Lapak yang Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba di Kampung Ambon Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan
- calendar_month 49 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lapak yang Diduga Jadi Tempat Peredaran Narkoba di Kampung Ambon Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan
JAKARTA – Sejumlah lapak yang diduga digunakan sebagai tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, terbakar setelah polisi melakukan penggerebekan. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian yang tengah menyelidiki penyebab kebakaran serta kemungkinan adanya kaitan dengan operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan sebelumnya.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, pihaknya masih mendalami apakah kebakaran tersebut terjadi secara sengaja atau disebabkan faktor lain. Polisi belum menyimpulkan adanya tindakan pembakaran sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat setelah penindakan narkoba di kawasan tersebut.
Menurut Nasriadi, beberapa lokasi yang terbakar merupakan bangunan yang sebelumnya diduga menjadi lapak narkoba dan telah dirubuhkan petugas saat operasi penertiban. Aparat masih mengumpulkan informasi untuk memastikan kronologi kejadian dan mengidentifikasi penyebab kebakaran. Penyelidikan juga dilakukan untuk mengetahui apakah peristiwa itu berhubungan dengan penggerebekan yang berlangsung sehari sebelumnya.
Sebelumnya, polisi bersama sejumlah unsur aparat melakukan penggerebekan di kawasan Kampung Ambon pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, petugas membongkar sekitar 30 lapak yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika. Bangunan-bangunan tersebut tersebar mulai dari pintu masuk Kompleks Permata hingga kawasan tepi kali.
Operasi penindakan itu merupakan bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Jakarta Barat. Penertiban dilakukan setelah aparat menemukan sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan penggunaan narkotika. Petugas juga melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang dinilai berkaitan dengan aktivitas tersebut.
Penggerebekan di Kampung Ambon sebelumnya melibatkan aparat gabungan dari Bareskrim Polri, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penyisiran terhadap sejumlah rumah dan bangunan semipermanen yang dicurigai digunakan sebagai lokasi aktivitas narkotika.
Dari hasil penindakan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Barang-barang tersebut antara lain sabu, ganja, alat isap narkotika, timbangan, serta sejumlah senjata tajam. Seluruh temuan kemudian diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga memeriksa sejumlah bangunan yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi terkunci rapat. Setelah berhasil memasuki beberapa lokasi, petugas menemukan benda-benda yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pengumpulan bukti untuk mengungkap aktivitas yang berlangsung di kawasan itu.
Kebakaran lapak setelah penggerebekan menambah perhatian aparat terhadap situasi keamanan di sekitar Kampung Ambon. Namun, polisi menegaskan bahwa hubungan antara kebakaran dan operasi pemberantasan narkoba masih harus dibuktikan melalui penyelidikan. Aparat perlu memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan, siapa pihak yang mungkin terlibat, dan apa penyebab pasti kejadian tersebut.
Selain menyelidiki kebakaran, polisi juga menangani insiden penyerangan yang terjadi di dekat Kampung Ambon pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam peristiwa di Jalan Tanggul Timur, Cengkareng, tiga orang mengalami luka-luka setelah diserang oleh sejumlah orang yang turun dari kendaraan. Dua korban dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam, sedangkan satu korban mengalami luka pada bagian telinga akibat senjata api.
Kapolres Metro Jakarta Barat menyampaikan bahwa ketiga korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Saat memberikan keterangan, polisi menyatakan para korban dalam keadaan sadar dan dapat menjelaskan kronologi kejadian. Aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti yang dapat membantu mengungkap pelaku penyerangan.
Dalam pemeriksaan di lokasi penyerangan, polisi menemukan sejumlah proyektil dan selongsong peluru yang selanjutnya akan diperiksa melalui analisis balistik. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan. Meski demikian, keterkaitan antara penyerangan, kebakaran lapak, dan penggerebekan narkoba masih menjadi bagian dari penyelidikan yang berjalan.
Penanganan kasus di Kampung Ambon menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menindak dugaan peredaran narkoba sekaligus menjaga keamanan masyarakat. Aparat perlu mengungkap aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut berdasarkan bukti, termasuk menelusuri pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana. Pada saat yang sama, penyelidikan atas kebakaran dan penyerangan dilakukan untuk memastikan setiap peristiwa ditangani sesuai fakta yang ditemukan.
Hingga keterangan kepolisian disampaikan, penyebab kebakaran lapak belum dipastikan. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun penyebab lain, serta menyelidiki dugaan keterkaitan dengan penggerebekan narkoba. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memberikan informasi yang relevan kepada aparat apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar