Mabes Polri Apresiasi Massa Demo Sumpah Pemuda yang Tertib dan Damai, Kebebasan Berpendapat Tetap Dijaga
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mabes Polri Apresiasi Massa Demo Sumpah Pemuda yang Tertib dan Damai, Kebebasan Berpendapat Tetap Dijaga
JAKARTA – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026). Kepolisian menilai penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib, aman, dan damai menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan serta menghormati hak masyarakat lainnya.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib di sejumlah daerah. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang menggunakan hak menyampaikan pendapat di muka umum dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan bersama.
Menurut Johnny, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Karena itu, kepolisian berkewajiban memberikan pelayanan pengamanan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman, sekaligus memastikan kegiatan tersebut tidak mengganggu hak orang lain dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa situasi yang aman dan kondusif tidak terlepas dari kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian. Kesediaan peserta aksi menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta menghormati pengguna ruang publik lainnya menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan demonstrasi yang berlangsung damai.
Polri, lanjut Johnny, berkomitmen mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kegiatan pengamanan unjuk rasa. Pendekatan tersebut mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, pelaksanaan tugas sesuai prosedur, serta kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian, pengamanan tidak hanya berorientasi pada pengendalian situasi, tetapi juga pada pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Johnny berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terpelihara, terutama dalam menghadapi kegiatan penyampaian pendapat yang melibatkan banyak orang. Dialog dan sikap saling menghormati dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman serta mengurangi potensi gesekan selama kegiatan berlangsung.
Ia juga menekankan bahwa penyampaian aspirasi secara damai merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Masyarakat dapat menyuarakan pandangan, kritik, maupun tuntutan terhadap berbagai persoalan publik, dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan. Di sisi lain, aparat bertugas memastikan hak tersebut dapat dijalankan tanpa mengabaikan keamanan lingkungan sekitar.
Di Jakarta, pengamanan aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda turut mendapat perhatian dari jajaran Polda Metro Jaya. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto sebelumnya mengimbau peserta aksi agar tidak melakukan pelemparan benda dan meminta mereka kembali ke rumah masing-masing setelah menyampaikan aspirasi.
Dadang juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan pendapat dengan baik dan damai. Ia mengingatkan agar pihak-pihak yang masih bertahan di lokasi tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kericuhan atau mengganggu ketertiban umum. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga agar kegiatan yang berlangsung di ruang publik tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan orang lain.
Pelaksanaan demonstrasi pada peringatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung di sejumlah titik dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat sipil. Di Jakarta, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) menjadi salah satu lokasi berkumpulnya peserta aksi. Pengamanan dilakukan untuk menjaga kegiatan penyampaian aspirasi tetap berjalan serta mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan di tengah perbedaan pandangan. Dalam konteks penyampaian aspirasi, perbedaan pendapat dapat disampaikan melalui cara-cara yang damai tanpa menghilangkan penghormatan terhadap hak orang lain. Komunikasi yang baik antara peserta aksi, aparat, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga ruang publik tetap aman.
Meski Polri mengapresiasi aksi yang berlangsung tertib di sejumlah daerah, kondisi di setiap lokasi tidak selalu sama. Sejumlah laporan mengenai kericuhan di wilayah lain tetap memerlukan penanganan tersendiri berdasarkan situasi dan fakta di lapangan. Oleh karena itu, apresiasi terhadap peserta aksi yang damai tidak menghilangkan kebutuhan untuk menindaklanjuti insiden yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Mabes Polri menegaskan bahwa pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi akan terus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui pendekatan humanis, komunikasi terbuka, dan penegakan aturan sesuai prosedur, kepolisian berharap kegiatan demonstrasi dapat berlangsung secara tertib tanpa menghambat hak masyarakat lainnya. Kerja sama antara aparat dan warga diharapkan terus terjaga demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama.
Jurnalis : Rika Anggun Lestari
- Penulis: Rika Anggun Lestari


Saat ini belum ada komentar