroli rutin, edukasi kepada masyarakat sekitar juga terus dilakukan agar semakin banyak warga yang ikut menjaga habitat penyu dan melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan konservasi.
Penyu merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia. Segala bentuk perburuan, perdagangan, maupun pengambilan bagian tubuh dan telurnya tanpa izin merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. Oleh karena itu, aparat bersama instansi terkait diharapkan dapat segera mengungkap pelaku agar memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kawasan konservasi lainnya.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelestarian satwa liar tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas konservasi, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan menjaga habitat alami, menghentikan perburuan liar, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian ekosistem pesisir, populasi penyu di Indonesia diharapkan dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes


Saat ini belum ada komentar