Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Kamis, 7 Mei 2026Sekretaris BPSDM Kemendagri: Latsar CPNS Bagian Penting Pengembangan Kompetensi ASN

Kamis, 7 Mei 2026Sekretaris BPSDM Kemendagri: Latsar CPNS Bagian Penting Pengembangan Kompetensi ASN

  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Afrijal Dahrin DJ menegaskan, Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan bagian penting dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendagri. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mendasar mengenai pelayanan pemerintahan, dinamika sosial kemasyarakatan, hingga pembangunan nasional dan daerah.

Menurut Afrijal, Latsar tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas teknis, tetapi juga diarahkan untuk mendorong peserta melahirkan inovasi dan gagasan yang aplikatif dalam mendukung pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.

“Kalau kita kerucutkan kembali, ini memang kita harapkan lebih ke aspek di mana mereka mengembangkan inovasi, ide gagasan yang tentu implementatif juga dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan mereka saat ini,” katanya kepada awak media usai Upacara Api Semangat Bela Negara (ASBN) Pelatihan Dasar CPNS Kemendagri Gelombang I Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kemendagri, Jakarta, Rabu (6/5/2026) malam.

Ia menjelaskan, Upacara ASBN mengandung makna simbolis sebagai representasi semangat dan cahaya pengabdian bagi ASN. Nilai tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa ASN memiliki peran sebagai penunjuk arah sekaligus penerang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Selain itu, api juga dimaknai sebagai simbol semangat yang harus terus menyala dalam diri ASN agar mampu menjadi penggerak pembangunan dan pelayan masyarakat yang berintegritas.

“Maka semangat nasionalisme, integritas, itu adalah nilai dasar yang memang harus ditanamkan kepada para peserta Latsar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Afrijal menuturkan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki ASN, yakni kompetensi teknis, manajerial, dan pemerintahan. Karena itu, pelaksanaan Latsar CPNS dirancang tidak hanya untuk memperkuat kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga menanamkan kompetensi pemerintahan sebagai landasan utama pengabdian ASN.

Ia menjelaskan, kompetensi pemerintahan mencakup pemahaman mengenai integritas, hubungan pemerintah pusat dan daerah, pelayanan publik, hingga etika pemerintahan.

“Nah dalam penjelasannya itu dijelaskan di Undang-Undang [Nomor] 23, kompetensi pemerintah itu terkait apa? Salah satunya terkait integritas, terkait hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, terkait masalah pelayanan masyarakat, dan juga tidak kalah penting dalam terkait masalah etika pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan Kemendagri Budi Santosa menyampaikan, Kemendagri sebagai kementerian strategis membutuhkan dukungan ASN yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing. ASN juga dituntut mampu memahami berbagai persoalan, baik dalam lingkup mikro maupun makro.

Menurutnya, melalui Latsar, peserta diharapkan memahami bahwa profesi ASN bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara dalam mewujudkan cita-cita nasional.

“ASN harus tanggap ing sasmito. Dia harus peka terhadap lingkungan strategis di mana dia berada, di lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, dan lingkungan berbangsa dan negara,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Reporter bby M. Taufik

author avatar
Wartawan Berita Polri
  • Penulis: Wartawan Berita Polri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Demonstrasi BEM Se-Bogor di Jalan Jenderal Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong dengan Aparat Kepolisian

    Aksi Demonstrasi BEM Se-Bogor di Jalan Jenderal Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong dengan Aparat Kepolisian

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Aksi Demonstrasi BEM Se-Bogor di Jalan Jenderal Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong dengan Aparat Kepolisian Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi. Dalam jalannya aksi, sempat terjadi saling dorong antara massa mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga mengamankan […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 345
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Rp20 Juta dari Polisi, Polda Metro Jaya Minta Bukti dan Identitas Pemberi Dana

    Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Rp20 Juta dari Polisi, Polda Metro Jaya Minta Bukti dan Identitas Pemberi Dana

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 12
    • 0Komentar

      Ketua BEM FH UBK Mengaku Terima Rp20 Juta dari Polisi, Polda Metro Jaya Minta Bukti dan Identitas Pemberi Dana Pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (BEM FH UBK) yang mengaku menerima dana sebesar Rp20 juta dari oknum polisi menjadi perhatian publik. Pengakuan tersebut memicu berbagai tanggapan, termasuk dari Kepolisian […]

  • Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Pelaku yang Rugikan Petani Terancam Ditindak Tegas

    Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Pelaku yang Rugikan Petani Terancam Ditindak Tegas

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Pelaku yang Rugikan Petani Terancam Ditindak Tegas Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mulai melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik kartel harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga menyebabkan kerugian besar bagi para petani di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat penegak […]

  • Polisi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus yang Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa

    Polisi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus yang Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Polisi Ungkap Fakta Baru dalam Kasus yang Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah fakta baru terkait penanganan perkara yang menjerat Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang berkaitan dengan polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Fakta tersebut disampaikan setelah penyidik melakukan […]

  • Matangkan Pengamanan May Day, Polres Demak Gelar Latihan Sispamkota

    Matangkan Pengamanan May Day, Polres Demak Gelar Latihan Sispamkota

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Jurnalis Berita Polri
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DEMAK – Polres Demak menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Kantor Bupati Demak, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan personel menghadapi potensi kerawanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang. Dalam latihan tersebut, aparat mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 5.000 orang yang berujung ricuh. […]

expand_less