Minim Penerangan, Pemotor Kritis usai Tabrak Barrier Proyek Galian Kabel Bawah Tanah di Jalan Merdeka
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Minim Penerangan, Pemotor Kritis usai Tabrak Barrier Proyek Galian Kabel Bawah Tanah di Jalan Merdeka
Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal hingga mengalami kondisi kritis setelah menabrak water barrier yang dipasang di lokasi proyek galian kabel bawah tanah di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari ketika arus lalu lintas sedang lengang dan kondisi penerangan di sekitar lokasi dinilai kurang memadai, sehingga keberadaan pembatas proyek sulit terlihat oleh pengendara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengendarai sepeda motor dari arah Bandung Indah Plaza (BIP) menuju Jalan Lembong. Saat melintas di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di dekat kawasan Balai Kota Bandung, korban diduga tidak menyadari adanya pekerjaan galian kabel bawah tanah yang sedang berlangsung. Akibatnya, sepeda motor menghantam pembatas beton yang dipasang di sekitar area proyek dengan keras.
Benturan tersebut mengakibatkan korban terpental sejauh sekitar enam hingga tujuh meter dari titik tabrakan. Petugas yang datang ke lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan medis. Korban dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala disertai pendarahan sehingga kondisinya memerlukan perawatan intensif.
Kanit Turjagwali Satlantas Polrestabes Bandung AKP Rony Sukmana menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi di lokasi, korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi serta kehilangan konsentrasi sesaat sebelum menabrak pembatas proyek. Namun demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kecelakaan tersebut.
Selain menelusuri faktor pengendara, polisi juga mengevaluasi sistem pengamanan proyek galian kabel yang berada di lokasi kejadian. Aparat menilai pemasangan water barrier dan rambu-rambu peringatan seharusnya dilakukan pada jarak yang lebih jauh agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk mengurangi kecepatan dan mengantisipasi adanya pekerjaan jalan. Kondisi penerangan yang minim pada malam hari juga dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja pada setiap proyek yang menggunakan sebagian badan jalan. Selain memasang pembatas fisik, kontraktor pelaksana diharapkan menyediakan lampu penerangan, rambu reflektif, serta tanda peringatan yang mudah terlihat, terutama pada malam hari. Langkah tersebut diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika berkendara, khususnya pada malam hingga dini hari. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, meningkatkan konsentrasi, serta memperhatikan setiap rambu lalu lintas maupun tanda peringatan yang dipasang di sekitar lokasi proyek. Sementara itu, evaluasi terhadap sistem pengamanan proyek akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar