Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa
- calendar_month 42 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Kepolisian untuk kembali mengenang sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan tugas bagi masyarakat dan negara.
Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus. Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa Proklamasi Polisi yang berlangsung di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Peristiwa bersejarah itu menjadi salah satu tonggak penting yang menunjukkan sikap Polisi Istimewa Surabaya dalam menyatakan kesetiaan kepada Negara Republik Indonesia serta mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Sejarah tersebut tidak dapat dipisahkan dari sosok Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya. Sehari sebelum Proklamasi Polisi, Muhammad Jasin dan sejumlah anggota menyepakati pernyataan kesetiaan kepada Republik Indonesia sekaligus mempersiapkan teks Proklamasi Polisi. Pada 21 Agustus 1945, ia kemudian memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan pernyataan tersebut di hadapan para anggotanya.
Semangat yang ditunjukkan Polisi Istimewa pada masa awal kemerdekaan bukan sekadar pernyataan simbolis. Mereka turut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk dalam upaya melucuti persenjataan Jepang serta mendukung perjuangan rakyat. Nilai keberanian, loyalitas, dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa tersebut kemudian menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam upacara Hari Juang Polri 2026, Kapolri bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin prosesi mengheningkan cipta serta pembacaan kembali Naskah Proklamasi Polisi. Prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya, meskipun bentuk tantangan yang dihadapi Polri saat ini berbeda dengan situasi pada masa perjuangan kemerdekaan.
Jika pada masa awal berdirinya Republik perjuangan kepolisian berkaitan erat dengan mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan, maka tugas Polri saat ini diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pemberian perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolri menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai perjuangan tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari. Keberanian, integritas, loyalitas, pengabdian, dan semangat pantang menyerah dinilai tetap relevan untuk menghadapi tantangan Kepolisian yang semakin kompleks di tengah perkembangan masyarakat.
Keamanan dan stabilitas nasional juga memiliki kaitan erat dengan pembangunan. Kondisi yang aman dan tertib dapat menciptakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial dengan lebih baik. Karena itu, pelaksanaan tugas Kepolisian memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.
Semangat Hari Juang Polri juga mengingatkan bahwa Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, veteran, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan membangun kepercayaan publik.
Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya dihadiri 203 tamu undangan dari berbagai unsur. Mereka berasal dari jajaran Mabes Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pemerintah Kota Surabaya, tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, akademisi, veteran, hingga keluarga besar Polri.
Peringatan di Kota Pahlawan tersebut sekaligus menegaskan bahwa sejarah perjuangan Polri tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Semangat yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus diterapkan dalam bentuk pengabdian nyata, pelayanan yang semakin baik, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Delapan puluh satu tahun setelah Proklamasi Polisi dikumandangkan, nilai perjuangan tersebut kembali ditegaskan sebagai bagian dari jati diri Polri. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat, Polri diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Nama Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar