Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Dorong Sistem Meritokrasi dan Transparansi Karier
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Libatkan Ary Ginanjar dalam Assessment Jenderal, Dorong Sistem Meritokrasi dan Transparansi Karier
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sumber daya manusia melalui penguatan prinsip meritokrasi dan manajemen talenta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, dalam pelaksanaan Assessment Center bagi Perwira Tinggi Polri pada jenjang Brigadir Jenderal Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan proses seleksi kepemimpinan yang lebih objektif, profesional, dan transparan.
Assessment tersebut dibuka oleh Wakapolri dan diikuti oleh para perwira yang diproyeksikan menduduki posisi strategis di lingkungan Polri. Kehadiran Ary Ginanjar sebagai pihak eksternal dinilai menjadi bentuk kolaborasi antara institusi kepolisian dengan kalangan profesional dalam mengembangkan sistem penilaian kompetensi kepemimpinan yang modern serta berbasis kualitas individu.
Melalui mekanisme assessment, setiap peserta tidak hanya dinilai berdasarkan pengalaman kerja dan masa dinas, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, integritas, karakter, kemampuan mengambil keputusan, komunikasi, hingga kesiapan menghadapi tantangan organisasi di masa depan. Dengan pendekatan tersebut, proses pengembangan karier diharapkan semakin mengedepankan kompetensi dibandingkan faktor-faktor nonobjektif.
Polri menyatakan bahwa penguatan meritokrasi merupakan bagian dari reformasi internal yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Sistem ini bertujuan memastikan setiap personel memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan dan prestasi yang dimiliki. Melalui manajemen talenta yang lebih terukur, organisasi diharapkan mampu menghasilkan pemimpin yang profesional, berintegritas, serta memiliki visi dalam menghadapi dinamika keamanan nasional.
Keterlibatan praktisi di luar institusi juga dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan transparansi proses penilaian. Perspektif independen dari kalangan profesional diharapkan mampu memberikan masukan objektif terhadap potensi kepemimpinan para peserta, sehingga hasil assessment dapat menjadi dasar yang lebih kuat dalam proses pengembangan karier maupun penempatan jabatan strategis di lingkungan Polri.
Selain aspek kepemimpinan, assessment juga menjadi sarana untuk memetakan kompetensi individu sehingga organisasi dapat menyusun strategi pembinaan sumber daya manusia secara lebih efektif. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dalam program pendidikan lanjutan, pelatihan kepemimpinan, maupun pengembangan kemampuan manajerial sesuai kebutuhan institusi.
Pengamat menilai bahwa penerapan sistem meritokrasi yang konsisten akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Proses promosi jabatan yang berbasis kompetensi diyakini dapat meningkatkan profesionalisme organisasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Transparansi dalam proses seleksi juga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan akuntabel.
Melalui langkah tersebut, Polri berharap reformasi kelembagaan dapat terus berjalan dengan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang memiliki integritas tinggi, kemampuan manajerial yang baik, serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat sesuai prinsip profesionalisme dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Jurnalis : Hanadia
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar