Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Penangkapan Buronan Kasus 2 Ton Sabu Berkat Kerja Sama Berbagai Pihak
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Penangkapan Buronan Kasus 2 Ton Sabu Berkat Kerja Sama Berbagai Pihak
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengungkapkan keberhasilan aparat dalam menangkap Paryatin alias Dewi Astutik, buronan yang diduga menjadi salah satu aktor intelektual dalam kasus penyelundupan narkotika seberat dua ton sabu. Penangkapan tersebut disebut sebagai hasil dari proses panjang yang melibatkan koordinasi lintas instansi serta dukungan berbagai pihak dalam upaya pemberantasan jaringan narkotika berskala internasional.
Dalam keterangannya pada peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Lido, Bogor, Komjen Suyudi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari sinergi antara BNN, aparat penegak hukum, instansi pemerintah, serta partisipasi masyarakat yang memberikan informasi penting dalam proses penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.
Ia menegaskan bahwa jaringan peredaran narkotika saat ini semakin terorganisasi dan memiliki pola operasi yang kompleks. Para pelaku memanfaatkan berbagai cara untuk menghindari penegakan hukum, mulai dari penggunaan identitas palsu, perpindahan lokasi secara berpindah-pindah, hingga membangun jaringan lintas wilayah bahkan lintas negara. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang kuat, pemanfaatan teknologi, serta pertukaran informasi yang cepat agar setiap pelaku dapat dilacak dan ditangkap.
Penangkapan Dewi Astutik dinilai menjadi salah satu keberhasilan penting dalam upaya memutus mata rantai sindikat narkotika internasional yang berupaya menjadikan Indonesia sebagai pasar sekaligus jalur distribusi narkoba. BNN menilai bahwa setiap keberhasilan mengungkap jaringan besar akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya penyelamatan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Komjen Suyudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. Menurutnya, informasi yang diberikan masyarakat sering kali menjadi pintu masuk bagi aparat dalam mengungkap berbagai jaringan yang selama ini sulit terdeteksi. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum.
Selain penindakan, BNN menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Edukasi mengenai bahaya narkotika kepada generasi muda, peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, serta penguatan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi nasional dalam menekan angka peredaran gelap narkotika.
Keberhasilan penangkapan buronan kasus penyelundupan dua ton sabu tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memerangi kejahatan narkotika. BNN menegaskan akan terus meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum di dalam maupun luar negeri guna memburu para pelaku lain yang masih menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika internasional.
Jurnalis : Danilo Fernandes
- Penulis: Danilo Fernandes

Saat ini belum ada komentar