Akademisi Apresiasi Ketegasan Kapolri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Akademisi Apresiasi Ketegasan Kapolri Tetapkan 20 Korporasi Tersangka Karhutla
Apresiasi terhadap langkah kepolisian tersebut juga disampaikan oleh Achmad Baidowi atau Awiek, Ketua Bidang Organisasi Ikatan Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan (IKADIP) IPDN. Ia menilai keputusan menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka merupakan bentuk ketegasan aparat dalam menjalankan supremasi hukum, terutama terhadap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.
Menurut Awiek, penanganan perkara yang turut melibatkan empat perusahaan penanaman modal asing menunjukkan bahwa proses penegakan hukum tidak semestinya membedakan perusahaan berdasarkan asal modal maupun latar belakang kepemilikannya. Seluruh badan usaha yang menjalankan kegiatan di Indonesia memiliki kewajiban yang sama untuk mematuhi peraturan nasional.
Ia juga menilai bahwa penanganan kasus karhutla harus memperhatikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Prinsip tersebut mencakup supremasi hukum, transparansi, akuntabilitas, serta responsivitas aparat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.
Keterbukaan informasi mengenai perkembangan penanganan perkara dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah yang dilakukan aparat. Dengan demikian, proses penegakan hukum dapat diawasi secara publik dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum dapat terus dijaga.
Dampak Karhutla Meluas hingga Kesehatan dan Transportasi
Awiek turut menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan serta keselamatan masyarakat. Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas warga, khususnya di wilayah yang terdampak langsung.
Masyarakat di sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera menjadi kelompok yang merasakan dampak dari memburuknya kualitas udara. Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Selain persoalan kesehatan, kabut asap juga dapat mengganggu sektor transportasi. Jarak pandang yang berkurang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan, termasuk aktivitas penerbangan. Sejumlah penerbangan di wilayah Kalimantan dilaporkan mengalami pembatalan akibat kondisi asap yang mengganggu jarak pandang.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran kawasan hutan, melainkan masalah lingkungan yang memiliki dampak berantai terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, maupun masyarakat.
Perusahaan Diminta Bertanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan
Lebih lanjut, Awiek mendorong agar proses hukum terhadap korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka dilaksanakan secara serius dan menyeluruh. Ia berharap apabila unsur pelanggaran dapat dibuktikan melalui proses peradilan, pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat menerima konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penyidikan perlu mengungkap secara terperinci bagaimana kebakaran dapat terjadi, siapa yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan, serta apakah perusahaan telah menjalankan kewajibannya dalam melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran.
Aspek tanggung jawab pengurus perusahaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penyidik diharapkan dapat menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak yang mengambil keputusan, memberikan instruksi, melakukan pengawasan, maupun memperoleh keuntungan dari kegiatan usaha yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran.
Di samping proses pidana, pemulihan lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Kawasan yang mengalami kerusakan membutuhkan penanganan agar fungsi ekologisnya dapat dipulihkan. Upaya tersebut penting untuk mencegah terjadinya kebakaran berulang sekaligus mengurangi dampak jangka panjang terhadap masyarakat sekitar.
Polri Diharapkan Menuntaskan Penyidikan secara Transparan
Penetapan 20 korporasi sebagai tersangka diharapkan menjadi bagian dari proses penegakan hukum yang berkelanjutan. Aparat kepolisian perlu memastikan seluruh rangkaian penyidikan berjalan berdasarkan bukti yang kuat, keterangan saksi, hasil pemeriksaan lapangan, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Kepastian hukum menjadi aspek penting agar penanganan kasus karhutla tidak berhenti pada pengumuman penetapan tersangka. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai perkembangan perkara, proses pembuktian, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk memastikan pihak yang terbukti bertanggung jawab memenuhi kewajiban hukumnya.
Koordinasi antara Polri, instansi lingkungan hidup, pemerintah daerah, dan lembaga terkait juga diperlukan untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran. Pengawasan berkala terhadap perusahaan yang memiliki konsesi lahan menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung pencegahan karhutla.
Dengan penanganan yang terukur dan transparan, diharapkan proses hukum ini dapat memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus mendorong dunia usaha untuk lebih memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Penegakan Hukum Menjadi Pengingat bagi Pelaku Usaha
Kasus yang melibatkan puluhan korporasi tersebut menjadi perhatian penting bagi dunia usaha di Indonesia. Setiap perusahaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan, tetapi juga memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan kegiatan bisnis.
Kepatuhan terhadap aturan perlindungan lingkungan, penyediaan sarana pencegahan kebakaran, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat harus menjadi bagian dari standar operasional perusahaan. Langkah pencegahan dinilai penting agar kegiatan usaha tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun kerusakan terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, penanganan kasus karhutla membutuhkan komitmen bersama. Penegakan hukum harus berjalan secara profesional, sementara pengawasan dan pencegahan perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang. Perlindungan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban seluruh pihak yang memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia.
Apresiasi yang disampaikan kalangan akademisi terhadap langkah Kapolri diharapkan dapat menjadi dorongan bagi aparat untuk menuntaskan proses penyidikan secara akuntabel. Di sisi lain, masyarakat juga berharap penanganan perkara tersebut mampu menghadirkan keadilan bagi warga terdampak serta memberikan kepastian bahwa perlindungan lingkungan menjadi bagian penting dalam penegakan hukum nasional.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar