Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Masyarakat » Mbah Con Bikin Suasana Mapolresta Surakarta Ceria, Begini Cara Kapolresta Dekatkan Anak dengan Polisi

Mbah Con Bikin Suasana Mapolresta Surakarta Ceria, Begini Cara Kapolresta Dekatkan Anak dengan Polisi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mbah Con Bikin Suasana Mapolresta Surakarta Ceria, Begini Cara Kapolresta Dekatkan Anak dengan Polisi

SURAKARTA – Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan sosok polisi kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui pendekatan yang hangat, penuh canda, dan komunikatif, ia menciptakan suasana akrab saat menyambut sejumlah murid taman kanak-kanak (TK) yang mengikuti program Polisi Sahabat Anak di Markas Polresta Surakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di lobi Mapolresta Surakarta tersebut diwarnai tawa para murid. Condro, yang akrab disapa Mbah Con, berinteraksi langsung dengan anak-anak menggunakan gaya santai dan humor sederhana. Suasana yang semula berpotensi terasa formal berubah menjadi lebih menyenangkan sehingga para peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa merasa canggung ketika berada di lingkungan kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, Condro tidak hanya menyapa anak-anak dari kejauhan. Ia juga berjongkok agar posisi tubuhnya sejajar dengan para murid, kemudian mengajak mereka berbincang satu per satu. Cara itu membuat komunikasi berlangsung lebih dekat dan membantu anak-anak merasa nyaman ketika berhadapan langsung dengan seorang pejabat kepolisian.

Berbagai candaan yang disampaikan Kapolresta mengundang gelak tawa para peserta. Jawaban spontan dan polos dari anak-anak turut membuat interaksi berlangsung semakin cair. Melalui suasana tersebut, kunjungan ke kantor polisi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang kaku, melainkan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak yang baru mengenal lingkungan kepolisian secara langsung.

Condro menjelaskan bahwa kegiatan Polisi Sahabat Anak bertujuan menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa polisi merupakan bagian dari masyarakat yang hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan. Ia berharap anak-anak tidak merasa takut ketika bertemu anggota kepolisian, tetapi justru memahami bahwa polisi dapat menjadi pihak yang membantu mereka ketika menghadapi kesulitan atau membutuhkan pertolongan.

“Kami ingin anak-anak mengenal polisi sebagai sahabat mereka. Jangan takut dengan polisi, karena polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk anak-anak,” ujar AKBP Condro Sasongko.

Pesan tersebut disampaikan melalui komunikasi yang disesuaikan dengan usia peserta. Alih-alih menggunakan penjelasan panjang dan istilah yang sulit dipahami, Kapolresta memilih pendekatan sederhana agar anak-anak dapat menangkap inti pesan dengan mudah. Metode ini sekaligus memberikan kesempatan kepada para murid untuk bertanya, menjawab, dan berinteraksi secara aktif selama kegiatan berlangsung.

Di sela-sela candaan, Condro juga menyelipkan edukasi ringan mengenai tugas kepolisian dan pentingnya membiasakan perilaku tertib sejak dini. Anak-anak diperkenalkan pada peran polisi dalam menjaga keamanan, membantu masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Materi disampaikan secara ringan agar tidak membebani peserta dengan penjelasan yang terlalu kompleks.

Program Polisi Sahabat Anak menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif. Dengan mempertemukan anak-anak dan anggota polisi dalam suasana yang bersahabat, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal tugas kepolisian secara lebih dekat. Pengalaman tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa canggung ketika anak-anak berhadapan dengan petugas dalam situasi sehari-hari.

Pendekatan yang dilakukan Mbah Con memperlihatkan bahwa komunikasi dengan anak-anak membutuhkan cara yang berbeda dibandingkan komunikasi dengan orang dewasa. Sikap ramah, bahasa sederhana, ekspresi yang bersahabat, serta kesediaan mendengarkan jawaban anak menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan. Melalui interaksi tersebut, pesan mengenai ketertiban dan keamanan dapat diperkenalkan tanpa harus menciptakan suasana yang menegangkan.

Selain memberikan edukasi tentang tugas polisi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai kedisiplinan secara positif. Anak-anak dapat mulai mengenal pentingnya menaati aturan, menghormati orang lain, serta memahami bahwa aturan dibuat untuk menjaga keamanan bersama. Penyampaian pesan melalui permainan percakapan dan humor membuat materi lebih mudah diterima oleh peserta usia taman kanak-kanak.

Suasana ceria di lobi Mapolresta Surakarta menunjukkan bagaimana kegiatan pelayanan publik dapat dikemas secara lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk anak-anak. Kehadiran polisi dalam kegiatan edukatif tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan kepercayaan sejak dini.

Melalui program Polisi Sahabat Anak, Polresta Surakarta berupaya memperkenalkan kepolisian sebagai institusi yang terbuka dan bersahabat. Interaksi langsung antara petugas dan peserta diharapkan membantu anak-anak memahami bahwa mereka dapat meminta bantuan kepada polisi ketika berada dalam situasi yang membutuhkan perlindungan.

Gaya humor dan pendekatan humanis yang ditunjukkan AKBP Condro Sasongko menjadi bagian yang menonjol dalam kegiatan tersebut. Di tengah suasana penuh tawa, pesan mengenai perlindungan, pelayanan, dan ketertiban tetap disampaikan kepada para peserta. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun hubungan positif antara kepolisian dan masyarakat melalui komunikasi yang ramah, edukatif, serta sesuai dengan usia anak-anak.

Jurnalis : Rika Anggun Lestari

author avatar
Rika Anggun Lestari
  • Penulis: Rika Anggun Lestari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less