Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Polda Kalteng Siapkan Ribuan Sumur Bor untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Polda Kalteng Siapkan Ribuan Sumur Bor untuk Perkuat Penanganan Karhutla

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Polda Kalteng Siapkan Ribuan Sumur Bor untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menyiapkan pemanfaatan ribuan titik sumur bor untuk memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air, terutama ketika kondisi kemarau menyebabkan kanal dan embung mengalami penyusutan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan pembangunan dan pemanfaatan sumur bor akan diprioritaskan di lima wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam penanganan karhutla. Kelima wilayah tersebut meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.

Menurut Iwan, keberadaan sumber air alternatif sangat penting bagi petugas yang berada di lapangan. Saat musim kemarau berlangsung, sumber air permukaan seperti kanal dan embung dapat berkurang sehingga menyulitkan proses penanganan ketika terjadi kebakaran. Dengan tersedianya sumur bor, petugas memiliki pilihan sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman.

Peralatan untuk pembangunan sumur bor tersebut merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto. Perlengkapan yang tersedia antara lain alat pengeboran, alkon, selang, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Polda Kalteng akan mengoptimalkan bantuan tersebut agar dapat digunakan secara efektif di wilayah yang menjadi prioritas penanganan karhutla.

Salah satu penerapan sumur bor telah diuji coba di Kabupaten Pulang Pisau. Dalam uji coba tersebut, sumber air dapat diperoleh dari kedalaman sekitar 10 meter. Air yang berhasil diperoleh kemudian dapat disalurkan menggunakan sistem estafet dan flexible tank sehingga distribusinya bisa menjangkau lokasi yang membutuhkan.

Pemanfaatan sumur bor diharapkan dapat mempercepat respons petugas ketika titik api ditemukan. Selain menyediakan sumber air, kesiapsiagaan personel juga terus diperkuat agar penanganan kebakaran dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah api meluas ke area yang lebih besar.

Polda Kalteng juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dalam melakukan pemadaman di wilayah yang terdampak. Upaya penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga dibarengi langkah pencegahan untuk menekan potensi munculnya titik api baru.

Langkah pencegahan dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli di kawasan rawan, serta pemantauan kondisi kanal dan embung. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting karena pencegahan menjadi salah satu kunci dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Selain itu, Polda Kalteng meningkatkan kekuatan personel di lima wilayah prioritas tersebut. Penambahan kesiapsiagaan di lapangan diharapkan mampu mempercepat koordinasi dan respons apabila ditemukan adanya indikasi kebakaran. Dengan dukungan personel, peralatan, dan sumber air yang memadai, penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu.

Penggunaan sumur bor menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap kondisi lapangan yang berubah selama musim kemarau. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi rawan kebakaran dapat membantu petugas menghadapi keterbatasan sumber air permukaan sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi potensi karhutla.

Polda Kalteng menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah, aparat, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan terus menjaga kawasan rawan kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api. Dengan sinergi tersebut, upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Jurnalis : Ghazy fikri izdihar

 

  • Penulis: Ghazi Fikri Izdihar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less