Kepala BGN Sambangi Menteri Keuangan, Bahas Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

#image_title
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepala BGN Sambangi Menteri Keuangan, Bahas Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mendatangi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah dengan kebutuhan anggaran yang sangat besar.
Sudaryono menyampaikan bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan untuk MBG membuat pelaksanaan program harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar. Menurutnya, pengelolaan anggaran tidak hanya berkaitan dengan jumlah dana yang tersedia, tetapi juga bagaimana setiap anggaran dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembahasan mengenai anggaran menjadi penting seiring dengan terus meluasnya pelaksanaan program MBG di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk memberikan makanan bergizi kepada kelompok penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Data pemerintah menunjukkan bahwa realisasi anggaran MBG hingga semester I 2026 telah mencapai Rp101,1 triliun dan menjangkau sekitar 63,13 juta penerima manfaat. Besarnya cakupan program tersebut membuat pengelolaan keuangan, distribusi makanan, serta pengawasan pelaksanaan menjadi aspek yang harus mendapatkan perhatian serius.
Pertemuan Sudaryono dengan Purbaya juga berlangsung di tengah evaluasi pemerintah terhadap tata kelola program MBG. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penyesuaian terhadap anggaran MBG dan menekankan pentingnya efisiensi agar penggunaan keuangan negara tetap terukur. Anggaran program untuk 2026 sebelumnya disesuaikan menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal Rp335 triliun.
Selain persoalan besaran anggaran, pelaksanaan MBG juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan pembayaran kepada mitra penyedia layanan. BGN sebelumnya mengungkap adanya tunggakan pembayaran kepada mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencapai sekitar Rp1,6 triliun dan berasal dari pelaksanaan program tahun anggaran 2025.
Karena itu, koordinasi antara BGN dan Kementerian Keuangan menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program. Perencanaan anggaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan, sementara mekanisme pencairan dan pertanggungjawaban dana harus tetap dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat sistem pengawasan agar anggaran MBG dapat digunakan secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan hasil maksimal. Dengan jumlah penerima yang terus bertambah, pengelolaan program membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, penyedia makanan, serta pihak-pihak lain yang terlibat.
Pembahasan anggaran ini sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang disiapkan pemerintah. Efektivitas pelaksanaan, kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta akuntabilitas penggunaan anggaran menjadi faktor penting agar program tersebut benar-benar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Ke depan, pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan anggaran MBG tetap sejalan dengan kemampuan keuangan negara. Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan yang konsisten, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Jurnalis : Ghazy fikri izdihar
- Penulis: Ghazi Fikri Izdihar


Saat ini belum ada komentar