Truk Polisi Diserang Kelompok Berpakaian Hitam di Bandung, Tiga Personel Terluka
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Truk Polisi Diserang Kelompok Berpakaian Hitam di Bandung, Tiga Personel Terluka
BANDUNG – Sebuah truk Pengendali Massa (Dalmas) milik kepolisian menjadi sasaran penyerangan oleh sekelompok orang berpakaian hitam di kawasan persimpangan Jalan Ir. H. Djuanda dan Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan tiga personel kepolisian mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Peristiwa itu terjadi setelah rangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung pada sore hari. Sebelumnya, situasi demonstrasi dilaporkan berjalan relatif tertib dan para peserta aksi telah membubarkan diri sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, kondisi di kawasan pusat Kota Bandung kembali memanas pada malam hari ketika sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah mulai melakukan tindakan anarkis.
Berdasarkan keterangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, kendaraan Dalmas tersebut sedang melintas setelah personel kepolisian menyelesaikan tugas pengamanan demonstrasi. Para petugas saat itu hendak menuju kawasan Dago-Cikapayang untuk melanjutkan kegiatan pengamanan dan melakukan pergantian sif personel.
Dalam perjalanan, truk polisi tersebut tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang. Berdasarkan keterangan kepolisian, para pelaku diduga melemparkan berbagai benda ke arah kendaraan, termasuk batu, kembang api, petasan, dan bom molotov. Serangan tersebut mengakibatkan situasi di sekitar lokasi menjadi tidak terkendali.
Api terlihat membakar sejumlah bagian kendaraan kepolisian. Selain itu, pembatas jalan atau water barrier yang berada di sekitar persimpangan juga dilaporkan terbakar. Kejadian tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kepanikan di kawasan yang menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat di Kota Bandung.
Akibat serangan tersebut, tiga anggota kepolisian mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Para personel kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Kapolrestabes Bandung memastikan bahwa anggota yang terluka telah memperoleh penanganan di rumah sakit.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden tersebut akan ditangani melalui proses penyelidikan untuk mengungkap identitas serta peran masing-masing pelaku. Aparat juga berupaya mengumpulkan bukti dan mendalami informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut guna memastikan proses penegakan hukum berjalan berdasarkan fakta.
Polisi Dalami Identitas Pelaku
Hingga perkembangan terakhir yang diberitakan pada Rabu (21/10/2026), aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam penyerangan. Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan antara orang-orang yang berada di lokasi kejadian dengan aktivitas sebelumnya, tanpa terlebih dahulu menyimpulkan bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok demonstran.
Penyelidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kronologi kejadian, motif penyerangan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Informasi dari saksi dan rekaman kamera pengawas dapat menjadi bagian dari bahan pemeriksaan untuk membantu proses identifikasi, sepanjang tersedia dan relevan dengan perkara.
Polisi turut meningkatkan patroli di sejumlah titik di Kota Bandung, khususnya di kawasan yang dinilai berpotensi mengalami gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden susulan sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.
Situasi Berangsur Kondusif
Setelah kejadian berlangsung, situasi di persimpangan Jalan Sulanjana dan kawasan Dago dilaporkan berangsur kondusif. Berdasarkan pantauan pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB, kelompok yang terlibat dalam kericuhan dan kendaraan yang menjadi sasaran penyerangan sudah tidak terlihat di lokasi.
Meski keadaan mulai terkendali, aparat tetap melakukan pemantauan dan penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah gangguan keamanan kembali terjadi. Pengaturan lalu lintas juga menjadi perhatian agar mobilitas warga tidak terganggu akibat dampak insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi setelah aksi demonstrasi yang sebelumnya berlangsung tertib. Aparat masih perlu memastikan apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan kegiatan unjuk rasa pada sore hari atau merupakan tindakan kelompok lain yang muncul setelah massa demonstran membubarkan diri.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan proses pengungkapan perkara kepada aparat yang berwenang. Masyarakat juga diharapkan mengutamakan keselamatan dan menghindari lokasi apabila situasi keamanan sedang tidak kondusif.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Penanganan perkara secara profesional dan berdasarkan bukti diperlukan agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar