Respons Polisi Usai Pos Slipi Kembali Dibakar Massa
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Respons Polisi Usai Pos Slipi Kembali Dibakar Massa
Pos Polisi Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat yang berada di bawah Flyover Slipi, Jalan S. Parman, Palmerah, kembali menjadi sasaran kerusakan dalam kericuhan massa pada Kamis (27/8/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di tengah rangkaian aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR dan kemudian meluas ke sejumlah titik di Jakarta Barat.
Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, membenarkan bahwa sejumlah fasilitas pos polisi mengalami kerusakan. Menurutnya, pos lalu lintas yang berada di bagian tengah maupun sisi jalan menjadi sasaran massa. Kerusakan terutama terlihat pada bagian bangunan, termasuk kaca serta pendingin udara yang berada di dalam pos.
Kejadian tersebut berlangsung setelah massa berkumpul di sekitar pos polisi. Sebelum api terlihat dari dalam bangunan, bagian depan pos mengalami kerusakan. Situasi kemudian menjadi semakin tegang hingga petugas melakukan tindakan pembubaran terhadap massa yang berada di kawasan tersebut.
Menurut keterangan warga yang berada di sekitar lokasi, massa kemudian bergerak meninggalkan kawasan setelah petugas melakukan pembubaran. Sebagian massa bergerak menuju arah Palmerah dan Pejompongan. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan di sekitar Slipi sempat mengalami gangguan, meskipun situasi lalu lintas kemudian berangsur kembali normal.
Polisi menyatakan kawasan Slipi tetap menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus karena merupakan wilayah yang terdampak pergerakan massa dari arah Gedung DPR/MPR. Untuk mengantisipasi terjadinya kembali gangguan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menempatkan personel tambahan di kawasan tersebut. Sebanyak sekitar lima personel bantuan kendali operasi dikerahkan untuk membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
AKP Sudarmo juga memastikan kondisi lalu lintas di wilayah Jakarta Barat, khususnya dari Slipi hingga Tomang, telah kembali kondusif. Kendati demikian, aparat tetap melakukan pemantauan di kawasan Slipi guna mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan massa lanjutan serta memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Peristiwa kerusakan pos polisi di Slipi bukan merupakan kejadian pertama. Fasilitas kepolisian tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran dalam sejumlah kericuhan demonstrasi. Catatan kejadian serupa pernah muncul pada 2019 dan kembali terjadi dalam rangkaian aksi pada 2025. Kondisi tersebut membuat fasilitas publik di kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam setiap pengamanan aksi massa.
Polisi selanjutnya melakukan penanganan terhadap kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan serta terus memantau situasi di sekitar Slipi. Pengamanan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan pergerakan massa agar gangguan terhadap masyarakat maupun pengguna jalan dapat diminimalkan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya menjaga fasilitas umum selama penyampaian aspirasi. Aksi demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun pelaksanaannya tetap diharapkan berlangsung secara tertib serta tidak merusak fasilitas yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar