Polda Riau Dorong Bhayangkari Perkuat Pemberdayaan Masyarakat pada Peringatan HKGB ke-74 Tahun 2026
- calendar_month 34 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Polda Riau Dorong Bhayangkari Perkuat Pemberdayaan Masyarakat pada Peringatan HKGB ke-74 Tahun 2026
PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau mendorong organisasi Bhayangkari untuk semakin memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, ekonomi kreatif, dan pengembangan kapasitas perempuan. Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026 yang digelar di Mapolda Riau, Pekanbaru, Jumat (30/10/2026).
Peringatan HKGB ke-74 menjadi momentum bagi Bhayangkari untuk memperkuat peran organisasi, tidak hanya sebagai pendamping anggota Polri, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki kontribusi dalam pembangunan sosial. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, Bhayangkari diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga, lingkungan sekitar, serta masyarakat luas.
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam sambutannya mengajak seluruh anggota Bhayangkari untuk terus meningkatkan kemampuan diri, mengembangkan potensi, dan menjalankan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif. Ia berharap peringatan tahun ini dapat menjadi kesempatan untuk mempererat persatuan, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Saya berharap seluruh anggota Bhayangkari semakin memperkuat komitmen untuk meningkatkan kapasitas diri, terus berkarya dengan tulus, serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama,” ujar Arman dalam sambutannya di Mapolda Riau.
Kapolda Riau yang juga bertindak sebagai Pembina Bhayangkari Daerah Riau tersebut turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi para istri anggota Polri dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam menunjang pengabdian personel Polri, terutama melalui dukungan dan keharmonisan rumah tangga.
Arman juga mengingatkan para suami agar memberikan ruang dan dukungan kepada istri untuk terus berkembang serta berkarya. Ia menilai dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu anggota Bhayangkari menjalankan aktivitas organisasi maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat tanpa mengabaikan keharmonisan rumah tangga.
“Istri merupakan salah satu tiang utama dalam keluarga. Keharmonisan rumah tangga dan keteguhan seorang istri sangat mempengaruhi kualitas pengabdian suami di kepolisian,” imbuh Arman.
Bhayangkari Didorong Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga mendorong Bhayangkari untuk memperkuat sinergi dengan program kepolisian bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif, pengembangan yayasan, serta berbagai program kemasyarakatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Menurut Arman, organisasi Bhayangkari memiliki potensi untuk berkontribusi lebih luas melalui kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan sosial, serta program pemberdayaan perempuan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian sekaligus memperkuat hubungan antara organisasi dan lingkungan sekitar.
Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Ny Peppy Arman Achdiat, dalam sambutannya menjelaskan bahwa usia 74 tahun merupakan momentum untuk merefleksikan perjalanan dan kontribusi organisasi. Ia menekankan pentingnya membangun Bhayangkari yang memiliki kemampuan untuk berkembang, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peppy memaparkan tiga pilar utama yang menjadi arah gerak organisasi, yakni berdaya, berkarya, dan memberikan dampak positif. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan dalam mendorong anggota Bhayangkari agar tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu menghasilkan program yang bermanfaat bagi lingkungan sosial.
Menurut Peppy, Bhayangkari yang berdaya merupakan organisasi yang didukung perempuan mandiri, cerdas, dan memiliki akhlak mulia. Penguatan kapasitas diri menjadi langkah awal agar setiap anggota mampu mengembangkan potensi serta mengambil peran positif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Bhayangkari berdaya berarti memiliki kekuatan dari dalam diri sebagai perempuan yang mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia. Berkarya dapat dimulai dari hal kecil seperti UMKM, Posyandu, dan bank sampah. Puncaknya, karya tersebut harus berdampak positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Ny Peppy.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan sederhana yang dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan, seperti membantu pertumbuhan UMKM, mendukung kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), serta mengembangkan bank sampah. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana bagi anggota Bhayangkari untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian lingkungan.
Rangkaian HKGB ke-74 Diisi Berbagai Kegiatan Kemanusiaan
Peringatan HKGB ke-74 di wilayah Riau tidak hanya dilaksanakan melalui acara seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi bakti kesehatan, bakti sosial ke panti asuhan, serta anjangsana kepada warakawuri atau para istri anggota Polri yang telah meninggal dunia.
Kegiatan bakti kesehatan menjadi salah satu bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap kebutuhan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Sementara itu, kunjungan sosial ke panti asuhan dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan dan kepedulian dari lingkungan sekitar.
Selain kegiatan sosial, Bhayangkari Daerah Riau juga mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui keikutsertaan UMKM unggulan dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.
Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM binaan Bhayangkari Riau untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan bazar juga dapat menjadi sarana memperluas jaringan pemasaran serta memberikan ruang promosi bagi produk yang dihasilkan anggota Bhayangkari.
Di sisi lain, kegiatan anjangsana kepada warakawuri menjadi bentuk penghormatan dan kepedulian organisasi terhadap keluarga besar Polri. Melalui kegiatan tersebut, Bhayangkari berupaya menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus memberikan perhatian kepada mereka yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian institusi kepolisian.
Apresiasi untuk Anggota Bhayangkari Berprestasi
Rangkaian peringatan HKGB ke-74 di Mapolda Riau dilanjutkan dengan acara syukuran yang berlangsung dalam suasana kebersamaan. Salah satu kegiatan utama dalam acara tersebut adalah pemotongan tumpeng oleh Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Ny Peppy Arman Achdiat, yang didampingi Kapolda Riau dan jajaran pengurus Bhayangkari.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang dibawakan anak-anak berprestasi. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan sekaligus memberikan ruang apresiasi terhadap kreativitas dan kemampuan generasi muda.
Selain itu, penghargaan berupa Lencana Bhakti dan piagam diberikan kepada anggota Bhayangkari yang dinilai memiliki prestasi dan kontribusi. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui peringatan HKGB ke-74, Polda Riau dan Bhayangkari Daerah Riau berharap semangat kebersamaan dan pemberdayaan dapat terus berkembang. Berbagai program yang telah dijalankan diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian perayaan selesai, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan peran perempuan, pengembangan UMKM, kepedulian kesehatan, kegiatan sosial, serta pelestarian lingkungan menjadi sejumlah bidang yang dapat terus dikembangkan oleh Bhayangkari. Dengan dukungan keluarga besar Polri dan partisipasi masyarakat, organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Peringatan HKGB ke-74 Tahun 2026 akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Bhayangkari dalam menjalankan peran organisasi secara lebih produktif dan bermanfaat. Polda Riau berharap sinergi antara Bhayangkari dan program pelayanan kepolisian dapat terus terjaga sehingga keberadaan organisasi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar