Polres Dogiyai dan TNI Razia Dua Kampung, Amankan Dua Pisau, Parang dan Katapel
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polres Dogiyai dan TNI Razia Dua Kampung, Amankan Dua Pisau, Parang dan Katapel
DOGIYAI, PAPUA TENGAH – Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai bersama personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar patroli gabungan sekaligus razia senjata tajam di Kampung Ugapuga dan Kampung Idakebo, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus membangun komunikasi langsung antara aparat keamanan dan warga.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat barang yang terdiri atas dua pisau, satu parang, dan satu katapel. Seluruh barang tersebut dibawa untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Razia dilaksanakan sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan penyalahgunaan senjata tajam maupun alat lain yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kapolres Dogiyai, Kompol Dr. Piter Kendek, memimpin langsung pelaksanaan patroli gabungan yang melibatkan puluhan personel TNI-Polri. Untuk mendukung kegiatan di lapangan, aparat mengerahkan enam kendaraan dinas roda empat guna menyisir kedua kampung dan sejumlah titik yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Petugas memulai kegiatan dari kawasan pertigaan Kampung Ugapuga. Di lokasi tersebut, personel gabungan melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan di Ugapuga, aparat melanjutkan patroli menuju Kampung Idakebo. Di kampung ini, petugas kembali memeriksa sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas. Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk mencegah peredaran serta penggunaan senjata tajam yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap warga.
Kapolres Dogiyai menjelaskan bahwa patroli gabungan tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan dan pengamanan barang yang berpotensi membahayakan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi aparat untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, mendengarkan persoalan yang dihadapi warga, serta mengetahui kondisi keamanan di lingkungan setempat.
Pendekatan dialogis menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui komunikasi langsung, aparat berharap masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai persoalan keamanan maupun potensi konflik yang membutuhkan perhatian. Hubungan yang baik antara petugas dan warga dinilai dapat membantu mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Piter menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat TNI-Polri, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga diharapkan ikut menjaga lingkungan masing-masing, menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membawa atau menggunakan senjata tajam tanpa alasan yang sah, terutama apabila tindakan tersebut dapat membahayakan orang lain. Persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan cara-cara yang aman, tanpa kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban maupun memperburuk situasi.
Sinergi antara Polres Dogiyai dan TNI diharapkan mampu memperkuat upaya pemeliharaan keamanan di Kampung Ugapuga, Kampung Idakebo, dan wilayah sekitarnya. Patroli serta pemeriksaan lapangan menjadi bagian dari langkah preventif, sementara keterlibatan masyarakat diperlukan agar upaya menjaga ketertiban dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, aparat berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. Polres Dogiyai bersama TNI juga mendorong terbangunnya kepercayaan serta kerja sama yang baik dengan warga, sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi melalui koordinasi, kepedulian, dan komunikasi yang terbuka.
\Jurnalis : Wulandari
- Penulis: Wulandari


Saat ini belum ada komentar