Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Masyarakat » Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok

Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Jerit Warga Manggarai Timur Lima Hari Tanpa Bantuan, Pengungsi Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok

Kondisi para korban gempa bumi di Posko Binaan Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin memprihatinkan. Hingga lima hari setelah bencana terjadi, warga yang mengungsi di lokasi tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Para pengungsi saat ini sangat membutuhkan bahan makanan dan air minum. Persediaan kebutuhan pokok di sekitar lokasi pengungsian juga semakin terbatas sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Situasi tersebut membuat para korban harus bertahan dengan sumber daya yang tersisa setelah rumah dan tempat tinggal mereka terdampak gempa.

Salah seorang warga, Zaitun, mengungkapkan bahwa kondisi para pengungsi sudah sangat sulit. Warga bahkan mulai kebingungan mencari tempat untuk mendapatkan bantuan karena persediaan kebutuhan pokok di sejumlah kios sekitar lokasi pengungsian telah habis.

Selama beberapa hari terakhir, sebagian warga terpaksa memanfaatkan beras yang masih dapat ditemukan dari reruntuhan rumah mereka. Namun, persediaan tersebut kini semakin menipis. Di tengah kondisi itu, jumlah pengungsi justru terus bertambah karena warga dari sejumlah lokasi lain memilih bergabung ke Posko Binaan Satar Kampas untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan.

Kondisi semakin berat karena terdapat anak-anak, termasuk balita, yang turut berada di lokasi pengungsian. Kebutuhan mereka tidak hanya berupa makanan dan air minum, tetapi juga berbagai perlengkapan dasar yang diperlukan selama berada di tempat pengungsian.

Sebelumnya, sebagian warga sempat diarahkan untuk mengambil bantuan di Posko Ronting yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi mereka. Namun, persediaan di posko tersebut juga dilaporkan semakin terbatas. Situasi itu kemudian menimbulkan ketegangan di antara para pengungsi yang sama-sama membutuhkan bantuan.

Saat ini, Posko Binaan Satar Kampas menampung lebih dari seratus orang. Selain beras dan air minum, para pengungsi membutuhkan berbagai perlengkapan seperti selimut, sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, dan sikat gigi. Kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak karena warga belum mengetahui kapan bantuan berikutnya dapat diterima.

Gempa yang mengguncang wilayah NTT juga meninggalkan kerusakan di sejumlah kawasan. Banyak warga harus meninggalkan rumah karena bangunan mengalami kerusakan dan kondisi lingkungan belum sepenuhnya aman. Pengungsian menjadi pilihan sementara bagi masyarakat untuk melindungi diri sekaligus menunggu proses penanganan bencana.

Salah seorang warga menceritakan bahwa gempa terjadi pada pagi hari ketika dirinya baru saja bangun. Guncangan yang kuat membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri dari dalam rumah. Dalam situasi tersebut, sejumlah bangunan mengalami kerusakan sehingga warga harus segera mencari tempat yang lebih aman.

Di tengah kondisi pengungsian yang masih membutuhkan banyak bantuan, aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung. Berdasarkan data BMKG yang dikutip Liputan6.com, hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA, tercatat sebanyak 2.768 gempa susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 kejadian dirasakan oleh masyarakat. BMKG menyebut aktivitas gempa susulan masih berlangsung secara fluktuatif dan belum menunjukkan pola penurunan yang jelas.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak menjadi semakin penting. Bantuan berupa makanan, air bersih, perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan dasar lainnya diperlukan untuk membantu warga bertahan selama berada di pengungsian.

Pemerintah dan berbagai pihak terkait diharapkan terus mempercepat distribusi bantuan hingga menjangkau posko-posko yang masih mengalami keterbatasan logistik. Pendataan jumlah pengungsi dan kebutuhan di setiap lokasi juga menjadi penting agar bantuan dapat disalurkan secara merata dan sesuai kondisi di lapangan.

