Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Demo di Jakarta, Pengendara Diimbau Gunakan Rute Alternatif
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Demo di Jakarta, Pengendara Diimbau Gunakan Rute Alternatif
JAKARTA – Kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah kawasan strategis Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pengguna jalan diminta mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif, terutama jika hendak melintas di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin, serta kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan arus kendaraan dengan mempertimbangkan situasi di lapangan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi dan tingkat kepadatan di sekitar lokasi kegiatan.
Informasi yang disampaikan melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa aksi penyampaian pendapat dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sejumlah ruas jalan di sekitar titik kegiatan berpotensi mengalami kepadatan sehingga masyarakat diimbau mencari jalur lain apabila tidak memiliki keperluan mendesak di kawasan tersebut.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhitungkan jarak perjalanan, tetapi juga memperhatikan kemungkinan perubahan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Pengendara diharapkan memantau informasi terbaru dari petugas agar dapat menentukan jalur perjalanan yang lebih sesuai.
Rute Alternatif Menuju Slipi dan Tomang
Bagi pengendara yang hendak menuju kawasan Slipi atau Tomang, terdapat sejumlah jalur alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi aksi.
Pengguna jalan yang berangkat dari Simpang Semanggi dapat melintasi Jalan Sudirman, kemudian menuju Jalan Bendungan Hilir (Benhil), Jalan Pejompongan, dan melanjutkan perjalanan ke Jalan Letjen S. Parman.
Sementara itu, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto dapat memilih jalur melalui Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, dan Jalan Tentara Pelajar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jalan Letjen S. Parman.
Penggunaan jalur alternatif tersebut diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga tidak seluruh pengguna jalan bertumpu pada ruas yang berdekatan dengan titik aksi. Meski demikian, pengendara tetap perlu memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat perubahan pengaturan di lapangan.
Jalur Alternatif Menuju Kawasan Monas
Bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan Monas, kepolisian juga memberikan sejumlah pilihan jalur berdasarkan arah kedatangan kendaraan.
Pengendara dari wilayah Jakarta Barat dapat menggunakan Jalan Tomang Raya, kemudian melintasi Jalan Suryopranoto dan Simpang Harmoni sebelum melanjutkan perjalanan menuju Monas.
Adapun pengguna jalan dari Jakarta Selatan dapat mempertimbangkan rute melalui Jalan Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, kemudian menuju kawasan Tugu Tani dan Monas.
Sementara itu, pengendara dari Jakarta Timur dapat memilih jalur melalui kawasan Jatinegara, Jalan Kramat Raya, dan Tugu Tani sebelum melanjutkan perjalanan menuju Monas.
Masyarakat yang akan melewati jalur-jalur tersebut tetap disarankan memeriksa informasi lalu lintas terkini. Kondisi jalan dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada jumlah massa, situasi keamanan, dan keputusan petugas yang bertugas mengatur arus kendaraan.
Pengendara Diminta Mengatur Waktu Perjalanan
Untuk mengurangi risiko terjebak kemacetan, pengguna jalan disarankan berangkat lebih awal, menyesuaikan jadwal perjalanan, serta menghindari kawasan kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan. Pengendara juga perlu menyiapkan jalur alternatif sebelum memulai perjalanan agar dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat ketika terjadi perubahan arus lalu lintas.
Selain itu, masyarakat diharapkan tetap tertib selama berkendara, tidak berhenti sembarangan di sekitar lokasi aksi, serta memberikan ruang bagi kendaraan darurat dan petugas yang sedang menjalankan tugas. Kepatuhan terhadap arahan di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menghormati hak menyampaikan pendapat sekaligus menjaga ketertiban umum.
Dengan memperhatikan informasi resmi dan memilih rute yang sesuai, pengguna jalan diharapkan dapat mengurangi risiko keterlambatan selama melintasi Jakarta. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi kepolisian karena penerapan rekayasa lalu lintas dapat berubah mengikuti kondisi terkini.
Jurnalis : Ghazy Fikri Izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar