Kapolri Gotong Royong Iuran Bantu Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp12,68 Miliar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolri Gotong Royong Iuran Bantu Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp12,68 Miliar
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dukungan Polri dalam membantu penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mengerahkan personel dan membangun fasilitas pendukung di lokasi terdampak, jajaran Polri juga menggalang bantuan melalui iuran bersama para anggota.
Dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung penanganan dampak gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026), Kapolri menyampaikan bahwa Polri turut memperkuat sistem penanganan darurat di lapangan. Polri tidak hanya mendukung posko yang telah disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi juga menyiapkan posko tambahan untuk membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Dukungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat ditangani secara lebih cepat. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya membantu pemerintah daerah dalam mengoordinasikan berbagai kebutuhan selama masa tanggap darurat.
Selain dukungan personel dan fasilitas, Polri turut menghimpun bantuan logistik dari Mabes Polri serta jajaran kepolisian daerah di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan Kapolri, jumlah logistik yang telah dikumpulkan mencapai sekitar 284,54 ton. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Tidak berhenti pada pengumpulan logistik, anggota Polri juga melakukan gotong royong melalui iuran bersama. Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sekitar Rp12,68 miliar yang kemudian disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana di lapangan.
Dana tersebut akan dititipkan kepada Kapolda setempat untuk digunakan dalam membantu kebutuhan yang diperlukan selama proses penanganan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mendukung kegiatan darurat yang muncul selama proses pemulihan.
Menurut Kapolri, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak bencana. Penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, aparat keamanan, hingga masyarakat dan organisasi sosial.
Gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT menyebabkan masyarakat membutuhkan berbagai bentuk bantuan, terutama selama masa tanggap darurat. Ketersediaan logistik, pelayanan kesehatan, tempat pengungsian, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi perhatian penting agar warga terdampak dapat melalui masa sulit dengan dukungan yang memadai.
Dengan adanya dukungan dana dan logistik dari jajaran Polri, penanganan di lapangan diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Bantuan yang dihimpun juga menjadi wujud solidaritas internal Polri sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan setelah bencana.
Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan darurat serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sinergi antara pemerintah dan seluruh unsur terkait menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan hingga tahap pemulihan pascabencana.
Gotong royong yang dilakukan jajaran Polri menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan kesiapan personel dan fasilitas, tetapi juga kepedulian serta dukungan dari berbagai pihak. Dengan koordinasi yang baik, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Jurnalis : Rizki Ahmad Noviyandi
“`
- Penulis: Rizki Ahmad Noviyandi


Saat ini belum ada komentar