Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Mengenang Peristiwa Kudatuli: Konflik PDI, Penangkapan Budiman Sudjatmiko, dan Hilangnya Wiji Thukul

Mengenang Peristiwa Kudatuli: Konflik PDI, Penangkapan Budiman Sudjatmiko, dan Hilangnya Wiji Thukul

  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mengenang Peristiwa Kudatuli: Konflik PDI, Penangkapan Budiman Sudjatmiko, dan Hilangnya Wiji Thukul

Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang lebih dikenal dengan istilah Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah politik Indonesia. Peristiwa tersebut berawal dari konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang berkembang menjadi bentrokan di kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Insiden itu kemudian meluas menjadi kerusuhan di sejumlah titik di ibu kota dan meninggalkan dampak besar terhadap perjalanan demokrasi nasional.

Latar belakang Kudatuli tidak dapat dilepaskan dari persaingan kepemimpinan di tubuh PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi. Ketegangan politik yang telah berlangsung sebelumnya memuncak ketika kantor DPP PDI didatangi massa yang berupaya mengambil alih kepengurusan. Bentrokan yang terjadi kemudian melibatkan aparat keamanan dan memicu kerusuhan yang berlangsung selama beberapa hari di berbagai kawasan Jakarta.

Pasca-peristiwa tersebut, pemerintah saat itu melakukan penindakan terhadap sejumlah aktivis yang dianggap berkaitan dengan kerusuhan. Salah satu tokoh yang menjadi perhatian adalah Budiman Sudjatmiko, aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang kemudian ditangkap dan diadili. Ia dijatuhi hukuman penjara setelah dinyatakan bersalah berdasarkan proses hukum yang berlangsung pada masa itu. Penangkapan Budiman menjadi salah satu simbol kuat mengenai dinamika politik menjelang berakhirnya era Orde Baru.

Selain Budiman Sudjatmiko, nama penyair dan aktivis Wiji Thukul juga tidak dapat dipisahkan dari peristiwa tersebut. Setelah berbagai aksi pro-demokrasi pada era 1990-an, Wiji Thukul dilaporkan menghilang dan hingga kini keberadaannya belum diketahui secara pasti. Kasus hilangnya Wiji Thukul masih menjadi perhatian berbagai kalangan, terutama pegiat hak asasi manusia yang terus mendorong penyelesaian terhadap berbagai dugaan pelanggaran HAM pada masa lalu.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam penyelidikannya menemukan adanya indikasi pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa Kudatuli. Laporan tersebut mencatat adanya korban meninggal dunia, korban luka-luka, korban hilang, serta berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak sipil masyarakat. Hingga kini, berbagai pihak masih berharap adanya penyelesaian hukum yang memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi para korban maupun keluarga mereka.

Memasuki tiga dekade sejak peristiwa itu terjadi, Kudatuli masih dikenang sebagai salah satu titik balik penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Berbagai kegiatan peringatan digelar untuk mengenang para korban sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, kebebasan berpendapat, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sejumlah sejarawan menilai bahwa Kudatuli bukan sekadar konflik internal sebuah partai politik, melainkan peristiwa yang memberikan dampak luas terhadap perkembangan gerakan reformasi di Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian dinamika politik yang kemudian mendorong lahirnya berbagai perubahan dalam sistem ketatanegaraan, kehidupan demokrasi, serta penguatan perlindungan terhadap hak-hak warga negara setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi

“`

  • Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karyawan Ditangkap usai Curi Laptop Rekan Kerja, Hasil Gadai Diduga Digunakan untuk Aktivitas Perjudian

    Karyawan Ditangkap usai Curi Laptop Rekan Kerja, Hasil Gadai Diduga Digunakan untuk Aktivitas Perjudian

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • visibility 38
    • 0Komentar

    “` Karyawan Ditangkap usai Curi Laptop Rekan Kerja, Hasil Gadai Diduga Digunakan untuk Aktivitas Perjudian Seorang karyawan di Jakarta harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga mencuri laptop milik rekan kerjanya. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, perangkat elektronik tersebut kemudian digadaikan oleh pelaku dan uang hasil gadai diduga digunakan untuk membiayai aktivitas perjudian sepak bola secara […]

  • Momentum HUT Ke-80 Bhayangkara, Anggota DPR Dorong Polri Tegakkan Hukum Secara Adil Tanpa Pandang Bulu

    Momentum HUT Ke-80 Bhayangkara, Anggota DPR Dorong Polri Tegakkan Hukum Secara Adil Tanpa Pandang Bulu

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Momentum HUT Ke-80 Bhayangkara, Anggota DPR Dorong Polri Tegakkan Hukum Secara Adil Tanpa Pandang Bulu Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara menjadi momentum bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus memperkuat profesionalisme, integritas, serta komitmen dalam menegakkan hukum secara adil. Harapan tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR RI yang meminta agar setiap proses […]

  • Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    Rabu, 29 April 2026Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi peran aktif jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa kedua aspek tersebut penting dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. “Inflasi ini saya kira sangat perlu diketahui oleh kita semua, anak-anak bangsa, apalagi jajaran TNI yang merupakan […]

  • Polres Majalengka Gelar Apel KRYD, Perkuat Pengamanan Wilayah

    Polres Majalengka Gelar Apel KRYD, Perkuat Pengamanan Wilayah

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • visibility 52
    • 0Komentar

      Majalengka – Polres Majalengka menggelar Apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di Lapangan Apel Mapolres Majalengka pada Sabtu (16/05/2016). Apel dipimpin oleh Kabag SDM Polres Majalengka Kompol Adi Fauzi, S.E., M.M. Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman […]

  • Koramil 04/Pulogadung Gelar Patroli/Siskamling Keliling Bersama Komduk Jaga Kamtibmas di Wilayah

    Koramil 04/Pulogadung Gelar Patroli/Siskamling Keliling Bersama Komduk Jaga Kamtibmas di Wilayah

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta Timur — Dalam rangka mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, Koramil 04/Pulogadung menggelar Patroli/Siskamling Keliling bersama Komponen Pendukung (Komduk) di wilayah Kelurahan Jati dan Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Kamis (20/08/26) Patroli/Siskamling dilaksanakan di Jalan Layur RT 06 RW 05 Kelurahan Jati Kecamatan Pulogadung serta Jalan Cipinang Kebembem RT 08 RW 09 […]

  • Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI

    Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI di Solo, Perkuat Komitmen Kembali ke NKRI Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan sekitar 6.500 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Solo. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen para mantan anggota kelompok tersebut untuk kembali menjalankan kehidupan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). […]

expand_less