Panglima TNI dan Kapolri Terima Brevet Komando Korpasgat, Saksikan Aksi Pasukan Baret Jingga di Bandung
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Panglima TNI dan Kapolri Terima Brevet Komando Korpasgat, Saksikan Aksi Pasukan Baret Jingga di Bandung
BANDUNG, JAWA BARAT – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara. Prosesi berlangsung di Markas Komando (Mako) Korpasgat, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/10/2026), dan dirangkaikan dengan demonstrasi kemampuan operasi khusus prajurit Baret Jingga.
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan dan sinergi antara jajaran TNI dan Polri. Selain Panglima TNI dan Kapolri, penghargaan sebagai warga kehormatan juga diberikan kepada Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Upacara pengangkatan dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dengan didampingi Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan melalui prosesi resmi sebagai bentuk penghormatan kepada lima pimpinan tinggi TNI dan Polri sekaligus simbol kedekatan hubungan antarlembaga dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan upacara pengangkatan, tetapi juga menampilkan kemampuan operasional prajurit Korpasgat melalui demonstrasi bertajuk Airborne Raid. Pertunjukan tersebut memperlihatkan sejumlah tahapan operasi khusus, mulai dari infiltrasi ke wilayah sasaran, pengerahan personel melalui udara, pemanfaatan teknologi pengintaian, hingga pergerakan taktis dan penarikan pasukan dari area operasi.
Dalam demonstrasi tersebut, prajurit memperagakan infiltrasi menggunakan wingsuit dan teknik terjun bebas atau free fall. Selain itu, ditampilkan pula penggunaan paramotor dan paratrike untuk mendukung pergerakan personel melalui udara. Berbagai kemampuan tersebut menggambarkan pemanfaatan metode mobilitas udara dalam menunjang pelaksanaan tugas operasional.
Penggunaan teknologi juga menjadi bagian penting dalam simulasi tersebut. Prajurit memperlihatkan pemanfaatan drone surveillance untuk mendukung pengamatan dan pengintaian, serta drone kamikaze sebagai bagian dari demonstrasi kemampuan operasi modern. Peragaan itu menunjukkan bagaimana personel, taktik, dan teknologi dapat dipadukan dalam skenario operasi khusus.
Aksi kemudian dilanjutkan dengan simulasi serbuan menggunakan kendaraan taktis. Pada tahap akhir, prajurit memperagakan proses eksfiltrasi atau penarikan personel dari wilayah operasi melalui metode Airborne Tactical Extraction Platform dengan dukungan helikopter NAS-332 Super Puma. Rangkaian manuver tersebut menjadi bagian dari demonstrasi kemampuan mobilitas, koordinasi, dan pelaksanaan prosedur operasi pasukan.
Setelah menyaksikan demonstrasi, kelima pejabat menerima sejumlah atribut kehormatan Korpasgat. Atribut tersebut meliputi Baret Korpasgat, Brevet Komando, Brevet Terjun Bebas Tempur (TBT), Brevet Anti Teror Lawan Bajak Udara (Albara), serta Pisau Komando Korpasgat. Penyematan dan penyerahan atribut tersebut menjadi bagian dari prosesi pengukuhan mereka sebagai warga kehormatan korps.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, menyampaikan bahwa pengangkatan warga kehormatan Korpasgat mencerminkan pentingnya soliditas dan sinergi antarlembaga. Kerja sama yang kuat dinilai diperlukan untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta mendukung pelaksanaan tugas masing-masing institusi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Menurut Feri, hubungan yang erat antara TNI dan Polri diharapkan terus terpelihara melalui komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan. Sinergi tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung tugas pertahanan negara, pemeliharaan keamanan, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing institusi.
Usai rangkaian kegiatan, kelima pejabat juga menuliskan pesan dan kesan bagi para prajurit Korpasgat. Pesan tersebut ditujukan untuk memberikan motivasi agar prajurit Baret Jingga terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kehormatan satuan, serta mempertahankan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas. Momen tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap pembinaan dan penguatan semangat personel.
Pengukuhan warga kehormatan ini berlangsung di tengah pentingnya koordinasi lintas matra dan antarlembaga dalam menghadapi dinamika tugas pertahanan serta keamanan nasional. Melalui kegiatan tersebut, Korpasgat menegaskan arti penting hubungan yang solid antara pimpinan TNI dan Polri untuk mendukung koordinasi operasional dan pelaksanaan tugas sesuai peran masing-masing.
Dengan berakhirnya prosesi pengukuhan dan demonstrasi Airborne Raid, kegiatan di Mako Korpasgat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan gambaran mengenai kemampuan prajurit pasukan khusus TNI AU. Soliditas, profesionalisme, dan koordinasi diharapkan terus menjadi bagian penting dari pengabdian TNI dan Polri kepada bangsa dan negara.
\Jurnalis : Wulandari
- Penulis: Wulandari


Saat ini belum ada komentar