Polri Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni dan Merak Jelang Nataru 2026–2027, Infrastruktur dan Arus Kendaraan Jadi Perhatian.
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni dan Merak Jelang Nataru 2026–2027, Infrastruktur dan Arus Kendaraan Jadi Perhatian.
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai mematangkan persiapan pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) dengan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pelabuhan penyeberangan di wilayah Lampung dan Banten. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, akses jalan, fasilitas pelabuhan, serta pengaturan lalu lintas kendaraan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Peninjauan dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) dengan melibatkan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri Komjen Pol. Roycke Harry Langie dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin. Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah perwakilan instansi terkait sebagai bagian dari koordinasi awal dalam mempersiapkan pengamanan jalur penyeberangan.
Komjen Pol. Roycke Harry Langie menjelaskan bahwa pengecekan lapangan tersebut bertujuan mengumpulkan data sekaligus melakukan evaluasi terhadap kondisi fasilitas dan sistem pelayanan di kawasan pelabuhan. Hasil peninjauan nantinya akan menjadi bahan penyusunan rencana operasi pengamanan Nataru, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan.
Dalam keterangannya, Roycke menyampaikan bahwa secara umum kondisi tiga titik yang telah diperiksa menunjukkan kesesuaian dengan standar yang dibutuhkan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan pengaturan jalur masuk dan keluar kendaraan agar tidak menimbulkan kepadatan selama periode libur panjang.
“Dari tiga titik yang sudah kami lihat, secara umum sudah sesuai standar. Nanti mungkin ada teknis-teknis lain yang akan kita atur, baik mulai dari jalur masuk maupun jalur keluar,” kata Roycke dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Rangkaian pengecekan dimulai dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan Wika Beton yang berada di Kabupaten Lampung Selatan. Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian dari perhatian karena memiliki peran dalam mendukung aktivitas penyeberangan dan distribusi kendaraan di kawasan tersebut.
Selanjutnya, rombongan menyeberang menuju wilayah Merak, Provinsi Banten, untuk memeriksa kesiapan Pelabuhan BBJ Bojonegara dan Pelabuhan Pelindo Ciwandan. Peninjauan di sejumlah lokasi tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan fasilitas dan pola operasional pelabuhan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada penghujung tahun.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari kondisi infrastruktur, fasilitas pendukung, akses kendaraan menuju pelabuhan, hingga skema pengaturan arus lalu lintas. Perhatian khusus diberikan terhadap jalur masuk dan keluar kendaraan agar pergerakan pengguna jasa penyeberangan dapat berlangsung lebih tertib.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menyampaikan bahwa kondisi infrastruktur di kawasan Pelabuhan Bakauheni menunjukkan perkembangan positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Penilaian tersebut didasarkan pada hasil evaluasi terhadap kondisi fasilitas dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Berdasarkan evaluasi dua tahun terakhir, secara infrastruktur ini jauh lebih baik,” ujar Aries.
Meski terdapat perkembangan pada aspek infrastruktur, kesiapan operasional tetap menjadi perhatian penting. Pengaturan kendaraan, efektivitas akses keluar masuk pelabuhan, serta koordinasi antarpihak perlu dipersiapkan secara matang agar peningkatan volume kendaraan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Hasil pengecekan lapangan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan strategi pengamanan Nataru 2026–2027. Evaluasi dilakukan agar berbagai potensi hambatan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah antisipasi bisa disiapkan sebelum memasuki puncak arus perjalanan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Pol. Turmudi, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja Awaludin, serta sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor dalam mendukung kesiapan pelayanan transportasi selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Kerja sama antara kepolisian, pengelola pelabuhan, operator transportasi, dan instansi pendukung lainnya diperlukan untuk memastikan pengelolaan arus kendaraan dan penumpang berjalan sesuai rencana. Setiap unsur memiliki tanggung jawab dalam mendukung keselamatan, kelancaran perjalanan, serta pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas penyeberangan.
Melalui persiapan yang dilakukan sejak awal, Polri berharap pelaksanaan pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dapat berjalan lebih terkoordinasi. Hasil evaluasi di Pelabuhan Bakauheni, Merak, dan sejumlah pelabuhan pendukung lainnya akan menjadi dasar penyempurnaan pengaturan lalu lintas serta strategi pelayanan agar perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun berlangsung aman, tertib, dan lancar.\
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar