Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menag Nasaruddin Umar Usulkan 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Menjadi ASN
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengusulkan agar sekitar 18.000 guru agama honorer yang telah lama mengabdi di berbagai satuan pendidikan mendapatkan prioritas dalam proses pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian status kerja bagi para guru yang selama bertahun-tahun menjalankan tugasnya dengan berbagai keterbatasan.
Menurut Nasaruddin Umar, guru agama memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai kebangsaan peserta didik. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka, termasuk melalui pengangkatan sebagai ASN bagi guru yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak guru agama honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun belum memperoleh kepastian status kepegawaian. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat solusi agar para tenaga pendidik dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah maupun madrasah.
Usulan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperbaiki tata kelola sumber daya manusia di sektor pendidikan keagamaan. Selain mendorong pengangkatan ASN, pemerintah juga terus memperluas program Pendidikan Profesi Guru (PPG), mempercepat sertifikasi guru, serta meningkatkan penyaluran berbagai bentuk tunjangan profesi dan insentif bagi guru binaan Kementerian Agama. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan para pendidik di seluruh Indonesia.
Nasaruddin menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru tidak hanya dilakukan melalui pengangkatan ASN. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar kebutuhan formasi guru agama dapat dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran negara serta kebutuhan riil di lapangan. Dengan demikian, proses pengangkatan dapat berlangsung secara transparan, objektif, dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, Kementerian Agama juga telah melaksanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi guru non-ASN, termasuk penyaluran insentif dan peningkatan nilai tunjangan bagi guru yang telah memenuhi persyaratan. Pemerintah berharap berbagai kebijakan tersebut dapat memberikan motivasi kepada para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.
Usulan prioritas pengangkatan 18.000 guru agama honorer sebagai ASN mendapat perhatian berbagai kalangan karena dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Apabila terealisasi, kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kepastian karier bagi para guru, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia melalui tenaga pendidik yang lebih profesional dan sejahtera.
Jurnalis : Angel
- Penulis: Jurnalis Berita Polri

Saat ini belum ada komentar