Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Investigasi » Polisi Kantongi Identitas Terduga Penembak Toa Masjid di Ciputat, Bakal Dipanggil untuk Dimintai Keterangan

Polisi Kantongi Identitas Terduga Penembak Toa Masjid di Ciputat, Bakal Dipanggil untuk Dimintai Keterangan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi Kantongi Identitas Terduga Penembak Toa Masjid di Ciputat, Bakal Dipanggil untuk Dimintai Keterangan

TANGERANG SELATAN – Kepolisian Sektor Ciputat Timur telah mengantongi identitas seseorang yang diduga melakukan penembakan terhadap corong pengeras suara atau toa masjid di kawasan Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Terduga tersebut rencananya akan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan guna mendalami peristiwa yang menyebabkan sejumlah perangkat pengeras suara masjid mengalami kerusakan.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan pihaknya telah memperoleh gambaran mengenai identitas orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Polisi berencana meminta keterangan yang bersangkutan sebagai bagian dari proses pendalaman kasus. Pemanggilan itu diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kerusakan pengeras suara sekaligus memastikan kronologi peristiwa berdasarkan keterangan para pihak.

“Insyaallah dalam waktu dekat, besok, saksi kita panggil nih orangnya nih,” ujar Bambang pada Selasa (3/11/2026). Meski identitas terduga telah diketahui, kepolisian masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Dengan demikian, status orang yang dipanggil tersebut tetap harus dibedakan dari pihak yang telah terbukti melakukan tindak pidana.

Kasus ini menjadi perhatian setelah empat corong pengeras suara di sebuah masjid di Kompleks Alvita, Kelurahan Sawah Lama, Ciputat, ditemukan dalam kondisi berlubang. Kerusakan tersebut diduga akibat tembakan senapan angin. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui penyelidikan.

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, kerusakan pertama kali diketahui pada Sabtu (24/10/2026), setelah pelaksanaan Salat Ashar. Salah seorang saksi yang berada di lingkungan masjid melihat kondisi corong pengeras suara sudah berlubang. Temuan tersebut kemudian menimbulkan dugaan bahwa perangkat itu terkena tembakan dari senapan angin.

Dugaan kejadian serupa kembali muncul pada Minggu (25/10/2026). Setelah pelaksanaan Salat Isya, seorang saksi mengaku mendengar suara yang diduga berasal dari tembakan senapan angin. Ketika dilakukan pengecekan, kondisi pengeras suara masjid kembali ditemukan mengalami kerusakan. Rangkaian kejadian tersebut menjadi salah satu bahan penyelidikan untuk mengetahui waktu dan asal tembakan.

Kapolsek Ciputat Timur sebelumnya menjelaskan bahwa polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan meminta keterangan tiga orang saksi dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Petugas juga melakukan penelusuran terhadap kemungkinan arah datangnya tembakan. Dari informasi awal yang diperoleh, dugaan sumber tembakan mengarah dari kawasan Kelurahan Sawah Lama.

Setelah menerima informasi tersebut, pelapor diarahkan untuk membuat laporan polisi di Polsek Ciputat Timur agar perkara dapat diproses sesuai prosedur. Polisi kemudian melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, kondisi tempat kejadian perkara, serta kemungkinan pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dalam perkembangan penyelidikan, Bambang mengungkapkan adanya dugaan persoalan antara terduga pelaku dan lingkungan masjid sebelum kerusakan pengeras suara terjadi. Persoalan tersebut diduga berkaitan dengan volume suara toa masjid yang dianggap terlalu keras oleh seorang warga di sekitar lokasi.

Menurut Bambang, sebelumnya sempat terjadi ketegangan karena suara pengeras masjid dinilai mengganggu salah seorang tetangga. Pihak pengelola atau yayasan masjid disebut telah menyampaikan permintaan maaf setelah muncul persoalan mengenai pengaturan volume suara. Meski demikian, dugaan hubungan antara persoalan tersebut dan kerusakan toa masih perlu didalami melalui pemeriksaan para pihak.

Untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat, kepolisian juga mengedepankan pendekatan komunikasi dan musyawarah. Pada Selasa (3/11/2026), polisi bersama pihak Kecamatan Ciputat, pengurus DKM, pengurus RT dan RW, serta Forum Komunikasi Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) telah mengadakan pertemuan untuk membahas penyelesaian persoalan tersebut.

Dalam pertemuan itu, para pihak membicarakan langkah-langkah yang dapat ditempuh agar situasi lingkungan tetap kondusif. Bambang menyampaikan bahwa penegakan hukum akan ditempatkan sebagai langkah terakhir atau ultimum remedium apabila persoalan masih dapat diselesaikan melalui musyawarah. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi kejadian yang berada di lingkungan tempat ibadah serta pentingnya menjaga hubungan antarwarga.