Bagi warga Manggarai Timur yang masih bertahan di pengungsian, bantuan bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan menjadi penopang utama untuk melewati masa sulit setelah bencana. Kondisi mereka menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan proses evakuasi dan penyelamatan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan hingga situasi kembali aman.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

 

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Tantangan Dunia Digital, Wakapolda Kalbar Buka Penelitian Transformasi Kepemimpinan Polri

    Hadapi Tantangan Dunia Digital, Wakapolda Kalbar Buka Penelitian Transformasi Kepemimpinan Polri

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • visibility 53
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., secara resmi membuka kegiatan Penelitian Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Tim Peneliti Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri. Acara berlangsung di Graha Khatulistiwa, Mapolda Kalbar, Selasa (28/4/2026). Penelitian strategis ini mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan Polri dalam Pengelolaan Keamanan Aktual Dunia Baru”. […]

  • Fadilah Lapor Jaringan Pembuat Ijazah Palsu ke Bareskrim Polri

    Fadilah Lapor Jaringan Pembuat Ijazah Palsu ke Bareskrim Polri

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA – Langkah hukum tegas kembali diambil terkait maraknya praktik pemalsuan dokumen pendidikan. Pada Rabu, 13 Mei 2026, Fadilah secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana pembuatan ijazah palsu yang berpusat di kawasan Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Kehadirannya di lembaga kepolisian tertinggi ini didampingi secara lengkap oleh tim penasihat […]

  • Polri Tegaskan Tidak Ada Impunitas bagi Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba

    Polri Tegaskan Tidak Ada Impunitas bagi Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Polri Tegaskan Tidak Ada Impunitas bagi Anggota yang Terlibat Kasus Narkoba Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, termasuk apabila melibatkan personel kepolisian. Penegasan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan dugaan keterlibatan sejumlah anggota kepolisian dalam kasus narkoba. Polri memastikan tidak akan memberikan perlakuan khusus atau impunitas […]

  • Membaca Pesan JK untuk Kepala Daerah: Pentingnya Mandiri Fiskal dan Jiwa Enterpreneur

    Membaca Pesan JK untuk Kepala Daerah: Pentingnya Mandiri Fiskal dan Jiwa Enterpreneur

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Membaca Pesan JK untuk Kepala Daerah: Pentingnya Mandiri Fiskal dan Jiwa Enterpreneur Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menekankan pentingnya kemandirian fiskal serta semangat kewirausahaan atau entrepreneurship bagi para kepala daerah dalam mengelola pemerintahan. Menurutnya, kemampuan suatu daerah untuk berkembang tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang diterima dari pemerintah pusat, […]

  • Perselisihan Perwira Polisi dan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Berakhir Damai Melalui Mediasi

    Perselisihan Perwira Polisi dan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Berakhir Damai Melalui Mediasi

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Perselisihan Perwira Polisi dan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Berakhir Damai Melalui Mediasi Perselisihan yang sempat terjadi antara seorang perwira kepolisian dengan seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, akhirnya diselesaikan secara damai melalui proses mediasi. Kesepakatan damai tersebut dicapai setelah kedua belah pihak bertemu dan melakukan komunikasi secara langsung untuk menyelesaikan kesalahpahaman […]

  • Polisi Periksa 17 Saksi dalam Kasus Penyekapan Tiga Pekerja Percetakan di Jakarta Pusat

    Polisi Periksa 17 Saksi dalam Kasus Penyekapan Tiga Pekerja Percetakan di Jakarta Pusat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • visibility 21
    • 0Komentar

      Polisi Periksa 17 Saksi dalam Kasus Penyekapan Tiga Pekerja Percetakan di Jakarta Pusat Penyidikan kasus dugaan penyekapan terhadap tiga pekerja percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, terus berkembang. Hingga saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa sedikitnya 17 orang saksi guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang diduga melibatkan unsur penyekapan, penganiayaan, […]

expand_less