Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat yang Tewaskan Satu Keluarga
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Beruntun di Jakarta Barat yang Tewaskan Satu Keluarga
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan satu minibus, dua mobil, dan satu sepeda motor. Kecelakaan tragis itu menyebabkan tiga orang dari satu keluarga meninggal dunia, sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula ketika sebuah minibus BYD dengan nomor polisi B 2703-BNA yang dikemudikan Karsono, 51 tahun, melaju dari arah selatan menuju utara. Saat tiba di sekitar turunan Jembatan Kembang Kerep, minibus tersebut kemudian menabrak bagian belakang Toyota Kijang Innova B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.
Benturan tersebut membuat mobil Kijang Innova terdorong ke arah depan dan menabrak Toyota Fortuner L 102 BAD yang berada di depannya. Akibat benturan beruntun itu, Toyota Fortuner kemudian oleng ke arah kanan. Kendaraan tersebut selanjutnya menghantam sebuah sepeda motor Honda Vario yang sedang dikendarai Andi Prasetyo bersama istri dan anaknya.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu keluarga menjadi korban. Andi Prasetyo bersama istrinya, Yeni Sumarti, 39 tahun, dan putri mereka yang masih berusia tujuh tahun, Zeline Zakeisha, mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.
Yeni dan Zeline meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialami. Kedua korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, Andi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Daan Mogot untuk memperoleh perawatan intensif.
Namun, setelah menjalani perawatan, kondisi Andi tidak berhasil diselamatkan. Ia akhirnya meninggal dunia sehingga jumlah korban meninggal dalam kecelakaan beruntun tersebut menjadi tiga orang yang seluruhnya berasal dari satu keluarga.
Selain tiga korban meninggal dunia, polisi mencatat terdapat empat orang lainnya yang mengalami luka-luka. Mereka kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Pengemudi minibus BYD, Karsono, mengalami luka pada bagian dada dan menjalani perawatan di RSUD Cengkareng. Sementara Yessy Lestiany, 39 tahun, yang merupakan penumpang Kijang Innova, mengalami luka pada bagian leher dan mendapatkan perawatan di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
Dua penumpang lainnya yang berada di dalam minibus BYD, yakni Seruniwati Suganda, 75 tahun, dan Handoko Argawa, 73 tahun, juga mengalami luka pada bagian kepala. Keduanya mendapatkan perawatan medis di RS Pondok Indah Puri Kembangan.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian depan dan belakang kendaraan. Polisi kemudian melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengumpulkan keterangan dan fakta untuk mengetahui secara menyeluruh penyebab kecelakaan.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan beruntun itu terjadi. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dan bukti yang diperlukan dalam proses penanganan perkara.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi jalan yang memiliki turunan maupun kondisi lalu lintas yang padat. Pengemudi juga diharapkan selalu menjaga jarak aman dan memastikan kendaraannya berada dalam kondisi layak sebelum melakukan perjalanan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi mengurangi risiko kecelakaan. Penanganan terhadap kasus ini masih berlangsung dan kepolisian akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut berdasarkan hasil penyelidikan.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar