Polri Sasar Anak Diplomat untuk Menjadi Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Sasar Anak Diplomat untuk Menjadi Siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Polri membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) untuk Tahun Ajaran 2027/2028. Dalam penerimaan kali ini, Polri tidak hanya membuka kesempatan bagi calon siswa dari Indonesia, tetapi juga menjajaki penerimaan siswa berkewarganegaraan asing, khususnya anak diplomat dan atase kepolisian yang sedang bertugas di Indonesia.
Peluncuran SPMB tersebut dilakukan di Mabes Polri pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan dihadiri Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo serta Sekretaris Eksekutif Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) Dirgayuza Setiawan. Informasi mengenai penerimaan tersebut disampaikan Karowatpres SSDM Polri Irjen Budhi Herdi Susianto.
Budhi menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa pada dasarnya tetap menggunakan proses seleksi akademik. Salah satu persyaratan yang diberlakukan adalah nilai rapor kelas satu hingga semester empat dengan rata-rata minimal 80 untuk tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Inggris. Persyaratan tersebut menjadi salah satu tahap awal dalam proses seleksi calon peserta didik.
Setelah memenuhi persyaratan nilai, calon siswa akan mengikuti beberapa tahapan seleksi. Tahap pertama dilaksanakan secara daring di tingkat daerah dengan materi Tes Potensi Akademik (TPA). Dari proses tersebut, peserta yang memenuhi kriteria akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya sebelum mengikuti tes tingkat pusat.
Polri menjelaskan bahwa sekitar 20 persen peserta dari hasil seleksi awal akan mengikuti tes tingkat daerah. Selanjutnya, sebanyak 300 peserta akan dipilih untuk mengikuti seleksi di tingkat pusat. Dari jumlah tersebut, sekolah akan menerima 180 siswa untuk angkatan ketiga, sama dengan jumlah penerimaan pada angkatan sebelumnya.
Selain membuka kesempatan bagi calon siswa dari Indonesia, Polri juga berencana menjalin kerja sama untuk menerima siswa asing. Sasaran yang disebutkan antara lain anak dari atase kepolisian serta diplomat negara sahabat yang sedang menjalankan tugas di Indonesia. Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya menjadikan SMA KTB sebagai sekolah yang memiliki lingkungan pendidikan dengan cakupan internasional.
Menurut Budhi, keberadaan siswa dari berbagai negara diharapkan dapat memperkuat karakter SMA KTB sebagai sekolah yang terbuka bagi masyarakat umum dan memiliki orientasi internasional. Interaksi antarsiswa dari latar belakang berbeda juga dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang memperkenalkan keberagaman budaya dan lingkungan sosial kepada para peserta didik.
Meski membuka peluang bagi siswa berkewarganegaraan asing, Polri menegaskan bahwa ketentuan beasiswa berbeda dengan penerimaan siswa umum. Beasiswa yang disediakan SMA KTB diberikan kepada siswa berkewarganegaraan Indonesia. Sementara itu, penerimaan siswa asing tidak mengurangi kuota yang disediakan untuk siswa WNI.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penerimaan siswa di SMA KTB dirancang dengan sejumlah jalur dan ketentuan yang berbeda. Di satu sisi, siswa Indonesia tetap mendapatkan kesempatan melalui mekanisme seleksi dan program beasiswa yang tersedia. Di sisi lain, sekolah juga membuka ruang bagi siswa asing melalui kerja sama dengan komunitas diplomatik dan mitra Polri yang berada di Indonesia.
Kehadiran siswa asing di lingkungan sekolah juga dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal perspektif dan kebudayaan dari negara lain. Lingkungan pendidikan yang beragam dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, serta pemahaman terhadap perbedaan budaya sejak usia sekolah.
Dengan penerimaan Tahun Ajaran 2027/2028 ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara melanjutkan proses pengembangan sekolah sebagai institusi pendidikan yang menggabungkan pembinaan akademik dengan pengembangan karakter. Proses seleksi tetap dilakukan melalui tahapan yang telah ditetapkan, sementara perluasan sasaran penerimaan diarahkan untuk membuka peluang kerja sama pendidikan dengan komunitas internasional.
Polri berharap proses penerimaan tersebut dapat menjaring peserta didik yang memenuhi persyaratan akademik dan mampu mengikuti lingkungan pendidikan yang dikembangkan SMA KTB. Pada saat yang sama, keterlibatan siswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih beragam dan memperluas pengalaman pendidikan para siswa.
Nama Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar