Polri Mutasi Lima Perwira, Brigjen Nariyana Jadi Kapusdokkes dan Kombes Ikhlas Putro Wasono Pimpin Puskeu
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polri Mutasi Lima Perwira, Brigjen Nariyana Jadi Kapusdokkes dan Kombes Ikhlas Putro Wasono Pimpin Puskeu
JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Dalam kebijakan terbaru tersebut, lima personel mengalami perubahan penugasan, termasuk pergantian pejabat pada posisi Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) serta Kepala Pusat Keuangan (Kapuskeu) Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 29 Oktober 2026. Kebijakan rotasi jabatan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dalam keputusan tersebut, Brigjen Pol. Nariyana mendapatkan penugasan baru sebagai Kapusdokkes Polri. Sebelumnya, Nariyana menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Ia dipercaya mengisi posisi tersebut untuk menggantikan Irjen Pol. Asep Hendradiana yang memasuki masa pensiun.
Irjen Pol. Asep Hendradiana selanjutnya dimutasikan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Pusdokkes Polri dalam rangka memasuki masa purnatugas. Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus kesinambungan kepemimpinan pada satuan kerja yang memiliki tanggung jawab di bidang kedokteran dan kesehatan kepolisian.
Perubahan jabatan juga terjadi pada posisi Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Jabatan tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Syamsul Bahar, yang sebelumnya bertugas sebagai Pati Bareskrim Polri dalam penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dengan penugasan baru tersebut, Syamsul Bahar akan mengemban tanggung jawab dalam pengelolaan rumah sakit kepolisian tingkat pusat. Pergantian pejabat ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri maupun masyarakat yang memanfaatkan fasilitas kesehatan kepolisian.
Sementara itu, posisi Kapuskeu Polri juga mengalami pergantian. Kombes Pol. Ikhlas Putro Wasono kini dipercaya menduduki jabatan tersebut setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (Kabid APK) Puskeu Polri.
Ikhlas menggantikan Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari yang dimutasikan sebagai Pati Puskeu Polri dalam rangka memasuki masa pensiun. Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi di bidang pengelolaan keuangan internal Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier personel sekaligus upaya penyegaran organisasi. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap satuan kerja memiliki pejabat yang sesuai dengan kebutuhan dan tanggung jawab organisasi.
Menurut Isir, proses penempatan personel tidak dilakukan secara sembarangan. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari kebutuhan organisasi, kemampuan individu, kompetensi profesional, hingga rekam jejak selama menjalankan tugas di lingkungan kepolisian.
“Setiap jabatan memiliki tanggung jawab dan tantangan tersendiri. Karena itu, penempatan personel perlu mempertimbangkan kapabilitas, kompetensi, dan rekam jejak agar pejabat yang diberikan amanah dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan organisasi,” ujar Johnny Eddizon Isir.
Ia menambahkan, rotasi jabatan juga menjadi bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia di tubuh Polri. Melalui pergantian penugasan, personel diharapkan memperoleh pengalaman baru sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab kelembagaan.
Dalam kesempatan tersebut, Isir turut menyampaikan penghargaan kepada para pejabat yang mengakhiri masa tugasnya, khususnya Irjen Pol. Asep Hendradiana dan Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari yang memasuki masa pensiun. Keduanya dinilai telah memberikan kontribusi selama menjalankan tugas di lingkungan Polri.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman dan pengabdian para pejabat yang memasuki masa purnatugas merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi kepolisian. Dedikasi yang telah diberikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi personel lainnya dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pengalaman dan kontribusi para pejabat selama bertugas merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Semoga pengabdian yang telah diberikan dapat terus menjadi inspirasi bagi personel lainnya,” ungkap Isir.
Kepada para pejabat yang memperoleh penugasan baru, Polri berharap mereka dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab masing-masing. Kepercayaan yang diberikan organisasi diharapkan dijalankan secara profesional, penuh tanggung jawab, serta berorientasi pada peningkatan kinerja institusi.
Para pejabat baru juga diminta melanjutkan program kerja yang telah berjalan agar tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas. Khususnya pada bidang kedokteran, kesehatan, dan pengelolaan keuangan, kesinambungan program menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung operasional serta pelayanan Polri.
Dengan diterbitkannya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026, pergantian sejumlah posisi strategis tersebut menjadi bagian dari penataan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri berharap rotasi ini dapat memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar