Asrama Polisi di Belakang Mapolda Jambi Terbakar, Delapan Rumah Hangus
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Asrama Polisi di Belakang Mapolda Jambi Terbakar, Delapan Rumah Hangus
Kebakaran hebat melanda kompleks Asrama Polisi (Aspol) yang berada di belakang Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jambi, Kamis siang. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya delapan unit rumah dinas dan memicu kepanikan para penghuni yang berusaha menyelamatkan diri serta mengevakuasi barang-barang berharga dari dalam rumah. Kobaran api yang membesar dengan cepat disertai tiupan angin kencang membuat proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam waktu singkat, si jago merah merambat ke rumah-rumah lain karena jarak bangunan yang berdekatan serta kondisi angin yang cukup kuat. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari berbagai sudut Kota Jambi, sehingga menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi segera menerjunkan belasan armada pemadam beserta puluhan personel untuk mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari personel kepolisian yang berjibaku mengamankan lokasi sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar kawasan asrama. Setelah bekerja selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Selama proses evakuasi, para penghuni asrama tampak berupaya menyelamatkan berbagai barang berharga yang masih dapat dibawa keluar dari rumah. Beberapa kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga dipindahkan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko ikut terbakar. Suasana sempat dipenuhi kepanikan, namun koordinasi antara petugas pemadam, kepolisian, dan masyarakat membantu mempercepat proses penanganan di lapangan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat delapan rumah dinas mengalami kerusakan berat akibat dilalap api. Aparat kepolisian masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak serta menginventarisasi kerugian yang dialami para penghuni asrama.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tim kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi dan bukti di lokasi guna memastikan sumber api. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab utama insiden tersebut sekaligus sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman dengan jarak bangunan yang berdekatan. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penyediaan alat pemadam api ringan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap prosedur keselamatan dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar