Rocky Gerung Tekankan Pentingnya Perwira Polri Mampu Mengkritisi Diri dan Mengendalikan Diri
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rocky Gerung Tekankan Pentingnya Perwira Polri Mampu Mengkritisi Diri dan Mengendalikan Diri
Pengamat politik sekaligus filsuf Rocky Gerung menyampaikan pesan mengenai pentingnya kemampuan seorang perwira Polri untuk terus menguji dan mengevaluasi cara berpikirnya sendiri. Pesan tersebut disampaikan dalam program eduCAST “Suara Akpol untuk Indonesia!” yang digelar oleh Akademi Kepolisian (Akpol), Minggu (23/8/2026).
Dalam diskusi tersebut, Rocky menyoroti bahwa menjadi perwira Polri yang siap menjalankan tugas tidak cukup hanya dengan menguasai kemampuan teknis, memahami prosedur, dan memiliki keberanian dalam mengambil tindakan. Seorang perwira juga perlu memiliki kematangan berpikir, kemampuan mengendalikan diri, serta keberanian untuk mempertanyakan kembali keputusan maupun sudut pandang yang dimilikinya.
Rocky menggunakan gagasan “melawan pikiran sendiri” sebagai gambaran mengenai pentingnya introspeksi. Menurutnya, seorang perwira perlu mampu menguji ego, prasangka, emosi, rasa takut, kebiasaan berpikir, hingga dorongan dalam menggunakan kewenangan. Kemampuan tersebut diperlukan agar setiap keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada reaksi sesaat, tetapi melalui pertimbangan yang matang.
Pembahasan tersebut juga menyoroti makna perwira yang benar-benar siap menghadapi tugas. Kesiapan seorang anggota kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan fisik maupun penguasaan teknis, tetapi juga dari integritas, etika, kematangan mental dan emosional, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan berpikir kritis.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah penggunaan diskresi dalam menjalankan tugas kepolisian. Kewenangan tersebut harus digunakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan hukum, etika, integritas, serta hati nurani. Semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang perwira, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan atas setiap keputusan yang dibuat.
Tantangan yang dihadapi perwira Polri saat ini juga semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Kemunculan kecerdasan buatan, hoaks, deepfake, disinformasi, dan derasnya arus informasi di media sosial membuat aparat dituntut mampu memilah informasi secara cermat sebelum mengambil keputusan. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan berpikir jernih sekaligus adaptasi terhadap perubahan zaman.
Dalam konteks tersebut, profesionalisme kepolisian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi persoalan yang muncul dari luar institusi. Tantangan juga dapat berasal dari dalam diri setiap individu, seperti ego, emosi, prasangka, ketakutan, dan pola pikir yang tidak pernah dievaluasi. Karena itu, kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting dalam membentuk sosok perwira yang profesional.
Rocky juga menekankan bahwa seorang perwira harus memiliki keberanian untuk berpikir dan melakukan koreksi terhadap dirinya sendiri. Sikap tersebut dinilai penting agar kewenangan yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai sosok perwira Polri yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi perubahan menuju Indonesia Emas 2045. Perwira masa depan diharapkan tidak hanya mampu bertindak cepat ketika menghadapi persoalan, tetapi juga dapat beradaptasi, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Melalui kegiatan eduCAST, Akademi Kepolisian mendorong pembentukan Perwira Pertama Polri yang memiliki kemampuan berpikir kritis, siap menghadapi perubahan, mampu bertindak secara profesional, dan memahami tanggung jawab yang melekat pada kewenangan yang dimilikinya. Dengan kualitas tersebut, perwira diharapkan dapat menjawab tantangan kepolisian yang semakin dinamis sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar