Brigjen Pol Aries Syahbudin Resmi Jabat Kakorlantas Polri, Ini Rekam Jejaknya dalam Pengamanan Mudik Lebaran
- calendar_month 54 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brigjen Pol Aries Syahbudin Resmi Jabat Kakorlantas Polri, Ini Rekam Jejaknya dalam Pengamanan Mudik Lebaran
JAKARTA – Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Aries Syahbudin resmi menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri setelah dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (12/10/2026). Aries menggantikan Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Wibowo dalam pergantian kepemimpinan yang menjadi bagian dari penataan organisasi Polri.
Pengangkatan Aries sebagai Kakorlantas Polri tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Setelah pelantikan di Mabes Polri, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan serah terima jabatan di Lapangan National Traffic Management Center (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta. Prosesi tersebut menandai dimulainya tanggung jawab Aries dalam memimpin satuan yang menangani berbagai urusan lalu lintas di tingkat nasional.
Penunjukan Aries menjadi perhatian karena ia memiliki pengalaman di bidang lalu lintas, baik di tingkat kewilayahan maupun pusat. Sepanjang kariernya, ia pernah menangani persoalan lalu lintas dengan karakteristik wilayah yang berbeda serta terlibat dalam persiapan operasi kepolisian berskala besar. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melanjutkan program keselamatan berkendara, pengelolaan arus kendaraan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Aries Syahbudin merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dipercaya memimpin Korlantas Polri, ia pernah menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dan Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan. Kedua penugasan tersebut memberinya pengalaman dalam menghadapi kondisi jalan, pola mobilitas masyarakat, serta tantangan pengaturan lalu lintas di wilayah dengan karakteristik yang berbeda.
Karier Aries kemudian berlanjut di lingkungan Korlantas Polri. Ia pernah menduduki jabatan Kepala Subdirektorat Audit dan Inspeksi Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Audit dan Inspeksi Ditkamsel), Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops), hingga Penata Kebijakan Kapolri Utama Tingkat II Korlantas Polri. Pengalaman tersebut mencakup aspek perencanaan, evaluasi, koordinasi operasional, dan pelaksanaan kebijakan lalu lintas.
Salah satu pengalaman yang mendapat perhatian adalah keterlibatannya dalam persiapan Operasi Ketupat 2025, yaitu operasi pengamanan dan pelayanan masyarakat selama periode mudik serta arus balik Lebaran. Ketika menjabat Kabag Ops Korlantas Polri, Aries terlibat dalam persiapan operasi, termasuk pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, antisipasi kepadatan kendaraan, serta kesiapan rekayasa lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan arus mudik membutuhkan koordinasi antara kepolisian, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pengelola jalan. Pemantauan kondisi lalu lintas dan pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari upaya menyesuaikan langkah pengaturan dengan situasi di lapangan. Kesiapan personel dan komunikasi antarpihak diperlukan agar perubahan arus kendaraan dapat ditangani secara terkoordinasi.
Evaluasi Korlantas Polri terhadap Operasi Ketupat 2025 mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia juga dilaporkan turun sebesar 53 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator hasil penyelenggaraan operasi, meskipun angka evaluasi tersebut tidak berarti seluruh risiko kecelakaan selama musim mudik telah dapat dihilangkan.
Penyelenggaraan mudik pada 2025 juga mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut pelaksanaan mudik pada periode tersebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah. Aries, dalam kapasitasnya saat itu sebagai Kabag Ops Korlantas Polri, menjadi bagian dari jajaran yang mempersiapkan dan mengawal operasi bersama berbagai unsur terkait. Keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak, bukan hanya satu pejabat atau satu institusi.
Pengalaman menangani operasi besar menjadi salah satu aspek penting dalam kepemimpinan Korlantas Polri. Pengamanan arus mudik dan balik setiap tahun menghadapi tantangan berupa peningkatan volume kendaraan, potensi kecelakaan, perubahan kondisi cuaca, serta kepadatan di jalur utama dan kawasan wisata. Karena itu, perencanaan berbasis data, kesiapan petugas, dan koordinasi lintas sektor tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan perjalanan masyarakat.
Selain pengamanan mudik, agenda lain yang menjadi perhatian Korlantas Polri adalah penanganan kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau *over dimension over loading* (ODOL). Kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan dimensi dan muatan dapat meningkatkan risiko keselamatan serta berdampak pada kondisi infrastruktur jalan. Penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja sama antara aparat penegak hukum, pengemudi, pemilik kendaraan, perusahaan angkutan, dan pemangku kepentingan sektor logistik.
Dalam persiapan menuju kebijakan Zero ODOL 2027, pendekatan yang dibahas sejak 2025 mencakup sosialisasi, pemberian peringatan, serta penegakan hukum sesuai ketentuan. Pelibatan pelaku usaha dan pengemudi menjadi bagian dari proses penyesuaian agar penyelenggaraan angkutan barang dapat berjalan lebih tertib. Konsistensi pengawasan dan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang.
Dengan jabatan barunya sebagai Kakorlantas Polri, Aries Syahbudin akan menghadapi tanggung jawab untuk melanjutkan agenda strategis organisasi, termasuk pengelolaan lalu lintas nasional, peningkatan keselamatan jalan, serta penguatan pelayanan publik. Pengalaman di tingkat daerah dan pusat menjadi bekal dalam memahami beragam kebutuhan masyarakat, tetapi pelaksanaan program tetap membutuhkan evaluasi dan kerja sama seluruh jajaran.
Peralihan kepemimpinan dari Irjen Pol Wibowo kepada Brigjen Pol Aries Syahbudin diharapkan menjaga kesinambungan program Korlantas Polri. Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan pada periode mudik, tetapi juga upaya menekan kecelakaan, meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, dan memberikan pelayanan lalu lintas yang profesional. Hasil pelaksanaan tugas tersebut akan menjadi bagian penting dalam menilai capaian kepemimpinan Aries selama menjabat Kakorlantas Polri.
Jurnalis : Wafiq Qodriyatussoleha
- Penulis: Wafiq Qodriyatussoleha


Saat ini belum ada komentar