Temui Pramono, Gubernur Bali Pelajari Skema Obligasi dan Creative Financing untuk Pembangunan Daerah
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Temui Pramono, Gubernur Bali Pelajari Skema Obligasi dan Creative Financing untuk Pembangunan Daerah
Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pertemuan tersebut bertujuan mempelajari berbagai skema pembiayaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk penerapan obligasi daerah serta konsep creative financing yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari alternatif pendanaan guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pelayanan publik.
Dalam pertemuan itu, Pramono Anung menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu mulai memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan yang inovatif agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Menurutnya, kondisi ekonomi yang terus berkembang menuntut pemerintah daerah untuk memiliki strategi pendanaan yang lebih kreatif sehingga berbagai proyek strategis dapat direalisasikan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah penerbitan obligasi daerah sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Instrumen tersebut dinilai dapat menjadi solusi dalam membiayai pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti pembangunan jalan, transportasi publik, hingga fasilitas pelayanan masyarakat. Pramono menegaskan bahwa DKI Jakarta telah memperoleh persetujuan prinsip dari pemerintah pusat untuk melanjutkan proses penerbitan obligasi daerah dengan tetap memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku.
Selain obligasi daerah, kedua kepala daerah juga membahas berbagai skema creative financing, termasuk optimalisasi pemanfaatan aset daerah, pengelolaan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), serta berbagai mekanisme kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Skema tersebut diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan tanpa harus membebani anggaran rutin pemerintah daerah.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah daerah mempelajari berbagai model pembiayaan yang telah diterapkan di DKI Jakarta. Menurutnya, sejumlah konsep yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut akan dikaji lebih lanjut bersama tim teknis Pemerintah Provinsi Bali untuk melihat kemungkinan penerapannya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Koster menilai bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Bali terus meningkat, terutama untuk mendukung sektor pariwisata, memperbaiki konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memiliki sumber pembiayaan yang lebih beragam agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa hanya mengandalkan APBD.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan fiskal daerah, tata kelola keuangan, hingga strategi meningkatkan pendapatan asli daerah melalui berbagai inovasi kebijakan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan yang dapat dijadikan referensi bagi daerah lain.
Melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman antardaerah, diharapkan pemerintah daerah mampu menghadirkan inovasi pembiayaan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar