Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » 50 Ribu Korban PHK Masuk Program Vokasi Nasional, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun

50 Ribu Korban PHK Masuk Program Vokasi Nasional, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun

  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

50 Ribu Korban PHK Masuk Program Vokasi Nasional, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun

Pemerintah menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi pada semester II tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan agar dapat meningkatkan keterampilan dan kembali memiliki peluang memasuki dunia kerja sesuai kebutuhan industri saat ini.

Program tersebut menjadi salah satu bagian dari paket stimulus ekonomi nasional senilai Rp26,34 triliun yang digulirkan pemerintah guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Selain menyasar korban PHK, program pelatihan vokasi juga diperuntukkan bagi sekitar 220 ribu lulusan SMA dan SMK agar memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis agar program tersebut dapat berjalan secara optimal. Pelatihan yang diberikan nantinya diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta sehingga memiliki daya saing yang lebih baik dan lebih mudah terserap oleh dunia usaha maupun industri.

Selain program vokasi, pemerintah juga melanjutkan Program Magang Nasional atau MagangHub angkatan kedua yang ditargetkan melibatkan sekitar 150 ribu peserta sepanjang tahun 2026. Program tersebut merupakan salah satu strategi untuk mempertemukan tenaga kerja dengan dunia industri melalui pengalaman kerja langsung yang didukung oleh perusahaan maupun instansi pemerintah.

Untuk mendukung pelaksanaan program magang dan pelatihan vokasi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,26 triliun. Dana tersebut merupakan bagian dari total stimulus ekonomi yang juga mencakup bantuan pangan serta berbagai insentif lainnya yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Pemerintah juga berencana melakukan sejumlah penyempurnaan dalam pelaksanaan program magang nasional. Perbaikan tersebut mencakup pemerataan sebaran peserta, penyesuaian bidang kejuruan dengan kebutuhan industri, serta peningkatan kualitas pendampingan selama peserta menjalani masa magang. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai daerah.

Berdasarkan evaluasi sebelumnya, Program Magang Nasional tahun 2025 berhasil melibatkan lebih dari 100 ribu peserta dengan dukungan ribuan perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pendampingan dari mentor di tempat magang.

Selain itu, peserta program juga memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada angkatan kedua tahun 2026, sertifikasi tersebut akan menjadi bagian yang terintegrasi dengan program magang sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperbesar peluang peserta untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.

Pemerintah berharap program vokasi dan magang nasional tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi dampak PHK, meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja yang lebih luas.

Jurnalis : Hanadia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less