Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Kapolri Tausiyah Pentingnya Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Rawat Bangsa

Kapolri Tausiyah Pentingnya Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Rawat Bangsa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kapolri Tausiyah Pentingnya Prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Rawat Bangsa

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan pentingnya menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, nilai yang mengajarkan manusia untuk mengajak kepada kebaikan serta mencegah kemungkaran tersebut menjadi salah satu landasan moral dalam menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan merawat keutuhan bangsa Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam kegiatan tausiyah di lingkungan Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran TNI-Polri, ulama, pemerintah, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik melalui tindakan nyata dan semangat saling mengingatkan.

Kapolri menilai bahwa menjaga bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan aparat keamanan maupun kebijakan pemerintah. Diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat untuk menjaga nilai-nilai moral, menghindari tindakan yang merugikan orang lain, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Prinsip amar ma’ruf nahi munkar, yang berarti menyerukan kebaikan dan mencegah keburukan, dinilai memiliki relevansi besar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui perilaku sederhana, seperti membangun kejujuran, menghormati perbedaan, menjaga toleransi, menaati aturan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Kapolri juga menekankan bahwa seluruh elemen bangsa perlu memiliki semangat yang sama dalam menjaga Indonesia. Sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas nasional yang berkelanjutan.

Sinergi Polri, Ulama, dan Pemerintah Jadi Kunci Merawat Bangsa

Dalam tausiyahnya, Suyudi mengajak para ulama dan unsur pemerintahan atau umara untuk terus bergandengan tangan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar pesan moral tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa Polri dan TNI memiliki tanggung jawab menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat melalui tugas dan kewenangan masing-masing. Sementara itu, ulama mempunyai peran penting dalam memberikan pembinaan keagamaan, membangun kesadaran moral, dan mengarahkan masyarakat agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kebaikan.

Pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan kebijakan pembangunan dan pelayanan publik berjalan demi kepentingan masyarakat. Apabila seluruh unsur tersebut dapat bekerja secara beriringan, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat ditangani melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Kapolri mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, serta keberagaman masyarakat. Potensi tersebut harus dikelola dan diwujudkan melalui kerja sama yang nyata, bukan hanya menjadi kebanggaan tanpa memberikan manfaat bagi kehidupan rakyat.

Ia turut menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya mengaktualisasikan kekayaan bangsa melalui tindakan dan kerja sama yang produktif. Dalam konteks tersebut, sinergi antara Polri, ulama, dan umara dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong kemajuan sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Kapolri berharap semangat kebersamaan tersebut dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dengan kesamaan visi dan kepedulian terhadap kepentingan bangsa, masyarakat diharapkan mampu menjaga keamanan serta menciptakan kehidupan sosial yang lebih tertib.

Kunjungi Kantor PP Muhammadiyah, Perkuat Hubungan dengan Tokoh Agama

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto juga menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membangun kerja sama antara Polri dengan organisasi kemasyarakatan Islam dalam mendukung kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Kapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan Muhammadiyah beserta seluruh jajaran yang selama ini telah menjalin kolaborasi dengan kepolisian. Kerja sama tersebut tidak hanya berlangsung dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Suyudi, kontribusi organisasi keagamaan sangat penting dalam membantu membangun kesadaran masyarakat. Melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial, organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra dalam memperkuat nilai kebersamaan serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Ia berharap hubungan baik antara Polri dan Muhammadiyah dapat terus dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dukungan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai keamanan, ketertiban, serta pencegahan berbagai bentuk kejahatan.

Kolaborasi Pencegahan Judi Online dan Peredaran Narkotika

Selain memperkuat nilai keagamaan dan persatuan, pertemuan antara Kapolri dengan jajaran PP Muhammadiyah juga membahas pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah upaya pencegahan tindak pidana, termasuk praktik perjudian daring dan peredaran narkotika. Kedua persoalan tersebut memerlukan perhatian bersama karena penanganannya tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam hal ini, lembaga pendidikan, tempat ibadah, keluarga, dan organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk berkontribusi memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kolaborasi antara kepolisian dan organisasi keagamaan diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat memahami berbagai risiko sosial sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

Semangat amar ma’ruf nahi munkar juga dapat diwujudkan melalui keberanian menyampaikan kebenaran secara bijaksana, memberikan nasihat dengan cara yang baik, serta melaporkan tindakan melanggar hukum melalui mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, upaya mencegah keburukan tetap dilakukan dengan menghormati hak orang lain dan menjunjung tinggi aturan hukum.

Persatuan Menjadi Modal Penting Menghadapi Tantangan Bangsa

Kapolri menegaskan bahwa persatuan merupakan salah satu modal utama Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun global. Keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat harus terus dirawat agar menjadi kekuatan yang memperkokoh bangsa, bukan justru menimbulkan perpecahan.

Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, perbedaan pandangan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, perbedaan tersebut perlu disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana damai serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu konflik.

Peran tokoh agama juga menjadi penting dalam membangun komunikasi yang menyejukkan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan yang mengedepankan nilai toleransi, persaudaraan, dan kepedulian sosial, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Di sisi lain, aparat keamanan harus tetap menjalankan tugas berdasarkan hukum, profesionalitas, dan penghormatan terhadap hak masyarakat. Penegakan hukum yang berjalan seiring dengan pembinaan moral diharapkan dapat menciptakan kehidupan sosial yang lebih tertib dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara.

Prinsip amar ma’ruf nahi munkar pada akhirnya bukan sekadar ajakan untuk menyampaikan kebaikan melalui perkataan, melainkan juga dorongan untuk menghadirkannya melalui tindakan nyata. Kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong merupakan bagian dari nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penguatan kerja sama antara Polri, TNI, ulama, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan berbagai tantangan sosial dapat dihadapi secara bersama-sama. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya merawat persatuan, menjaga keamanan, serta membangun Indonesia yang damai, adil, dan bermartabat.

Kapolri berharap seluruh elemen bangsa terus menjaga kebersamaan dan menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan persatuan dan kepedulian bersama, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dapat terus dijaga demi kepentingan generasi sekarang maupun masa depan.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less