Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polda Metro Jaya Minta UBK Terbuka Ungkap Identitas Oknum Polisi yang Diduga Memberikan Uang Terkait Aksi Demonstrasi

Polda Metro Jaya Minta UBK Terbuka Ungkap Identitas Oknum Polisi yang Diduga Memberikan Uang Terkait Aksi Demonstrasi

  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Polda Metro Jaya Minta UBK Terbuka Ungkap Identitas Oknum Polisi yang Diduga Memberikan Uang Terkait Aksi Demonstrasi

Polda Metro Jaya meminta pihak Universitas Bung Karno (UBK), khususnya mahasiswa yang menyampaikan pengakuan mengenai dugaan pemberian uang oleh seorang oknum anggota kepolisian menjelang aksi demonstrasi, agar bersikap terbuka dan menyampaikan identitas pihak yang dimaksud secara jelas. Permintaan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya pengakuan salah satu mahasiswa yang mengklaim menerima uang sebesar Rp20 juta dari seseorang yang disebut sebagai anggota kepolisian dengan tujuan agar aksi unjuk rasa tidak dilaksanakan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan institusi kepolisian dengan dugaan pemberian uang kepada peserta aksi merupakan persoalan serius yang harus disertai bukti kuat. Oleh karena itu, pihak kepolisian meminta agar nama, jabatan, kesatuan, maupun identitas oknum yang dimaksud disampaikan secara rinci sehingga dapat dilakukan proses pemeriksaan dan penelusuran sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Tanpa adanya informasi yang jelas, tuduhan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut kepolisian, institusi Polri memiliki ratusan ribu personel yang bertugas di berbagai satuan kerja di seluruh Indonesia. Karena itu, penyebutan istilah “oknum polisi” tanpa identitas yang spesifik dinilai tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan tindakan hukum maupun pemeriksaan internal. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian akan ditindaklanjuti apabila didukung oleh bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kasus ini mencuat setelah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno mengaku menerima uang tunai sebesar Rp20 juta sebelum pelaksanaan aksi demonstrasi. Dalam keterangannya, uang tersebut disebut diberikan agar mahasiswa tidak ikut menggelar aksi di kawasan Istana Negara maupun Gedung DPR RI. Meski demikian, ia mengaku aksi demonstrasi tetap dilaksanakan sebagaimana rencana yang telah disusun sebelumnya. Pengakuan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah tersebar luas melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Di lingkungan internal kampus, pengakuan tersebut juga memicu respons dari sivitas akademika. Sejumlah mahasiswa dan pihak kampus meminta agar seluruh informasi mengenai dugaan penerimaan uang maupun pihak-pihak yang diduga terlibat disampaikan secara terbuka demi menjaga nama baik institusi pendidikan. Bahkan, muncul tuntutan agar mahasiswa yang mengakui menerima uang tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa apabila benar terdapat anggota kepolisian yang terbukti terlibat dalam dugaan pemberian uang kepada mahasiswa untuk memengaruhi jalannya aksi demonstrasi, maka institusi tidak akan memberikan toleransi. Proses pemeriksaan etik maupun pidana akan dilakukan sesuai ketentuan apabila ditemukan bukti yang cukup. Sebaliknya, apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, kepolisian juga berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap institusi Polri.

Polda Metro Jaya juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum serta mengedepankan asas praduga tak bersalah. Setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui mekanisme penyelidikan yang objektif, transparan, dan berdasarkan fakta hukum. Kepolisian memastikan akan bersikap profesional dalam menangani setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran anggota maupun pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut.

Perkembangan kasus ini masih terus menjadi perhatian publik. Kepolisian berharap kerja sama dari seluruh pihak, termasuk mahasiswa dan sivitas akademika, agar proses pengungkapan fakta dapat berjalan secara maksimal sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

Jurnalis : Aulia

  • Penulis: Jurnalis Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegakkan Disiplin, Polresta Cirebon Bersama Bidpropam Polda Jabar Gelar Gaktibplin dan Tes Urine Mendadak

    Tegakkan Disiplin, Polresta Cirebon Bersama Bidpropam Polda Jabar Gelar Gaktibplin dan Tes Urine Mendadak

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Komitmen kuat dalam menjaga disiplin dan profesionalisme anggota Polri terus ditunjukkan oleh Polresta Cirebon melalui pelaksanaan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang digelar bersama Bidpropam Polda Jawa Barat bagi seluruh personel Polresta Cirebon, Selasa (05/05/2026) di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubbid Provos Polda Jabar, AKBP Yanna Nurhandiana, S.H., S.I.K., M.Si., […]

  • Da’i Kamtibmas Polres Indramayu Resmi Dilantik, Siap Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Mimbar.

    Da’i Kamtibmas Polres Indramayu Resmi Dilantik, Siap Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Mimbar.

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • visibility 71
    • 0Komentar

    INDRAMAYU,– Kepolisian Resor (Polres) Indramayu Polda Jabar terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Pelantikan Pengurus Da’i Kamtibmas Polres Indramayu yang digelar di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Kamis (30/4/2026). Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., […]

  • BRIN Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur, Dipicu Fenomena Pencampuran Air Danau

    BRIN Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur, Dipicu Fenomena Pencampuran Air Danau

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    BRIN Ungkap Penyebab Kematian Massal Ikan di Danau Batur, Dipicu Fenomena Pencampuran Air Danau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab fenomena kematian massal ikan yang terjadi di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali. Berdasarkan hasil kajian awal, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh fenomena pencampuran massa air danau (lake mixing) yang menyebabkan air dari lapisan […]

  • Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

    Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

      Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, Pensiunan Jenderal Soroti Biaya Pelatihan yang Mencapai Rp45 Juta per Peserta Meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang mengikuti program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) terus menjadi perhatian publik. Selain memunculkan keprihatinan atas jatuhnya korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan pelatihan, termasuk […]

  • Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Arus Kali Ciliwung Saat Mencari Ikan, Warga Sempat Berupaya Menolong

    Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Arus Kali Ciliwung Saat Mencari Ikan, Warga Sempat Berupaya Menolong

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Bocah 5 Tahun Tewas Terseret Arus Kali Ciliwung Saat Mencari Ikan, Warga Sempat Berupaya Menolong Peristiwa tragis terjadi di kawasan Kali Ciliwung, Kampung Mampangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, ketika seorang bocah laki-laki berusia lima tahun meninggal dunia setelah terseret arus sungai saat mencari ikan bersama temannya. Insiden tersebut terjadi ketika korban bersama seorang rekannya […]

  • Pigai Sebut Penunjukan Warga Sipil di Jabatan Kepolisian Merupakan Praktik yang Lazim di Sejumlah Negara

    Pigai Sebut Penunjukan Warga Sipil di Jabatan Kepolisian Merupakan Praktik yang Lazim di Sejumlah Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Pigai Sebut Penunjukan Warga Sipil di Jabatan Kepolisian Merupakan Praktik yang Lazim di Sejumlah Negara Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menyatakan bahwa penempatan warga sipil pada jabatan tertentu di lingkungan kepolisian bukanlah hal yang asing dalam praktik pemerintahan modern. Menurutnya, sejumlah negara telah menerapkan pola serupa sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan, […]

expand_less