Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Tak Hanya Pulihkan Bangunan, Polri Bantu 600 Siswa dan Guru SMPN 1 Maumere Atasi Trauma

Tak Hanya Pulihkan Bangunan, Polri Bantu 600 Siswa dan Guru SMPN 1 Maumere Atasi Trauma

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tak Hanya Pulihkan Bangunan, Polri Bantu 600 Siswa dan Guru SMPN 1 Maumere Atasi Trauma

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak hanya melakukan pemulihan terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak bencana, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para siswa dan guru di SMPN 1 Maumere, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak sekitar 600 siswa dan guru mendapatkan pendampingan sebagai bagian dari upaya membantu mereka kembali menjalani kegiatan belajar mengajar dengan lebih tenang.

Langkah tersebut dilakukan karena pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan fisik. Kondisi mental dan rasa aman para siswa maupun tenaga pendidik juga menjadi perhatian penting agar proses pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal. Pendampingan diharapkan dapat membantu warga sekolah menghadapi dampak psikologis setelah mengalami situasi yang tidak biasa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan dukungan melalui pendekatan psikososial yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan guru. Pendekatan ini menjadi bagian dari proses pemulihan agar lingkungan sekolah kembali menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa untuk belajar dan berinteraksi bersama teman-teman maupun tenaga pendidik.

Kehadiran personel Polri di lingkungan sekolah juga menjadi bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak. Selain membantu proses pemulihan fasilitas, kepolisian berupaya memastikan para siswa memperoleh dukungan yang dibutuhkan sehingga mereka dapat secara bertahap kembali menjalankan rutinitas pendidikan.

Bagi para siswa, keberadaan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif sangat penting dalam proses pemulihan. Aktivitas belajar, berinteraksi dengan teman, serta mendapatkan pendampingan dari guru dapat membantu mengembalikan rutinitas sehari-hari. Karena itu, dukungan terhadap kondisi psikologis menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari pemulihan pascabencana.

Sementara bagi para guru, pendampingan juga memiliki arti penting karena mereka tidak hanya harus memulihkan kondisi diri sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk kembali mendampingi para siswa. Dengan dukungan yang memadai, tenaga pendidik diharapkan dapat kembali menjalankan perannya dalam menciptakan suasana belajar yang positif dan mendukung proses pemulihan siswa.

Polri menempatkan pemulihan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan setelah terjadinya peristiwa yang berdampak terhadap aktivitas warga. Dukungan terhadap dunia pendidikan menjadi salah satu perhatian karena sekolah merupakan ruang penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan sekaligus kembali membangun rasa aman setelah menghadapi kondisi sulit.

Pemulihan SMPN 1 Maumere dengan demikian tidak hanya diarahkan pada perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga pada pemulihan aktivitas warga sekolah secara menyeluruh. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat kembalinya kegiatan pendidikan seperti sediakala.

Pendampingan terhadap sekitar 600 siswa dan guru tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan perhatian pada berbagai aspek. Perbaikan bangunan memang diperlukan agar kegiatan belajar dapat berlangsung, tetapi dukungan terhadap kondisi psikologis juga menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak, melewati masa pemulihan.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, para siswa dan guru diharapkan dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan secara bertahap dalam suasana yang aman dan nyaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan dampak sebuah peristiwa tidak menghambat hak siswa untuk memperoleh pendidikan dan kembali beraktivitas di lingkungan sekolah.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

Tags
  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Bebas Kasus Kuasai Lahan” Banding Rudi Hartono Ahirnya Masuk Penjara.

    Sempat Bebas Kasus Kuasai Lahan” Banding Rudi Hartono Ahirnya Masuk Penjara.

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • visibility 57
    • 0Komentar

      Berita Polri.com Sampit – Kalteng. Rudi Hartono, (49) tahun warga Desa Pundu Kecamatan Cempaka Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang sebelumnya diponis bebas oleh Pengadilan Negeri Sampit, atas perkara penguasaan lahan perkebunan, setelah itu putusan dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Palangka Raya, pada tingkat banding dan sudah berkekuatan hukum tetap. Sebelumnya Pengadilan Negeri Sampit, melalui putusan […]

  • Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

      Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengusulkan agar sekitar 18.000 guru agama honorer yang telah lama mengabdi di berbagai satuan pendidikan mendapatkan prioritas dalam proses pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus […]

  • Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dijatuhi Hukuman Berat Sesuai Ketentuan Hukum

    Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dijatuhi Hukuman Berat Sesuai Ketentuan Hukum

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • visibility 32
    • 0Komentar

      Prabowo Minta Taufik Hidayat Penganiaya Yuvita Dijatuhi Hukuman Berat Sesuai Ketentuan Hukum Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa Yuvita Tri Rezeki (YTR). Melalui pesan yang disampaikan kepada jajaran pemerintah dan aparat penegak hukum, Presiden meminta agar proses hukum terhadap tersangka, Taufik Hidayat, dilakukan secara tegas, transparan, […]

  • Kamis, 7 Mei 2026Sekretaris BPSDM Kemendagri: Latsar CPNS Bagian Penting Pengembangan Kompetensi ASN

    Kamis, 7 Mei 2026Sekretaris BPSDM Kemendagri: Latsar CPNS Bagian Penting Pengembangan Kompetensi ASN

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta – Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Afrijal Dahrin DJ menegaskan, Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendagri. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mendasar mengenai pelayanan pemerintahan, dinamika sosial kemasyarakatan, hingga pembangunan nasional dan […]

  • Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok

    Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 26
    • 0Komentar

      Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok Kondisi para korban gempa bumi di Posko Binaan Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin memprihatinkan. Hingga lima hari setelah bencana terjadi, warga yang mengungsi di lokasi tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan yang memadai […]

  • Amran Siapkan Evaluasi Besar di Kementan, Belasan Pejabat Dikabarkan Akan Dicopot Terkait Pemberantasan Mafia Pangan

    Amran Siapkan Evaluasi Besar di Kementan, Belasan Pejabat Dikabarkan Akan Dicopot Terkait Pemberantasan Mafia Pangan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

      Amran Siapkan Evaluasi Besar di Kementan, Belasan Pejabat Dikabarkan Akan Dicopot Terkait Pemberantasan Mafia Pangan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengisyaratkan akan melakukan evaluasi besar-besaran di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Langkah tersebut mencakup rencana pencopotan belasan pejabat eselon sebagai bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan memberantas praktik yang diduga berkaitan dengan mafia pangan. […]

expand_less