Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Korban Meninggal Peserta SPPI Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bertambah Menjadi Lima Orang, Kemhan Sampaikan Duka Mendalam

Korban Meninggal Peserta SPPI Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bertambah Menjadi Lima Orang, Kemhan Sampaikan Duka Mendalam

  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Korban Meninggal Peserta SPPI Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bertambah Menjadi Lima Orang, Kemhan Sampaikan Duka Mendalam

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kembali bertambah. Hingga Sabtu, total korban meninggal dunia tercatat menjadi lima orang setelah seorang peserta dilaporkan wafat pada Jumat (26/6/2026).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para peserta. Menurutnya, seluruh jajaran Kementerian Pertahanan bersama panitia seleksi nasional turut berduka atas musibah tersebut dan memastikan proses evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pelaksanaan pendidikan dan latihan yang sedang berlangsung.

Kemhan menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti program SPPI sebelumnya telah menjalani proses seleksi kesehatan secara lengkap sebelum dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium darah dan urine, rekam jantung (EKG), foto rontgen, pemeriksaan kesehatan jiwa, hingga berbagai tahapan medis lainnya sesuai standar seleksi yang telah ditetapkan.

Meski demikian, selama mengikuti latihan terdapat beberapa peserta yang mengalami gangguan kesehatan dengan kondisi medis yang berbeda-beda. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa setiap peserta yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan di satuan pendidikan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan perawatan lanjutan. Seluruh prosedur penanganan medis disebut telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Korban terbaru diketahui merupakan peserta bernama Nola Dya Sari yang meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026. Dengan bertambahnya satu korban tersebut, jumlah peserta SPPI yang meninggal selama pelaksanaan latihan menjadi lima orang. Sebelumnya, empat peserta lain yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Dalam keterangannya, Kemhan menegaskan bahwa penyebab meninggalnya para peserta tidak sama. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, terdapat peserta yang meninggal akibat tuberkulosis (TB), henti jantung mendadak (cardiac arrest), heat stroke atau sengatan panas, serta gangguan kesehatan lainnya yang masih terus didalami oleh tim medis. Pemerintah memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dengan melibatkan rumah sakit rujukan dan tenaga kesehatan yang kompeten.

Peristiwa ini memunculkan perhatian luas dari masyarakat maupun berbagai kalangan, termasuk anggota DPR RI, yang meminta agar pelaksanaan latihan dasar kemiliteran dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan aspek keselamatan, pemeriksaan kesehatan, pola latihan, hingga kesiapan fasilitas medis dapat memenuhi standar yang mampu meminimalkan risiko terhadap peserta di masa mendatang.

Kementerian Pertahanan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Program SPPI, mulai dari proses seleksi, pemeriksaan kesehatan, metode latihan, sistem pengawasan kesehatan harian, hingga mekanisme penanganan darurat apabila terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pelaksanaan program sekaligus memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi seluruh peserta pendidikan.

Selain evaluasi internal, pemerintah juga memastikan seluruh hak peserta yang meninggal dunia akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah, pendampingan kepada keluarga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan agar keluarga korban memperoleh pelayanan dan perhatian secara maksimal selama masa duka.

Program SPPI sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Melalui pembekalan bela negara, kepemimpinan, manajemen, dan penguatan karakter, peserta dipersiapkan untuk mendukung pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan. Namun, rangkaian peristiwa meninggalnya lima peserta menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan, kesehatan, dan perlindungan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan program pendidikan yang melibatkan aktivitas fisik intensif.

Pemerintah berharap hasil evaluasi yang sedang dilakukan dapat menghasilkan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan latihan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan memberikan ruang bagi proses evaluasi dan investigasi yang sedang dilakukan agar seluruh penyebab kejadian dapat diketahui secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan fakta yang diperoleh di lapangan.

Jurnalis : RizalKDKMP

 

Tags
  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Niat Mencari Pekerjaan, Pemuda 19 Tahun Diduga Menjadi Korban Pelecehan oleh Oknum PNS Puskesmas

    Niat Mencari Pekerjaan, Pemuda 19 Tahun Diduga Menjadi Korban Pelecehan oleh Oknum PNS Puskesmas

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

      Niat Mencari Pekerjaan, Pemuda 19 Tahun Diduga Menjadi Korban Pelecehan oleh Oknum PNS Puskesmas Seorang pemuda berusia 19 tahun di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menjadi korban tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di salah satu puskesmas. Peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang berupaya mencari pekerjaan […]

  • KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Dugaan Suap Pengadaan Smart Board di Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita

    KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Dugaan Suap Pengadaan Smart Board di Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

      KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Dugaan Suap Pengadaan Smart Board di Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap dalam proyek pengadaan smart board di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam rangka melengkapi alat bukti, tim penyidik melakukan penggeledahan di rumah […]

  • Kapolri: Sebanyak 664.975 Masyarakat Telah Menerima Layanan Bakti Kesehatan Polri 2026

    Kapolri: Sebanyak 664.975 Masyarakat Telah Menerima Layanan Bakti Kesehatan Polri 2026

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

      Kapolri: Sebanyak 664.975 Masyarakat Telah Menerima Layanan Bakti Kesehatan Polri 2026 Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa sebanyak 664.975 masyarakat telah menerima berbagai layanan kesehatan melalui program Bakti Kesehatan Polri Tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan secara serentak […]

  • Bareskrim Polri Tetapkan Eks Kepala Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

    Bareskrim Polri Tetapkan Eks Kepala Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Bareskrim Polri Tetapkan Eks Kepala Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan mantan kepala pelatih panjat tebing sebagai tersangka dalam perkara dugaan kekerasan seksual. Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman terhadap laporan serta bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Kasus ini menjadi perhatian […]

  • Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

    Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukanlah untuk menunjukkan kebanggaan semata atau mencari kehormatan pribadi. Menurutnya, setiap prajurit harus memahami bahwa tugas utama seorang tentara adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia […]

  • Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Berikan Trauma Healing

    Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Berikan Trauma Healing

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • visibility 16
    • 0Komentar

      Polri Bergerak Cepat Tangani Dampak Galodo di Kabupaten Solok, Buka Akses hingga Berikan Trauma Healing Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang atau galodo dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penanganan dilakukan bersama pemerintah daerah, tim SAR, TNI, masyarakat, serta berbagai unsur terkait dengan […]

expand_less