“Penegakan hukum adalah upaya terakhir, ultimum remedium. Ini kan di tempat ibadah. Kita bisa jelaskan kepada semua pihak agar bisa beraktivitas secara aman dan nyaman,” kata Bambang.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Warga diharapkan tetap menjaga komunikasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan provokatif yang berpotensi memicu perselisihan antarlingkungan.

Selain mengupayakan penyelesaian persoalan, pihak kepolisian bersama pemerintah kecamatan juga membahas penggantian corong pengeras suara yang mengalami kerusakan. Bambang menyampaikan bahwa perangkat toa yang berlubang akan diganti dengan unit baru. Kesepakatan tersebut telah dibicarakan bersama pihak Kecamatan Ciputat sebagai bagian dari upaya memulihkan fasilitas masjid agar dapat kembali digunakan secara normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara pengelola tempat ibadah dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, khususnya dalam pengaturan penggunaan pengeras suara. Penggunaan fasilitas masjid perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kenyamanan lingkungan, tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.

Hingga Selasa (3/11/2026), kepolisian telah mengidentifikasi seseorang yang diduga berkaitan dengan kerusakan corong toa dan berencana memanggilnya untuk dimintai keterangan pada Rabu (4/11/2026). Polisi masih mendalami motif, kronologi, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain. Sementara itu, upaya musyawarah terus dilakukan agar situasi di Kelurahan Sawah Lama tetap aman dan kondusif, sembari memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.

Jurnalis : Rika Anggun Lestari

author avatar
Rika Anggun Lestari
  • Penulis: Rika Anggun Lestari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Tangkap Mahasiswa Terduga Penganiaya WNA Belanda di Manokwari, Kasus Masih Didalami

    Polisi Tangkap Mahasiswa Terduga Penganiaya WNA Belanda di Manokwari, Kasus Masih Didalami

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Writing Polisi Tangkap Mahasiswa Terduga Penganiaya WNA Belanda di Manokwari, Kasus Masih Didalami MANOKWARI – Kepolisian menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang warga negara Belanda di Jalan Asrama Tingkat, kawasan Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/10/2026) tersebut menjadi perhatian setelah korban dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Dalam perkembangan penanganan perkara, […]

  • 658 Lokasi Bebas Lumpur, Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR

    658 Lokasi Bebas Lumpur, Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengebut pembersihan lumpur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data Satgas PRR pada 27 April, tercatat sebanyak 658 lokasi terdampak bencana yang tertimbun lumpur telah selesai dibersihkan. Rinciannya, di Aceh sebanyak 607 lokasi selesai dibersihkan dari […]

  • Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat

    Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 69
    • 0Komentar

      Kunjungi Posyandu Semangka, Tinawati Andra Soni Beri Apresiasi kepada Kader atas Dedikasi Melayani Masyarakat Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Semangka sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Tinawati memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi […]

  • Pria di Riau Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Ayah dan Aniaya Adik

    Pria di Riau Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Ayah dan Aniaya Adik

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 26
    • 0Komentar

      Pria di Riau Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Ayah dan Aniaya Adik PELALAWAN – Seorang pria berinisial S (42) menyerahkan diri ke Polsek Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, setelah mengaku melakukan penganiayaan terhadap ayah kandung dan adik laki-lakinya. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Teluk Meranti pada Kamis (15/10/2026). Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki […]

  • KBPP Polri Kecam Penyerangan Truk Dalmas di Bandung, Desak Penegakan Hukum Secara Profesional

    KBPP Polri Kecam Penyerangan Truk Dalmas di Bandung, Desak Penegakan Hukum Secara Profesional

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

      KBPP Polri Kecam Penyerangan Truk Dalmas di Bandung, Desak Penegakan Hukum Secara Profesional JAKARTA – Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri mengecam aksi penyerangan terhadap kendaraan pengendali massa (Dalmas) milik kepolisian yang terjadi di kawasan Jalan Sulanjana–Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026) malam. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah kerusakan pada kendaraan kepolisian serta […]

  • Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penimbunan Solar Subsidi di Bandung, Ribuan Liter BBM dan Dua Truk Disita

    Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penimbunan Solar Subsidi di Bandung, Ribuan Liter BBM dan Dua Truk Disita

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penimbunan Solar Subsidi di Bandung, Ribuan Liter BBM dan Dua Truk Disita BANDUNG – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil mengungkap dugaan praktik penyalahgunaan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita ribuan liter solar subsidi, dua unit truk […]

expand_less